Posts

Sukseskan Peringatan Hut Ke-81 Ri, Camat Petarukan Apresiasi Peran Aktif Masyarakat

Image
​ PEMALANG – Rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, berlangsung meriah dan penuh khidmat. Suksesnya seluruh agenda tersebut mendapat apresiasi tinggi dari pihak pemerintah kecamatan. ​Camat Petarukan, Muhibin, A.Md , S.H., menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat yang telah berpartisipasi serta mendukung penuh jalannya acara dari awal hingga akhir. ​"Atas nama Pemerintah Kecamatan Petarukan, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, instansi, lembaga, pelaku usaha, komunitas, tokoh masyarakat, dan seluruh warga masyarakat. Kebersamaan ini sukses mengawal seluruh rangkaian kegiatan HUT Ke-81 RI," Ucap Muhibin, seperti yang tertulis dalam booklet informasi. ​Dirinya juga menambahkan bahwa, "antusiasme warga merupakan cerminan nyata dari semangat kebersamaan dan rasa ci...

Sadumuk Bathuk Melambangkan Sejiwa Atau Sejengkal Kehormatan Diri, Sedangkan Sanyari Bumi Merujuk Pada Sebidang Tanah Atau Hak Legal Yang Dimiliki

Image
PEMALANG - Ungkapan tradisional Jawa “Sadumuk bathuk, sanyari bumi” sering kali disalahartikan sebagai pemicu permusuhan atau konflik. Padahal, jika digali lebih dalam, falsafah ini justru memegang makna luhur mengenai kehormatan dan batas-batas hak yang patut dipertahankan. ​Dalam kebudayaan Jawa, istilah sadumuk bathuk melambangkan sejiwa atau sejengkal kehormatan diri, sedangkan sanyari bumi merujuk pada sebidang tanah atau hak legal yang dimiliki. Prinsip ini menegaskan bahwa harga diri, keadilan, dan hak sah seseorang merupakan hal mutlak yang patut dijaga serta diperjuangkan agar tidak dirampas begitu saja oleh orang lain. Dalam ​Perspektif Psikologi Modern, ​Sikap mempertahankan kehormatan ini sejalan dengan teori psikologi modern dari Nathaniel Branden mengenai self-esteem (harga diri). Branden menjelaskan bahwa individu dengan harga diri yang sehat memiliki kemampuan untuk menetapkan batasan pribadi yang jelas terhadap lingkungan sekitar. ​Mempertahankan nilai-...

​Blak-blakan Gus Dur, Dari Drama Pelengseran, Kebijakan Kontroversial, hingga Peluang Kembali Nyapres

Image
PEMALANG — Presiden ke-4 Republik Indonesia, Almarhum Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, angkat bicara secara blak-blakan mengenai liku-liku masa pemerintahannya, dinamika pelengserannya dari Istana Negara, hingga alasan di balik sejumlah keputusan politiknya yang kontroversial. Pelengseran yang Dianggap Melanggar Konstitusi, ​Gus Dur menegaskan bahwa pencopotannya dari kursi kepresidenan oleh MPR merupakan keputusan yang tidak sah secara hukum dan sarat dengan manuver politik belaka. ​Dua Sosok Kunci, Menurut Gus Dur, dua figur utama yang paling bertanggung jawab atas pelengserannya adalah Amien Rais dan Megawati Soekarnoputri. ​Memilih Mengalah demi Bangsa, meskipun didukung oleh ratusan ribu massa yang siap datang ke Jakarta, Gus Dur memilih turun dari jabatan untuk mencegah terjadinya perang saudara dan pertumpahan darah. ​Memaafkan Tanpa Musuh, terkait hubungannya yang tetap harmonis dengan lawan-lawan politiknya pasca-pelengseran, Gus Dur menyatakan telah memaafkan...

Rahasia Hubungan Sosial dan Mindset Strategis, Seni Mengelola Persepsi dan Utang Budi

Image
PEMALANG - ​Dalam navigasi kehidupan sehari-hari, keberhasilan seseorang sering kali tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan teknis, melainkan oleh seni memahami psikologi manusia dan dinamika sosial. Mengelola ekspresi diri, menjaga jarak emosional pada situasi tertentu, hingga menyikapi persepsi orang lain menjadi kunci utama agar tidak mudah dimanipulasi. ​Prinsip Efisiensi Sosial dan Kerendahan Hati, ​banyak orang terjebak dalam godaan untuk selalu terlihat sukses di hadapan teman atau kerabat. Padahal, menunjukkan kemewahan secara telanjang sering kali memicu rasa iri dan konflik yang tidak perlu. ​Menyembunyikan Pencapaian, ketika dikritik atau dirimehkan oleh kerabat mengenai barang bermerek atau kendaraan mahal, membalas dengan kerendahan hati palsu atau berpura-pura masih memiliki beban finansial (seperti kredit) jauh lebih efektif menenangkan kecemburuan sosial daripada memamerkan harga asli. ​Bantuan Secukupnya, menolong orang lain hendaknya tidak dilakukan de...

