Posts

Ustaz Abdul Somad (UAS) Paparkan 10 Kode Etik Jurnalistik dalam Perspektif Islam

Image
​ PEMALANG — Penceramah nasional Ustaz Abdul Somad (UAS) menyampaikan paparan mengenai kode etik jurnalistik dalam perspektif Islam pada perayaan ulang tahun pertama Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) secara virtual. Dalam pemaparannya, UAS menjabarkan 10 poin utama ajaran Islam yang selaras dan dapat menjadi landasan moral serta spiritual bagi para jurnalis. ​UAS menegaskan bahwa Islam menganjurkan insan pers untuk berpegang teguh pada prinsip kejujuran, objektivitas, serta tanggung jawab moral dalam setiap karya jurnalistik. Sepuluh (​10) Prinsip Etika Jurnalistik Perspektif Islam menurut UAS: 1.​Asas Praduga Tak Bersalah (Al-Ashlu fi al-Insaan al-Bara'ah) Prinsip utama Islam memandang manusia berawal dari kesucian dan kebersihan. Wartawan hendaknya berangkat dari sikap objektif, bukan praduga buruk (su'udzon). 2.​Menjaga Kehormatan Manusia (Hifzul 'Ardh) Salah satu tujuan utama syariat Islam adalah menjaga kehormatan sesama. Karya jurnalistik tidak ...

​Tragedi Di Kampus Keprajuritan, Kisah Palgunadi, Pengorbanan Jari Manis, Dan Ketertindasan Bintang Ksatria Astina

Image
PEMALANG - Pengorbanan luar biasa demi penghormatan kepada guru berakhir dengan Tragedi, Bambang Palgunadi (dikenal pula sebagai Ekalaya), ksatria tangguh dari Kerajaan Paranggelung, harus merelakan ibu jari kanan beserta Cincin Mustika Ampal miliknya demi sebuah pengakuan kesetiaan kepada sang guru, Resi Drona. ​Berguru Lewat Patung Sang Resi. ​Kisah ini bermula saat Bambang Palgunadi bercita-cita menimba ilmu panah (pemanahan) tingkat tinggi kepada Resi Drona di Padepokan Sokalima. Namun, niat tulus tersebut ditolak oleh sang Resi demi menjaga janji eksklusifnya untuk hanya mengajarkan ilmu panah tingkat tertinggi kepada Raden Arjuna dari Pandawa. ​Tak patah semangat, Palgunadi kembali ke dalam hutan dan membuat patung berwujud Resi Drona. Dengan keyakinan penuh dan niat kesetiaan, ia berlatih memanah di depan patung tersebut seolah-olah diajar langsung oleh Drona secara tatap muka. Kegigihan dan ketulusan ini membuahkan hasil luar biasa; keahlian memanah Palgunadi be...

Kisah Tragis Palgunadi: Epos Pengorbanan dan Dilema Moral di Balik Bayang-Bayang Mahabarata

Image
PEMALANG — Dunia pewayangan kembali mengenang salah satu kisah paling emosional dan penuh dilema moral dari epos Mahabarata, yakni perjalanan hidup Bambang Ekalaya atau yang lebih dikenal sebagai Palgunadi. Kisah ini menyoroti arti ketulusan, pengorbanan tanpa batas, serta sisi lain dari kebesaran para kesatria Hastinapura. ​Awal Mula Perjuangan Sang Pemanah Ulung. ​Lahir dari kaum Nisyada di hutan Sona Pringga, Palgunadi merupakan putra dari Resi Hiranyadanu. Meskipun berasal dari kalangan pemburu rimba, ia memiliki ambisi besar untuk menguasai ilmu memanah tingkat tinggi di bawah didikan guru agung Resi Drona di Hastinapura. ​Setibanya di asrama Drona, harapan Palgunadi harus kandas. Resi Drona terikat sumpah kepada Bisma dan para petinggi Hastinapura untuk menjadikan Arjuna sebagai pemanah nomor satu di dunia, sehingga ia terpaksa menolak kehadiran Palgunadi. ​Ketekunan Tanpa Guru dan Patung Tanah Liat. ​Tak patah arang, Palgunadi memilih mengasingkan diri ke dalam...

