Posts

Kajian Rutin Jumat Ba'da Subuh Masjid Al-Barokah, Ustadz Slamet Ingatkan Pentingnya Menjaga Nikmat Sehat dan Waktu Luang

Image
​ PEMALANG – Masjid Al-Barokah Dukuh Plondongan Desa Losari Kecamatan Ampelgading Pemalang menggelar kegiatan Kajian Rutin Ba'da Subuh yang diselenggarakan pada Jumat pagi. Kegiatan dakwah ini diisi oleh Ustadz Slamet, dengan penyampaian nasihat keagamaan untuk saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran di hari Jumat yang penuh keberkahan (sayyidul ayyam), Jumat (14/8/2026). ​Dalam ceramahnya, Ustadz Slamet menekankan kembali pesan Rasulullah SAW mengenai dua kenikmatan besar yang paling sering dilupakan oleh manusia, yaitu nikmat kesehatan dan nikmat waktu luang (sempat). ​Pentingnya Mensyukuri Kesehatan dan Waktu, Ustadz mengingatkan bahwa kesehatan sering kali baru disadari nilainya saat seseorang mengalami gangguan kesehatan atau jatuh sakit. Biaya pengobatan yang mahal menjadi pengingat betapa berharganya nikmat fisik yang diberikan oleh Allah SWT. "​Selain kesehatan, pengelolaan waktu luang juga menjadi sorotan. Setiap manusia dikaruniai waktu yang...

Kegiatan Jambore Ranting Hari Pramuka Tahun 2026 Untuk Mencetak Generasi Muda Berkarakter Tangguh Menyongsong Indonesia Emas 2045

Image
​PEMALANG — Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Kecamatan Taman menggelar kegiatan Jambore Ranting (Jamran) dalam rangka hari Pramuka Tahun 2026 yang dipusatkan di Bumi Perkemahan Lapangan Desa Kabunan, Kabupaten Pemalang. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari akan resmi ditutup pada Kamis (13/8/2026). ​ Ketua Kwarran Kecamatan Taman, Sukendar, menyampaikan bahwa ajang tahunan ini diikuti oleh 80 gugus depan (Gudep) jenjang Sekolah Dasar (SD) dengan total peserta mencapai 1.227 anggota Pramuka Penggalang. ​"Kegiatan yang kami laksanakan setahun sekali ini menjadi ajang pendidikan karakter bagi anak didik di Kecamatan Taman khususnya. Selain itu, ini juga bisa dijadikan ajang silaturahmi sesama peserta didik dan sesama Penggalang Pramuka," ujar Sukendar di lokasi kegiatan, Kamis (13/8/2026). ​ ​Selama dua hari pelaksanaan, para peserta disuguhkan beragam perlombaan ketangkasan dan pengetahuan Pramuka, mulai dari pioneering, menaksir, semapur, ...

​Semar Mbangun Kayangan

Image
PEMALANG - ​Angin malam berembus dingin menyapu dedaunan di Dusun Karangtumaritis. Di dalam gubuk kayu yang bersahaja, Kyai Semar Badranaya duduk bertafakur. Wajahnya yang bundar dan selalu tersenyum kini diselimuti kabut keprihatinan. Di luar, suara gareng, Petruk, dan Bagong yang biasanya riuh bercanda, mendadak redup melihat sang ayah tenggelam dalam kesedihan. ​Dunia sedang tidak baik-baik saja. Bencana melanda di mana-mana, peperangan tak kunjung usai, dan kemanusiaan seolah hilang dari dada para pejabat serta raja-raja. ​"Rama Semar... kenapa Rama terus melamun sejak matahari terbit tadi?" tanya Petruk sambil melangkah masuk, menyandarkan tubuhnya yang tinggi kurus ke tiang rumah. ​Semar menarik napas panjang. "Truk, negara ini sedang sakit. Para pimpinan lupa pada rakyatnya, para ksatria lupa pada sumpah jiwanya. Jika dibiarkan, bumi ini akan hancur." ​"Lalu kita harus bagaimana, Rama?" sahut Gareng yang berjalan pincang mendekati m...

