Posts

PBNU Gelar Konferensi Pers Hasil Muktamar ke-35 NU, Dorong Zakat Pengurang Pajak hingga Larangan Rangkap Jabatan

Image
​ PEMALANG — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi memaparkan hasil-hasil keputusan Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur. Konferensi pers tersebut dipimpin oleh panitia penyelenggara dan jajaran Steering Committee (SC) guna menyampaikan seluruh keputusan strategis organisasi, rekomendasi nasional, hingga aspek keagamaan (Bahsul Masail). ​1. Evaluasi Penyelenggaraan dan Keabsahan Kepemimpinan Baru. ​Mantan Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menegaskan bahwa seluruh rangkaian Muktamar ke-35 berlangsung secara tertib, tepat waktu, dan transparan. Untuk pertama kalinya, pendaftaran peserta dikawal ketat menggunakan teknologi berbasis cip dan Artificial Intelligence (AI) guna mencegah adanya peserta ilegal, Gedung PBNU, Jakarta, 3 September 2026 . ​Gus Ipul juga menegaskan keabsahan terpilihnya K.H. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan K.H. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai...

​Soroti Dinamika Muktamar, PBNU Diminta Fokus Jalankan Fungsi Administratif dan Pelayanan Warga

Image
​ PEMALANG — Dinamika internal menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) kerap memicu keramaian dan spekulasi publik. Menanggapi hal tersebut, Ahmad Muwafiq atau lebih dikenal dengan Kyai Muwafiq atau Gus Muwafiq, menyampaikan bahwa, proses muktamar dinilai seharusnya mengedepankan transparansi dan kegembiraan, ketimbang dilakukan secara tertutup atau menggunakan wacana-wacana luar biasa. ​Dalam sebuah diskusi, disampaikan bahwa muktamar pada dasarnya adalah pesta warga Nahdliyin. Segala bentuk perbedaan pendapat atau dinamika pemilihan ketua idealnya diselesaikan secara terbuka sebelum pelaksanaan muktamar, bukan melalui mekanisme yang membingungkan masyarakat. ​Gus Muwafiq juga menyatakan,  bagi warga NU di tingkat akar rumput, ajang muktamar merupakan momen silaturahmi antar kiai dan ulama. Siapa pun yang terpilih menjadi ketua umum tidak mengurangi esensi ajaran dan tradisi yang selama ini dijalankan oleh warga Nahdliyin. Aktivitas keagamaan seperti tahlilan dan pe...

Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) Mengusung Tema Resmi “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah Untuk Kemaslahatan Bangsa”

Image
PEMALANG - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) telah selesai diselenggarakan bertempat di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada tanggal 27 hingga 31 Agustus 2026. Berikut adalah ringkasan hasil dan informasi penting dari Muktamar ke-35 NU, Pimpinan Terpilih (Masa Khidmat 2026–2031 ) ; -Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar kembali terpilih dan diberi amanah sebagai Rais Aam. -Ketua Umum PBNU, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Perubahan Mekanisme Pemilihan (AHWA), Muktamar ke-35 ini mencatat sejarah penting karena mengubah sistem pemilihan Ketua Umum PBNU yang sebelumnya menggunakan sistem langsung (one man one vote) menjadi musyawarah melalui tim Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Prosesnya dimulai dengan penyaringan bakal calon oleh peserta muktamar untuk mendapatkan lima besar nama, yang kemudian diserahkan kepada 9 ulama anggota AHWA terpilih untuk bermusyawarah dan menetapkan Ketua U...

Taujihat K.H. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) dalam acara Halaqah RMI (Rabithah Ma’ahid Islamiyah) Muktamar ke-35 NU

Image
PEMALANG - ​Gus Mus di Halaqah RMI NU, Pesantren Adalah Lembaga Educating (Tarbiyah), Bukan Sekadar Pengajaran, lebih lanjut KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) menyampaikan pandangan mendalam mengenai hakikat pesantren, peran kiai, serta reposisi struktur Nahdlatul Ulama (NU), penyampaian tersebut disampaikan dalam ceramah arahan (taujihat) pada acara Halaqah Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) menjelang Muktamar Ke-35 NU, Sabtu (29/8/2026). ​-Kiai Sebagai 'Raja' dan Fenomena Putra Mahkota Pesantren, ​Gus Mus membuka tausiyahnya dengan mengenang perdebatan hangat bersama Almaghfurlah K.H. Sahal Mahfudh. Kala itu, Gus Mus mengistilahkan bahwa kiai adalah "raja" dan pesantren adalah "kerajaannya". Hal ini didasari atas kepatuhan penuh para santri terhadap dawuh serta arahan kiai. ​Gus Mus juga menyoroti regenerasi kepemimpinan pesantren. Dahulu, keberlangsungan kepemimpinan secara otomatis diteruskan oleh para "Gus" sebagai putra mahkota. N...