​Ungkapan Cinta Sejati dalam "El Regalo", Kedalaman Lirik dan Ekspresi Vokal Mayel Jimenez

Image
PEMALANG - ​Lagu "El Regalo" (Hadiah) yang dibawakan oleh penyanyi berkebangsaan Spanyol, Mayel Jimenez, menyajikan sebuah perayaan kasih sayang yang jujur dan menyentuh hati. Melalui paduan irama Flamenco modern dan vokal yang emosional, lagu ini berhasil menyampaikan esensi murni dari cinta yang tumbuh kian kuat setiap harinya. ​1. Esensi Murni Lagu: Cinta yang Ingin Diberkati dan Dimerayakan ​Secara harfiah dan puitis, "El Regalo" menceritakan tentang perasaan kebahagiaan luar biasa ketika seseorang mengetahui bahwa cintanya terbalaskan secara tulus. ​Ketulusan Kasih Sayang: Sang tokoh utama merasa bahagia saat mendengar kekasihnya mengakui cinta yang sebenarnya. ​Simbol "Hadiah" (El Regalo): Niat untuk memberikan hadiah istimewa, seperti perhiasan atau emas berharga, bukanlah bentuk pamer kemewahan, melainkan simbol kehormatan. Ia ingin dunia melihat betapa berharganya sang kekasih dan betapa dalamnya rasa cinta di antara mereka. ​Cint...

Inisiatif Musik Global "Playing For Change" Satukan Musisi Dunia Lewat Lagu "Stand By Me"

Image
PEMALANG — Proyek musik global Playing For Change sukses mencuri perhatian publik dunia melalui rilisan video musik ikonik berjudul "Stand By Me". Mengusung konsep Song Around The World, proyek ini menggabungkan penampilan dari berbagai musisi jalanan hingga seniman ternama dari pelbagai belahan dunia yang menyanyikan satu lagu secara berkesinambungan. ​Lagu "Stand By Me", yang aslinya dipopulerkan oleh Ben E. King, dibawakan kembali dengan aransemen yang menyentuh hati dan sarat akan pesan persatuan, perdamaian, serta persaudaraan lintas budaya. Melalui harmonisasi instrumen lokal dan vokal khas dari para musisi di tempat yang berbeda-beda, video ini berhasil menyampaikan pesan utama bahwa apa pun latar belakang seseorang, setiap manusia saling membutuhkan satu sama lain. ​Video musik ini telah disaksikan ratusan juta kali di YouTube dan terus menjadi simbol persatuan global melalui kekuatan musik. (Eko B Art). ​

​Harmoni Lintas Benua: Menelusuri Esensi Universal dalam "Chanda Mama" oleh Playing For Change

Image
​ PEMALANG — Di tengah keberagaman latar belakang, bahasa, dan budaya manusia, musik terus membuktikan dirinya sebagai media pemersatu yang paling efektif. Melalui karya video bertajuk "Chanda Mama | Playing For Change | Song Around The World", gerakan musik global Playing For Change menyajikan kolaborasi kolosal yang menghubungkan musisi dari berbagai penjuru dunia dalam satu harmoni nada. ​Lintasan Musisi dan Budaya Global ​Karya ini diawali oleh dentingan instrumen petik Marcelo "Gaucho" dari Argentina, yang kemudian disusul oleh bass ganda Santiago Maggi, akordeon Damien Issertes dari Prancis, serta vokal emosional Tula dari Israel. ​Perjalanan harmoni ini terus bergerak melampaui batas geografis dengan melibatkan berbagai nama besar dan seniman lokal, antara lain: -​Afrika Selatan: Sibongiseni Bhekezakhe Mbanjwa dengan biola elektriknya serta harmoni vokal dari kelompok Sinamuva. -​Portugal & Italia: Paulo Morais memainkan alat musik perk...

​Keajaiban Arsitektur Kuno, 5 Benteng dan Biara Tebing yang Dikenal Mustahil Ditaklukkan

Image
​ PEMALANG — Sepanjang sejarah manusia, kondisi terdesak dan ancaman perang melahirkan karya arsitektur monumental di tempat-tempat yang paling sulit dijangkau. Berbagai struktur kuno yang dibangun di atas pilar batu pasir, dinding jurang, hingga puncak vulkanik menjadi bukti ketangguhan rekayasa masa lalu. ​Berikut lima benteng dan biara bersejarah yang dikenal hampir mustahil untuk ditembus oleh musuh: ​1. Biara Meteora (Yunani) ​Di dataran Tesali, Yunani, berdiri pilar-pilar batu pasir raksasa setinggi hingga 400 meter yang terbentuk ribuan dekade lalu. Pada abad ke-14, para biarawan mulai mendirikan tempat perlindungan di puncak batu ini untuk menghindari invasi Kekaisaran Otoman. ​Tanpa menggunakan mesin modern, material bangunan diangkut secara bertahap menggunakan keranjang, jaring, dan tali kuno. Salah satu biara, Farlam, bahkan membutuhkan persiapan mengangkut bahan bangunan selama 22 tahun sebelum akhirnya didirikan dalam kurun waktu 20 hari. Saat ini, Meteor...