Posts

​Berbincang tentang Idealisme dan Pemikiran 'Di Luar Nalar', Lord Rangga Klaim Berkontribusi dalam Mencegah Perang Nuklir Dunia

Image
​ PEMALANG — Habib Ja'far Al Hadar kembali menghadirkan diskusi menarik dalam program podcast Berbeda Tapi Bersama edisi ke-12. Dalam kesempatan tersebut, Habib Ja'far melempar topik perbedaan latar belakang pemikiran antara dirinya yang berbasis rasionalitas dan filsafat, dengan tokoh fenomenal Lord Rangga yang kerap dinilai publik berada dalam tradisi ilusi. ​Meskipun sering dihujani kritik hingga tuduhan halusinasi oleh sebagian publik maupun pejabat, Lord Rangga menanggapi hal tersebut dengan santai. Ia menegaskan bahwa setiap orang berhak memberikan pendapat dan pemikirannya. ​Misi Perdamaian Dunia dan Penghentian Konflik. ​Dalam percakapan tersebut, Lord Rangga mengungkapkan berbagai klaim kontroversial terkait perannya dalam menjaga stabilitas global: -​Komunikasi Internasional: Ia mengaku aktif menjalin komunikasi dengan para pimpinan negara-negara luar, termasuk memantau perkembangan dan memberikan imbauan kepada Presiden Korea Utara terkait isu nuklir...

​Menggali Kedigdayaan Sejati Lewat Pitutur Luhur Raden Mas Panji Sosrokartono

Image
PEMALANG — Peradaban Jawa tidak hanya menyimpan rekam jejak sejarah yang panjang, tetapi juga warisan spiritualitas dan falsafah hidup yang mendalam. Dalam gelaran Ngaji Filsafat yang diampu oleh Dr. Fahruddin Faiz, M.Ag ., bahasan mengenai konsep kesaktian dan kedigdayaan masyarakat Jawa masa lalu dibedah melalui pandangan hidup Raden Mas Panji (R.M.P.) Sosrokartono, seorang tokoh spiritual sekaligus kakak kandung dari R.A. Kartini. ​Menurut Dr. Fahruddin Faiz, konsepsi kesaktian orang Jawa masa lalu sering kali disalahpahami sekadar sebagai hal gaib atau mistis semata. Padahal, jika ditelisik dari epistemologi Timur, kedigdayaan tersebut lahir dari olah batin dan kemampuan mengolah daya-daya internal manusia—seperti intuisi, naluri, nurani, dan pasrah—yang saat ini kerap tergerus oleh pola pikir modern yang serba rasional dan bergantung pada materi luar. ​Tiga Fondasi Identitas Jawa ​Dalam ceramahnya, Fahruddin Faiz menguraikan tiga prinsip dasar yang menjadi pedoman ...

Takdir Sang Pemimpin "Wahyu Makutharama"

Image
​Novel : di Adopsi dari lakon wayang "Wahyu Makutharama". PEMALANG - ​Sebuah petunjuk ghaib menggetarkan jagat Mayapada. Wahyu Makutharama—mahkota spiritual berisi ajaran kepemimpinan sejati Hastabrata milik Sang Hyang Ramawijaya—akan diturunkan ke bumi. Barang siapa yang berhasil menampung wahyu ini, dialah yang akan menurunkan raja-raja besar penguasa. Kurawa dan Pandawa berlomba melintasi marabahaya demi merengkuh takdir tersebut. ​Guncangan di Puncak Suwela. ​Angin malam berhembus dingin menembus hutan rimba di kaki Gunung Suwela. Di istana Astina, Patih Sangkuni berbisik risau kepada Prabu Duryudana. Kabar jatuhnya pusaka ghaib Wahyu Makutharama telah menjadi buah bibir di kalangan para dewa dan raja. ​"Duh Sang Prabu," kata Sangkuni dengan senyum liciknya, "jika wahyu itu sampai jatuh ke tangan para Pandawa, maka purnalah riwayat Kurawa di tanah Amarta dan Astina. Kita harus mendahului mereka!" ​Atas dorongan Sangkuni, Adipati Karna...