Sukseskan Peringatan Hut Ke-81 Ri, Camat Petarukan Apresiasi Peran Aktif Masyarakat

Image
​ PEMALANG – Rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, berlangsung meriah dan penuh khidmat. Suksesnya seluruh agenda tersebut mendapat apresiasi tinggi dari pihak pemerintah kecamatan. ​Camat Petarukan, Muhibin, A.Md , S.H., menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat yang telah berpartisipasi serta mendukung penuh jalannya acara dari awal hingga akhir. ​"Atas nama Pemerintah Kecamatan Petarukan, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, instansi, lembaga, pelaku usaha, komunitas, tokoh masyarakat, dan seluruh warga masyarakat. Kebersamaan ini sukses mengawal seluruh rangkaian kegiatan HUT Ke-81 RI," Ucap Muhibin, seperti yang tertulis dalam booklet informasi. ​Dirinya juga menambahkan bahwa, "antusiasme warga merupakan cerminan nyata dari semangat kebersamaan dan rasa ci...

Sadumuk Bathuk Melambangkan Sejiwa Atau Sejengkal Kehormatan Diri, Sedangkan Sanyari Bumi Merujuk Pada Sebidang Tanah Atau Hak Legal Yang Dimiliki

Image
PEMALANG - Ungkapan tradisional Jawa “Sadumuk bathuk, sanyari bumi” sering kali disalahartikan sebagai pemicu permusuhan atau konflik. Padahal, jika digali lebih dalam, falsafah ini justru memegang makna luhur mengenai kehormatan dan batas-batas hak yang patut dipertahankan. ​Dalam kebudayaan Jawa, istilah sadumuk bathuk melambangkan sejiwa atau sejengkal kehormatan diri, sedangkan sanyari bumi merujuk pada sebidang tanah atau hak legal yang dimiliki. Prinsip ini menegaskan bahwa harga diri, keadilan, dan hak sah seseorang merupakan hal mutlak yang patut dijaga serta diperjuangkan agar tidak dirampas begitu saja oleh orang lain. Dalam ​Perspektif Psikologi Modern, ​Sikap mempertahankan kehormatan ini sejalan dengan teori psikologi modern dari Nathaniel Branden mengenai self-esteem (harga diri). Branden menjelaskan bahwa individu dengan harga diri yang sehat memiliki kemampuan untuk menetapkan batasan pribadi yang jelas terhadap lingkungan sekitar. ​Mempertahankan nilai-...

​Blak-blakan Gus Dur, Dari Drama Pelengseran, Kebijakan Kontroversial, hingga Peluang Kembali Nyapres

Image
PEMALANG — Presiden ke-4 Republik Indonesia, Almarhum Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, angkat bicara secara blak-blakan mengenai liku-liku masa pemerintahannya, dinamika pelengserannya dari Istana Negara, hingga alasan di balik sejumlah keputusan politiknya yang kontroversial. Pelengseran yang Dianggap Melanggar Konstitusi, ​Gus Dur menegaskan bahwa pencopotannya dari kursi kepresidenan oleh MPR merupakan keputusan yang tidak sah secara hukum dan sarat dengan manuver politik belaka. ​Dua Sosok Kunci, Menurut Gus Dur, dua figur utama yang paling bertanggung jawab atas pelengserannya adalah Amien Rais dan Megawati Soekarnoputri. ​Memilih Mengalah demi Bangsa, meskipun didukung oleh ratusan ribu massa yang siap datang ke Jakarta, Gus Dur memilih turun dari jabatan untuk mencegah terjadinya perang saudara dan pertumpahan darah. ​Memaafkan Tanpa Musuh, terkait hubungannya yang tetap harmonis dengan lawan-lawan politiknya pasca-pelengseran, Gus Dur menyatakan telah memaafkan...