Gagas Visi "Sinau Seduluran", Eko Budiarto Ajak Warga Losari Membangun Desa dengan Hati
"Filosofi "Sinau Seduluran" ini dimaknai secara mendalam sebagai gerakan Sesarengan Mbangun Desa Losari Soko Ati (Bersama-sama Membangun Desa Losari dari Hati). Narasi ini membawa pesan edukatif bahwa pembangunan fisik harus berjalan selaras dengan keharmonisan sosial dan integritas kepemimpinan", hal tersebut disampaikan Eko Budiarto di kediamannya, Rabu (29/4/2026).
Visi "SINAU": Fondasi Kesejahteraan Desa
Eko Budiarto membedah visi SINAU sebagai target capaian yang ingin diwujudkan bagi masyarakat Losari, yang meliputi:
Santun Warganya: Menjaga etika dan karakter luhur dalam bermasyarakat.
Isi Padat Rezekinya: Fokus pada peningkatan taraf ekonomi warga.
Nyaman Lingkungannya: Mewujudkan tata ruang desa yang asri dan sehat.
Akur Kebersamaannya: Mempererat solidaritas antar-warga.
Utama Dalam Pelayanan: Transformasi birokrasi desa yang cepat dan responsif.
Misi "SEDULURAN": Program Kerja Nyata dan Berkelanjutan
Untuk merealisasikan visi tersebut, Eko menawarkan sembilan langkah strategis dalam misi SEDULURAN yang mencakup berbagai aspek fundamental desa:
Pemerataan Pembangunan: Mewujudkan keadilan infrastruktur melalui perbaikan jalan, drainase air, hingga penerangan gang di seluruh dusun secara adil (Empan Papan).
Pemberdayaan Ekonomi & Pemuda: Mendorong kemajuan usaha warga serta membuka ruang kreativitas bagi generasi muda untuk berkarya nyata.
Integritas Kepemimpinan: Menjalankan roda pemerintahan yang jujur, terbuka, dan bersih (Lakon Apik).
Kesejahteraan Sosial & Alam: Merawat kesehatan masyarakat dan melestarikan lingkungan agar tetap terjaga bagi generasi mendatang.
Edukasi Politik: Persiapan Dini demi Perubahan
Meski pelaksanaan pemilihan kepala desa masih cukup lama, Eko Budiarto menekankan pentingnya melakukan "ancang-ancang" atau persiapan sejak dini. Langkah ini dimaksudkan sebagai bentuk edukasi politik agar masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk memahami, menelaah, dan menagih bukti dari setiap program yang ditawarkan.
"Membangun Desa Losari tidak bisa dilakukan secara instan. Kita butuh ketulusan hati dan gotong royong yang rukun selamanya (Guyub Rukun Saklawase). Konsep ini adalah janji kerja yang ingin saya buktikan secara nyata, bukan sekadar janji politik," tegas Eko Budiarto dalam pernyataannya.
Melalui visi dan misi ini, masyarakat Desa Losari diajak untuk menjadi bagian aktif dalam transformasi desa yang lebih modern, transparan, namun tetap berpijak pada nilai-nilai persaudaraan yang kuat.
Pesan Utama, "Sinau Seduluran: Membangun Losari dengan Aksi Nyata dan Ketulusan Hati," Pungkas Eko Budiarto.
(**Red/).
Comments
Post a Comment