Langkah Kebenaran Prabu Salya Dibegal Saat Berada Perbatasan Perbukitan Mandaraka
PEMALANG - Puncak konflik di tengah (saat Prabu Salya mengalami pangudarasa / frustrasi berat), lalu mundur ke awal (melihat bagaimana ia "dibegal" oleh Kurawa), dan diakhiri dengan melangkah maju ke masa depan (menerima pencerahan dari Semar & Batara Narada hingga menyongsong takdir Baratayudha). Jeritan di Dalam Tenda Mandaraka, Malam Sebelum Baratayudha, ada Gamelan penobatan Senapati perang Kurawa telah surut di luar, meninggalkan keheningan yang mencekik di dalam kemah Prabu Salya. Sang Raja Mandaraka yang gagah berani itu terduduk di tanah. Mahkota emasnya tergeletak tak berdaya di atas debu. Rasa kecewa, hampa, dan kegagalan total membakar dada Salya hingga ke puncak tertinggi. Ia menatap telapak tangannya sendiri—tangan yang menyimpan Aji Candrabirawa, kesaktian tanpa tanding yang kini terasa tak berguna. "Kanggo apa aku urip?" (Untuk apa aku hidup?) jerit Salya dalam kebatinan yang teramat dalam. "Kanggo apa aku kasinungan ...