Posts

Maturnuwun Gusti

Image
      Ilustrasi Tokoh Kawulo.  Cerpen. PEMALANG - ​Di sebuah sudut desa yang tenang, hiduplah seorang pria bernama Kawulo yang dalam hidupnya pernah melewati berbagai gelombang cobaan. Dahulu, Kawulo selalu mengejar ambisi dan rasa takut akan masa depan. Ia kerap merasa khawatir, menghitung-hitung apa yang belum ia miliki, dan merasa dibebani oleh riuh ujian duniawi. ​Suatu sore, Kawulo duduk bersimpuh di pendopo rumahnya saat angin berembus lembut melintasi dedaunan. Di tengah alunan tabuhan gamelan yang sayup-sayup terdengar, ia menarik napas dalam-dalam. Pada hela napas itu, ia menyadari sesuatu yang sederhana namun agung: setiap hela napas yang masih bisa ia hirup adalah bentuk kasih sayang Sang Pencipta yang tiada henti. ​Kawulo mulai menyadari bahwa hidup sejatinya hanyalah menjalankan peran (sadhermo nglakoni). Tugas manusia bukanlah memikul seluruh beban dunia sendirian, melainkan melangkah sebaik mungkin dan berserah diri secara penuh (pasr...

​Gus Baha Memaparkan Tentang Politik Ulama Jadikan Moralitas Sebagai Tolok Ukur Kepemimpinan Bangsa

Image
PEMALANG — KH. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) memaparkan pentingnya ijtihad dan keterlibatan para ulama dalam dunia politik serta kepemimpinan bangsa. Menurut Gus Baha, keterlibatan ulama dari zaman Walisongo hingga saat ini membawa keberkahan dan membentuk tradisi kepemimpinan yang berlandaskan moralitas. ​Berikut adalah poin-poin utama dari penjelasan Gus Baha: -​Ijtihad Fuqaha dan Sejarah Politik Ulama. Gus Baha menjelaskan sudut pandang fiqih (fuqaha) terkait posisi umat Islam serta dinamika politik. Keterlibatan para ulama dalam dunia politik bukanlah hal baru, melainkan telah berjalan sejak era Walisongo hingga masa kini. -​Tradisi Memimpin Membawa Keberkahan. Mengulas sejarah berdirinya Kerajaan Demak Bintoro dengan Raden Fatah sebagai raja pertama, Gus Baha mengutip pandangan KH. Maimoen Zubair (Mbah Moen) bahwa dinamika kepemimpinan Islam tetap membawa berkah karena membiasakan umat Islam untuk tampil memimpin. Beliau membandingkannya dengan kondisi di P...

Bimo Suci Kisah Tentang Pencarian Air Kehidupan

Image
PEMALANG - Cerita Lakon Bimo Suci (sering pula dikaitkan dengan lakon Dewa Ruci) menceritakan perjalanan spiritual Bima (Raden Werkudara) dalam mencari Tirta Perwitasari (air suci kehidupan) atas perintah gurunya, Resi Durna, demi mencapai kesempurnaan hidup (ngelmu kasampurnan). ​Perintah itu datangnya dari Resi Durna dan bentuk nyata Muslihat Kurawa. Bermula saat Resi Durna memberikan ujian spiritual kepada Bima. Atas bujukan para Kurawa yang berniat menyingkirkan Pandawa, Durna memerintahkan Bima mencari Tirta Perwitasari. ​Meskipun saudara-saudaranya di Pandawa merasa ragu dan khawatir akan adanya niat jahat di balik perintah tersebut, Bima tetap mematuhi perintah gurunya dengan tekad mulia dan patuh pada janji (setya tuhu). ​Pertempuran di Hutan Candradimuka / Gunung Candramuka, ​Bima mula-mula berjalan menuju Hutan Candradimuka untuk mencari air suci di bawah gua gunung. ​Di sana, Bima diserang oleh dua raksasa buas bernama Rukmuka dan Rukmakala. Dalam pertarungan...

​Mengulas Tiga Sungai Raksasa Pulau Jawa: Dari Tatar Sunda Hingga Bengawan Solo

Image
​ PEMALANG — Pulau Jawa menyimpan kekayaan alam dan sejarah peradaban yang tak lepas dari keberadaan sungai-sungai besarnya. Melalui aliran yang membentang dari puncak pegunungan hingga bermuara ke laut lepas, sungai-sungai ini berfungsi sebagai urat nadi kehidupan, penopang keanekaragaman hayati, sekaligus saksi bisu perkembangan peradaban manusia. ​Berdasarkan penelusuran fakta ekosistem dan lanskap geografis, berikut adalah ulasan mengenai tiga sungai terbesar di Pulau Jawa, dimulai dari kawasan Jawa Barat hingga sungai terpanjang di jantung Pulau Jawa. ​1. Sungai Citarum: Benteng Ekologis Tatar Sunda (±270 Km) ​Mengawali daftar ini di posisi ketiga adalah Sungai Citarum, sungai terpanjang di Tatar Sunda, Jawa Barat, dengan panjang aliran mencapai 270 kilometer. ​Hulu Suci di Situ Cisanti: Titik nol Citarum bermula dari Situ Cisanti di kaki Gunung Wayang. Kawasan hulu ini bertindak sebagai benteng pertahanan ekologis tempat hidupnya keanekaragaman hayati berharga, t...

