Transformasi Paradigma Keberlimpahan Melalui Hukum Akibat-Sebab (The Law of Effect-Cause)
PEMALANG - Pembatasan Realitas dalam Fisika Klasik dan Matriks Dimensi Tiga, dalam paradigma berpikir konvensional, manusia umumnya terkondisikan oleh model deterministik Fisika Klasik (Newtonian) yang beroperasi pada ruang dimensi ketiga (panjang, lebar, tinggi) dan dimensi keempat yang linier (waktu). Di dalam matriks ini, hukum yang berlaku mutlak adalah Hukum Sebab-Akibat (Cause and Effect). Dalam tayangan Https://youtube.com/watch?v=CAHJBW1LlMw&si=cpfVAjm1InWvfgIi, disebutkan, Secara matematis, kesadaran konvensional menempatkan subjek pada fungsi linier y = f(x), di mana x adalah variabel independen (sebab/upaya fisik/uang) dan y adalah variabel dependen (akibat/kebahagiaan/keberlimpahan). Pendekatan deterministik ini memaksa otak untuk terus-menerus bertanya "Bagaimana caranya?" (How?), Pertanyaan ini secara otomatis membatasi peluang (probabilitas kuantum) karena subjek terfokus pada keterbatasan realitas fisik saat ini. Akibatnya, individu terjebak ...