Didalam Dada Baladewa Bersemayam Hati Yang Sangat Lurus, Jujur, Serta Tak Kenal Kompromi Terhadap Kejahatan

Image
PEMALANG - ​Di puncak Kahyangan Junggring Salaka, suasana tidak lagi tenang. Sang Hyang Manikmaya (Bathara Guru) duduk bertahta didampingi oleh Sang Hyang Narada. Alam marcapada bergejolak parah—gunung-gunung meletus, kawah Candradimuka mendidih, dan angin puting beliung mengamuk hingga meretas ketentraman istana para dewa. ​"Kakang Narada," tutur Bathara Guru, "apakah yang menjadi muara dari gejolak hebat yang mengguncang bumi dan langit ini?" ​Penyebab dari keguncangan tersebut adalah keprihatinan serta keteguhan batin seorang ksatria utama yang sedang bertapa di Marcapada, yakni Prabu Baladewa (Kakrasana) dari Kerajaan Mandura. Demi membela kebenaran, menuntut keadilan, dan memohon anugerah keselamatan bagi negeri, doa serta prihatin Baladewa menembus hingga ke singgasana para dewa. ​ ​Prabu Baladewa adalah sosok bertubuh kekar, berwajah merah murka, dan bersuara bagai guntur. Meski dari luar ia tampak pemberang dan cepat tersulut amarah, di bali...

​Peringati Hari Pramuka ke-65, Kwaran Ampelgading Gelar Jambore Ranting 2026 di Lapangan Desa Karang Tengah

Image
​ PEMALANG — Kwartir Ranting (Kwaran) Gerakan Pramuka Ampelgading menggelar kegiatan Jambore Ranting (Jamran) sekaligus peringatan Hari Pramuka ke-65 tahun 2026 yang mengusung tema nasional "Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045". "Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh para peserta didik tingkat SD, dan SMP hingga SMA/SMK, dan untuk tingkat SD, kegiatan perkemahan dipusatkan di Lapangan Desa Karangtengah kecamatan Ampelgading Kabupaten Pemalang dari tanggal 12 hingga 13 Agustus 2026. Sedangkan peserta tingkat SMP dan SMA/SMK melangsungkan perkemahan di bumi perkemahan (Buper) masing-masing pangkalan", ucap Kisworo, selaku Ketua Kwaran Ampelgading, Rabu (12/8/2026). ​​Ketua Kwaran Ampelgading juga menyampaikan bahwa persiapan fisik para peserta sudah diimbau jauh-jauh hari melalui Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan (Kamabigus) di tiap-tiap sekolah. Mengingat tingginya di...

​Soekarno Buka Suara, Dari Poros Jakarta-Peking, Hubungan dengan Barat, hingga Alasan Indonesia Keluar dari PBB

Image
PEMALANG — Dalam sebuah wawancara eksklusif di Istana Merdeka pada tahun 1965, Presiden Soekarno menegaskan kembali posisi politik luar negeri Indonesia yang independen namun progresif. Di tengah sorotan dunia internasional terkait sikap politik Indonesia, Bung Karno menjawab berbagai isu krusial, mulai dari tuduhan kedekatan dengan Tiongkok (China), hubungan dengan negara-negara Barat, hingga alasan mendasar di balik keputusan Indonesia keluar dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). ​ ​Wawancara diawali dengan pertanyaan mengenai anggapan dunia bahwa Indonesia telah berpihak sangat erat kepada Tiongkok. Menjawab hal tersebut, Soekarno menegaskan bahwa Indonesia sejatinya berpihak pada seluruh kekuatan progresif dunia (New Emerging Forces). ​Jakarta-Phnom Penh-Hanoi-Peking-Pyongyang sebagai gabungan dari negara-negara yang sama-sama memproklamasikan kemerdekaannya di sekitar tahun 1945. ​Menanggapi kekhawatiran bahwa Tiongkok memiliki ambisi imperialisme di Asia, Soekar...

Arjuna Melayangkan Tantangan Perang Tanding Secara Terbuka Kepada Prabu Palgunadi

Image
Novel diadaptasi dari Lakon Wayang Orang, "Palguna, Palgunadi". PEMALANG - ​Di Kerajaan Paranggelung, Prabu Palgunadi (yang juga dikenal sebagai Ekalaya) bertakhta didampingi permaisurinya yang jelita, Dewi Anggraini. Meski telah menjadi raja, Palgunadi tidak pernah merasa puas akan ilmu ketangkasan memanah. Hatinya senantiasa bergetar setiap kali mendengar nama Begawan Durna, guru besar dari Padepokan Sokolimo. ​Palgunadi memohon restu dari istrinya untuk menimba ilmu panah langsung di bawah bimbingan Sang Resi. Dengan keikhlasan dan pengabdian tinggi (guru bakti), Palgunadi menganggap Sang Resi Durna sebagai guru rohani tempat ia menyerahkan ketundukan jiwa dan raganya. ​ ​Di sisi lain, kedatangan Palgunadi ke wilayah Sokolimo menimbulkan gejolak. Raden Arjuna (yang juga bergelar Palguna), murid kesayangan Resi Durna, merasa terusik. Arjuna telah memegang janji Sang Guru bahwa tidak ada seorang pun di marcapada yang akan mengungguli kemampuannya dalam meman...