​Keutamaan Menjaga Salat dan Pentingnya Berpegang Teguh pada Ulama

PEMALANG - ​Acara pengajian rutin Lailatul Ijtima yang diselenggarakan oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Losari bertempat di Musala Al-Hafidz, Gang Cempaka, Rt03 Rw02, berlangsung dengan khidmat. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus NU (Syuriyah, Tanfidziyah, dan badan otonom seperti Muslimat, Fatayat, Ansor, Banser, IPNU, dan IPPNU) serta masyarakat setempat. 


​Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Ustadz Fakhrozi selaku Tanfidiyah Ranting NU Desa Losari kecamatan Ampelgading kabupaten Pemalang, Minggu (27/9/2026).
Dalam sambutannya, Ustadz Fakhrozi menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada pengurus dan jemaah Musala Al-Hafidz atas kebersamaan dalam menyelenggarakan kegiatan rutin bulanan ini.
"Kami mendoakan agar seluruh pihak yang berkontribusi mendapat keberkahan hidup", ujar Ustadz Fakhrozi.
​Selain itu, ia menegaskan pesan dari sesepuh NU untuk terus berjuang bersama NU. Jemaah diimbau agar tidak menjauhi NU serta tidak mudah membenci pengurusnya.
Di akhir sambutan, pihak PRNU memberikan amanah kepada Ansor dan Banser untuk mengkoordinasikan lokasi serta jalannya kegiatan Lailatul Ijtima pada bulan-bulan berikutnya. 
​Acara dilanjutkan dengan tausiyah keagamaan diisi oleh Ustadz Diardi Samekto Aji selaku Syuriah NU Ranting Losari, memaparkan pentingnya menjalankan ibadah salat fardu lima waktu. Berdasarkan kutipan ayat Al-Qur'an dan hadis Nabi, dipaparkan bahwa salat adalah tiang agama dan amalan pertama yang akan dihisab di hari kiamat.
Ustadz Samekto Aji, juga menjelaskan bahwa orang yang istikamah menjaga salat lima waktu akan dianugerahi lima kemuliaan oleh Allah SWT, antara lain ;1.​Dihilangkan kesempitan hidupnya. 2.​Diangkat atau dibebaskan dari siksa kubur. 3.​Diberikan catatan amal perbuatannya melalui tangan kanan. 4.​Mampu melewati jembatan Sirathal Mustaqim dengan lancar. 5.​Dimasukkan ke dalam surga tanpa hisab. 
​Selanjutnya, Ustadz Samekto, memperjelas konsekuensi bagi orang yang meremehkan atau meninggalkan salat lima waktu. Mengutip ajaran ulama, dijelaskan bahwa ada 15 ancaman siksaan bagi orang yang meremehkan salat. Enam di antaranya diberikan di dunia, seperti ;-​Dicabut keberkahan dari umurnya. -​Dihapus tanda-tanda orang saleh dari wajahnya. -​Seluruh amal kebaikannya tidak diberi pahala oleh Allah SWT. -​Doa-doanya tidak akan diangkat ke langit (tidak diterima). -​Tidak mendapatkan bagian dari doanya orang-orang saleh. -​Ruh atau nyawanya dicabut dalam keadaan tanpa membawa iman (su'ul khatimah). 
​Sementara itu, tiga siksaan lainnya diberikan pada saat menghadapi sakaratul maut, tiga siksaan saat berada di dalam alam kubur, dan tiga siksaan sisanya kelak saat berhadapan dengan Allah SWT di hari kiamat.
Penjelasan ini menjadi pengingat bagi seluruh jemaah untuk selalu menjaga kualitas ibadah dan senantiasa beristiqamah. ​Rangkaian acara Lailatul Ijtima tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama untuk memohon keselamatan, ketenteraman hati, serta keberkahan bagi masyarakat dan organisasi NU.
(Eko B Art). 

Comments

Popular posts from this blog

Sebanyak Tujuh Perwakilan Sekolah Siap Bertanding Membawa Nama Baik Kecamatan Petarukan Dalam FTBI Tingkat Kabupaten Tahun 2026

​HUT IGTKI ke-76 Kabupaten Pemalang Meneguhkan Komitmen Guru Sejahtera dan Pendidikan Berkualitas Menuju Wajib Belajar 13 Tahun

​Gagas Visi "Sinau Seduluran", Eko Budiarto Ajak Warga Losari Membangun Desa dengan Hati