Maturnuwun Gusti
Ilustrasi Tokoh Kawulo. Cerpen. PEMALANG - Di sebuah sudut desa yang tenang, hiduplah seorang pria bernama Kawulo yang dalam hidupnya pernah melewati berbagai gelombang cobaan. Dahulu, Kawulo selalu mengejar ambisi dan rasa takut akan masa depan. Ia kerap merasa khawatir, menghitung-hitung apa yang belum ia miliki, dan merasa dibebani oleh riuh ujian duniawi. Suatu sore, Kawulo duduk bersimpuh di pendopo rumahnya saat angin berembus lembut melintasi dedaunan. Di tengah alunan tabuhan gamelan yang sayup-sayup terdengar, ia menarik napas dalam-dalam. Pada hela napas itu, ia menyadari sesuatu yang sederhana namun agung: setiap hela napas yang masih bisa ia hirup adalah bentuk kasih sayang Sang Pencipta yang tiada henti. Kawulo mulai menyadari bahwa hidup sejatinya hanyalah menjalankan peran (sadhermo nglakoni). Tugas manusia bukanlah memikul seluruh beban dunia sendirian, melainkan melangkah sebaik mungkin dan berserah diri secara penuh (pasr...