Adipati Merasa Ada Roda Raksasa Yang Terus Berputar Di Bawah Lantai Kepatihan Kadipaten Ini, Menunggu Untuk Menggiling Saya

Image
PEMALANG - Di Agung Paseban Kadipaten Pusere Jawa dengan latar Ruang Pringgitan Kadipaten yang temaram. Obor-obor dinding memantulkan bayangan panjang. Di tengah ruangan, ADIPATI yang baru dilantik duduk di atas kursi ukir jati. Di sekelilingnya, para pejabat Kadipaten berdiri memegang naskah dan cawan.) ​ADIPATI mengetukkan jarinya di lengan kursi, menatap tajam ke sekeliling ruangan, dua kali ganti kepemimpinan, dua kali pula pimpinan Kadipaten ini diseret oleh Wiramerta! Rakyat di luar berpikir masalahnya hanya modal politik atau keserakahan pribadi. Tapi setelah saya duduk di sini... saya merasa ada roda raksasa yang terus berputar di bawah lantai kepatihan Kadipaten ini, menunggu untuk menggiling saya! ​JURU CARIK membungkuk hormat, suaranya tenang dan penuh kehati-hatian, Kanjeng Adipati... Roda itu tidak pernah berhenti sejak masa pendahulu. Sebagai Juru Carik yang mencatat seluruh alur administrasi dan pembukuan Kadipaten, saya hanya memastikan roda itu diolesi m...

​Berbincang tentang Idealisme dan Pemikiran 'Di Luar Nalar', Lord Rangga Klaim Berkontribusi dalam Mencegah Perang Nuklir Dunia

Image
​ PEMALANG — Habib Ja'far Al Hadar kembali menghadirkan diskusi menarik dalam program podcast Berbeda Tapi Bersama edisi ke-12. Dalam kesempatan tersebut, Habib Ja'far melempar topik perbedaan latar belakang pemikiran antara dirinya yang berbasis rasionalitas dan filsafat, dengan tokoh fenomenal Lord Rangga yang kerap dinilai publik berada dalam tradisi ilusi. ​Meskipun sering dihujani kritik hingga tuduhan halusinasi oleh sebagian publik maupun pejabat, Lord Rangga menanggapi hal tersebut dengan santai. Ia menegaskan bahwa setiap orang berhak memberikan pendapat dan pemikirannya. ​Misi Perdamaian Dunia dan Penghentian Konflik. ​Dalam percakapan tersebut, Lord Rangga mengungkapkan berbagai klaim kontroversial terkait perannya dalam menjaga stabilitas global: -​Komunikasi Internasional: Ia mengaku aktif menjalin komunikasi dengan para pimpinan negara-negara luar, termasuk memantau perkembangan dan memberikan imbauan kepada Presiden Korea Utara terkait isu nuklir...

​Menggali Kedigdayaan Sejati Lewat Pitutur Luhur Raden Mas Panji Sosrokartono

Image
PEMALANG — Peradaban Jawa tidak hanya menyimpan rekam jejak sejarah yang panjang, tetapi juga warisan spiritualitas dan falsafah hidup yang mendalam. Dalam gelaran Ngaji Filsafat yang diampu oleh Dr. Fahruddin Faiz, M.Ag ., bahasan mengenai konsep kesaktian dan kedigdayaan masyarakat Jawa masa lalu dibedah melalui pandangan hidup Raden Mas Panji (R.M.P.) Sosrokartono, seorang tokoh spiritual sekaligus kakak kandung dari R.A. Kartini. ​Menurut Dr. Fahruddin Faiz, konsepsi kesaktian orang Jawa masa lalu sering kali disalahpahami sekadar sebagai hal gaib atau mistis semata. Padahal, jika ditelisik dari epistemologi Timur, kedigdayaan tersebut lahir dari olah batin dan kemampuan mengolah daya-daya internal manusia—seperti intuisi, naluri, nurani, dan pasrah—yang saat ini kerap tergerus oleh pola pikir modern yang serba rasional dan bergantung pada materi luar. ​Tiga Fondasi Identitas Jawa ​Dalam ceramahnya, Fahruddin Faiz menguraikan tiga prinsip dasar yang menjadi pedoman ...