​Wawancara Eksklusif 1966, Bung Karno Bantah Isu Kudeta dan Penyerahan Kekuasaan

PEMALANG — Presiden Soekarno secara tegas membantah berbagai rumor yang beredar di luar negeri terkait isu kudeta maupun penyerahan kekuasaan kepada Jenderal Soeharto pasca-peristiwa Surat Perintah 11 Maret (Supersemar), hal tersebut disampaikan Bung Karno dalam wawancara langsung dengan jurnalis asal Amerika Serikat, Cindy Adams, pada tahun 1966.


​Dalam keterangannya, Bung Karno menepis laporan media-media asing yang menyebut dirinya telah digulingkan, dalam keadaan sakit parah, atau menyerahkan kekuasaan kepresidenan.


​Bung Karno menegaskan bahwa dirinya masih memegang penuh tampuk pimpinan sebagai Presiden, Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, dan Mandataris MPRS.
Dirinya menjelaskan bahwa mandat yang diberikan kepada Jenderal Soeharto melalui Supersemar semata-mata adalah perintah teknis untuk memulihkan ketertiban, keutuhan, dan keamanan negara.

​"Mandat yang saya berikan kepada Jenderal Soeharto pada tanggal 11 Maret itu hanyalah perintah untuk menjaga keamanan di Indonesia... sama sekali bukan penyerahan kekuasaan negara atau pembentukan junta militer."


​Bung Karno menambahkan bahwa tugas tersebut bersifat sementara dan akan berakhir begitu ketertiban serta stabilitas nasional kembali pulih.


​Mengenai aksi gelombang demonstrasi mahasiswa dan pemuda yang marak pada masa itu, Bung Karno menyatakan memaklumi dinamika politik tersebut. Menurutnya, aksi unjuk rasa adalah fenomena umum yang terjadi di berbagai negara di dunia.

​Bung Karno menilai benih kecintaan terhadap tanah air memang kerap tumbuh dari jiwa muda. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga agar tindakan tersebut tidak mengganggu jalannya pemerintahan serta stabilitas revolusi Indonesia.


​Merujuk pada pemberitaan pers internasional yang menyebut dirinya dalam kondisi sakit parah, Bung Karno secara terbuka menyatakan bahwa kondisinya sehat walafiat, baik secara fisik maupun mental. Ia juga menepis rumor destruktif lainnya dengan menegaskan kecintaannya pada kehidupan.

​Wawancara historis ini menjadi salah satu catatan penting mengenai posisi dan pandangan langsung Bung Karno di tengah situasi perpolitikan nasional yang krusial pada pertengahan tahun 1960-an.

(Eko B Art).

​Sumber video: Wawancara Jurnalis AS, Cindy Adam dengan Bung Karno tahun 1966.
Link https://youtu.be/ljIdJsE_Amc?si=XokpsIPEj3kQ8W7e.

Comments

Popular posts from this blog

​HUT IGTKI ke-76 Kabupaten Pemalang Meneguhkan Komitmen Guru Sejahtera dan Pendidikan Berkualitas Menuju Wajib Belajar 13 Tahun

​Gagas Visi "Sinau Seduluran", Eko Budiarto Ajak Warga Losari Membangun Desa dengan Hati

Tasyakuran Adalah Tradisi Unik Yang Penuh Makna Dalam Budaya Indonesia, Makan Bersama (Riyoyo) Mengungkapkan Rasa Syukur Atas Nikmat Yang Diberikan Allah SWT