Di Balik Pintu Rumah, Ketika Saat Sosok Ayah Merasa Terasing di Rumah Sendiri
PEMALANG - Di tengah riuk rendah kehidupan modern, ada sebuah fenomena halus namun nyata yang kerap terjadi di balik pintu-pintu rumah kita, meleburnya wibawa dan rasa hormat terhadap sosok ayah. Banyak pria—yang saban hari memeras keringat di luar rumah demi memastikan dapur tetap ngebul dan pendidikan anak terjamin—tiba-tiba merasa menjadi "orang asing" di tengah keluarganya sendiri. Padahal, dalam pandangan Islam, ayah adalah pilar utama rumah tangga. Rasulullah SAW menegaskan betapa agungnya posisi orang tua dalam sabdanya, "Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah. Jika engkau mau, jagalah pintu itu atau sia-siakanlah." (HR. Tirmidzi). Namun di lapangan, observasi menunjukkan pola yang makin sering berulang. Ayah tak lagi disapa hangat saat melangkah masuk rumah. Suaranya dalam forum keluarga sering kali dianggap angin lalu, bahkan keputusannya tak jarang disanggah dengan nada tinggi. Posisi ayah perlahan tergeser hanya menjadi fung...