Filosofi "Tuna Satak, Bathi Sanak", Nilai Hubungan Lebih Utama dibanding Keuntungan Sesaat
PEMALANG — Ungkapan tradisional Jawa “Tuna satak, Bathi sanak” (dibaca Tuno Satak, Bathi Sanak), kini kembali relevan di tengah dinamika bisnis dan kehidupan sosial modern. Ungkapan yang memiliki arti "rugi sedikit tidak mengapa, asalkan mendapat persaudaraan" ini menekankan pentingnya menjaga hubungan baik daripada mengejar profit finansial jangka pendek. Dalam ranah profesional maupun keseharian, kerugian materi dalam skala kecil kerap menjadi harga yang wajar untuk membangun kepercayaan (trust) dan memperluas jaringan relasi. Relasi yang berlandaskan rasa percaya terbukti membuka peluang keberhasilan yang jauh lebih besar dan berkelanjutan di masa depan. Pandangan ini sejalan dengan konsep yang dikemukakan oleh psikolog organisasi ternama, Adam Grant. Dalam studi mengenai perilaku sosial di tempat kerja, Grant menjelaskan bahwa individu yang memiliki kecenderungan membantu sesama serta fokus membangun hubungan erat (givers) berpeluang lebih tinggi meraih...