Wahyu Cakraningrat

Image
Novel : di-Adaptasi dari lakon Wayang Wahyu Cokro Ningrat. PEMALANG - Guncangan di Kahyangan Suralaya mendadak gempar. Suasana tenang para dewa terganggu oleh getaran hebat dan munculnya teja (cahaya) spiritual dari bumi. Batara Guru berkonsultasi dengan Batara Narada mengenai pertanda alam tersebut. Batara Narada menjelaskan bahwa guncangan itu bukan disebabkan oleh gangguan iblis ataupun kehancuran pertapaan, melainkan pertanda bahwa Wahyu Cakraningrat—pulung wahyu keturunan raja penguasa—siap diturunkan ke marcapada (dunia manusia). Wahyu tersebut akan menjadi lambang kepemimpinan, kejayaan, dan legitimasi bagi penerimanya. Sang Hyang Manikmaya menegaskan bahwa wahyu itu ditakdirkan jatuh kepada seorang kesatria dari trah Saptaarga yang jujur, berbudi luhur, mampu mengendalikan hawa nafsu, serta mengutamakan kepentingan rakyat. 1.Ambisi Tiga Kesatria. Kabar turunnya Wahyu Cakraningrat menyebar ke berbagai kerajaan. Tiga kesatria muda menjadi kandidat utama yang ber...

​Sirnanya Sang Rajamala, "Rojomolo Sirno"

Image
​              Jagal Abilawa Novel : (Di adopsi dari pagelaran Wayang Kulit). ​ PEMALANG - Ancaman Sang Raksasa ​Di Kerajaan Wirata, ketenangan warga mendadak terusik oleh kehadiran sosok raksasa menakutkan bernama Rajamala. Ia adalah manusia raksasa dengan kekuatan luar biasa, kesaktian tanpa tanding, serta watak yang licik dan arogan. Rajamala memanfaatkan kesaktiannya untuk menindas rakyat, menebar teror, dan membuat heboh seluruh negeri. Tak ada satu pun prajurit maupun satria Wirata yang sanggup menundukkannya. ​Sayembara Kerajaan, ​Melihat kondisi negaranya yang kian terancam, Prabu Matsyapati (Raja Wirata) menggelar sayembara terbuka. Barangsiapa yang mampu membinasakan Rajamala, ia akan diberikan hadiah berupa jabatan tinggi serta kehormatan di Kerajaan Wirata. Berita tentang sayembara ini menyebar ke seantero negeri, menarik perhatian para pahlawan dan pesatria, termasuk para Pandawa yang kala itu sedang menjalani masa penyamar...

​Prof. Anhar Gonggong Soroti Darurat Pendidikan, Indonesia Emas 2045 Terancam Tanpa Pembenahan Literasi dan Guru

Image
​ PEMALANG — Sejarawan sekaligus akademisi Prof. Anhar Gonggong melontarkan kritik dan keprihatinan mendalam terhadap kondisi pendidikan nasional saat ini. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa ambisi mewujudkan Indonesia Emas 2045 tidak akan pernah tercapai jika pemerintah dan DPR mengabaikan pembenahan fundamental di sektor pendidikan. ​"Anda boleh mengatakan membuka tambang ini atau tambang itu untuk ekonomi, tetapi jika pendidikannya tidak berjalan dengan baik, maka hal lainnya tidak akan berarti apa-apa untuk menuju Indonesia Emas," tegas Prof. Anhar. ​Sorotan Utama: Krisis Literasi hingga Isu Anggaran Daerah ​Dalam paparannya, Prof. Anhar menggarisbawahi sejumlah persoalan krusial yang tengah melanda sistem pendidikan nasional: -​Rendahnya Tingkat Literasi Anak Sekolah Prof. Anhar menyoroti fenomena memprihatinkan di mana masih ditemukan siswa tingkat SMP bahkan SMA yang belum lancar membaca. Maraknya paparan media sosial disebut turut mengikis mina...

​Kresna Duta

Image
Novel di ​Adopsi Cerita Lakon Wayang Kresna Duta,oleh Ki Dalang Seno Nugroho. PEMALANG - ​Ketegangan di Paseban Agung Hastinapura, ​Di balai penghadapan Paseban Agung Kerajaan Hastinapura, suasana terasa begitu tegang dan berat. Raja Hastinapura, Prabu Duryudana, duduk di takhtanya didampingi para sesepuh dan penasihat kerajaan: Resi Durna, Patih Sengkuni, Prabu Salya dari Mandaraka, serta Narpati Basukarna dari Ngawangga. Rencana ​Pertemuan hari itu membahas satu isu krusial yang menentukan nasib bangsa Kurawa dan Pandawa tentang pengembalian hak wilayah Pandawa yang telah selesai menjalani hukuman buang selama 13 tahun. ​Resi Durna serta Prabu Salya mengingatkan agar hak-hak Pandawa diserahkan secara damai demi menghindari pertumpahan darah dan kehancuran. Namun, Patih Sengkuni dan Basukarna berpandangan lain. Adipati Karna menegaskan kejayaannya dan kesetiaannya pada Duryudana, menganggap tuduhan bahwa Kurawa bertindak curang sebagai penghinaan. Perdebatan sengit pun...