Surino Usung Visi "Lodaya Maju dan Transparan", Siap Abdikan Diri Jadi Kepala Desa

Image
​ PEMALANG – Semangat baru berhembus di Desa Lodaya menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Sosok pemuda yang dikenal tegas dan peduli, Surino, secara resmi menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai Calon Kepala Desa Lodaya kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang. Mengusung jargon "Muda, Berani, Peduli, dan Siap Mengabdi untuk Desa yang Lebih Maju", Surino berkomitmen membawa perubahan nyata bagi desa tercinta, Minggu (30/8/2026). ​Dengan prinsip "Umur Cuma Angka, Kerja Keras Dan Amanah Itu Bikin Orang Percaya", Surino optimistis dapat merangkul seluruh lapisan masyarakat dalam suasana guyub rukun demi mewujudkan Desa Lodaya yang transparan, maju, dan berdaya saing. ​Visi dan Program Unggulan ​Untuk mewujudkan "Lodaya Yang Lebih Baik", Surino telah menyiapkan lima langkah strategis (misi) utama yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat, pembangunan, dan keterbukaan tata kelola pemerintahan ; 1.​Penguatan Ekonomi Desa, mengembangk...

M. Danu Ginanjar, Hadir Dalam Kontestasi Pilkades Sokawati, Menyamakan Persepsi Dengan Seluruh Warga, Menuju Era Tata Kelola Pemerintahan Mewujudkan Kesejahteraan

Image
PEMALANG – Mengusung komitmen pelayanan berbasis ketulusan dan kepastian pembangunan, M. Danu Ginanjar secara resmi menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai Calon Kepala Desa Sokawati kecamatan Ampelgading Kabupaten Pemalang, Sabtu (29/8/2026). Membawa semangat pembaruan, calon pemimpinan muda yang turut dalam Kontestasi Pilkades didesa Sokawati, sengaja hadir untuk menyamakan persepsi dengan seluruh warga, agar membawa Desa Sokawati menuju era tata kelola pemerintahan yang transparan, responsif, dan berorientasi penuh pada kesejahteraan masyarakat. Dalam keterangannya, Danu Ginanjar, menyatakan, "Kami membawa landasan prinsip perjuangan yang kita rangkum dalam gagasan utama untuk menjadi arah gerak ke depan Pembangunan Desa". Tidak tanggung tanggung, berbentuk kesungguhan niatnya tertuang dalam ​Visi Utama, "MELAYANI DENGAN HATI", dengan segenap upaya untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang humanis, terbuka, dan sigap mengay...

Pentingnya Kesadaran Diri: Menyelami Filosofi "Eling lan Waspada, Tanggap ing Sasmito" dalam Kehidupan Modern

Image
PEMALANG - ​Filosofi Jawa kuno "Eling lan waspada, tanggap ing sasmito" kembali menjadi sorotan karena relevansinya yang sangat kuat dengan dinamika kehidupan modern. Ajaran ini menekankan pentingnya kesadaran diri (mindfulness) dan kepekaan terhadap tanda-tanda di sekitar kita, bukannya hidup dalam rasa curiga yang berlebihan. Unggahan tayangan video Channel Facebook Yufita Ernawati SSi, menyebutkan dalam konteks ajaran ini, tiga konsep utama menjadi pilar dalam menghadapi tantangan hidup sehari-hari ; -​Eling (Ingat dan Sadar), Mengajak seseorang untuk selalu ingat akan tujuan hidup dan tetap dalam keadaan sadar penuh, sehingga tidak kehilangan arah dalam melangkah. -​Waspada (Hati-hati), Menekankan sikap berhati-hati dan tidak mudah lengah agar terhindar dari jebakan atau kesalahan yang tidak perlu. -​Tanggap ing Sasmito (Peka Situasi), Menuntut kepekaan untuk membaca tanda-tanda, situasi, atau isyarat tersirat yang sering kali tidak diungkapkan secara lan...