Tasyakuran Adalah Tradisi Unik Yang Penuh Makna Dalam Budaya Indonesia, Makan Bersama (Riyoyo) Mengungkapkan Rasa Syukur Atas Nikmat Yang Diberikan Allah SWT
PEMALANG - Musholla Al-Hafizh RT03 RW02 Losari Ampelgading baru saja mengadakan acara tasyakuran dan gema kebersamaan dalam rangka merayakan Idhul Fitri 1447 H. Acara ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan rasa kebersamaan antar warga. Dalam acara tersebut, warga Musholla Al-Hafizh berkumpul untuk melakukan doa bersama dan saling bermaafan dan dilanjutkan makan bersama. Selain itu, mereka juga menggelar makan bersama sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan.
"Tasyakuran adalah tradisi unik yang penuh makna dalam budaya Indonesia, yang dilakukan untuk mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas berbagai nikmat yang diberikan oleh Tuhan. Acara seperti ini juga menjadi wujud nyata dari kebersamaan dalam masyarakat, di mana orang-orang dari berbagai latar belakang dapat berkumpul dan saling berbagi kebahagiaan", hal tersebut sampaikan Karyudi selaku Penasehat Mushollah Al-Hafizh sekaligus Ketua RT 03 RW 02. Sabtu (21/3/2026).
"Semoga acara seperti ini dapat terus meningkatkan rasa kebersamaan dan keharmonisan antar warg", tambahnya.
"Momen Idhul Fitri memang momen yang pas buat merekatkan kembali hubungan keluarga, Kebersamaan dalam suasana lebaran bisa jadi ghiroh (semangat) baru buat keluarga besar Rt 03", tandas Karyudi.
Dalam kesempatan yang sama, Imam Musholla Al hafizh Rifa'i Zulmi juga menyatakan bahwa "Tasyakuran di Idul Fitri ini adalah momen berbagi kebahagiaan dan rasa syukur atas nikmat yang sudah diberikan Allah SWT".
"Kita bersyukur dan berkumpul dengan mengadakan makan-makan bersama keluarga dan teman-teman, saling bermaafan, dan berdoa bareng. Intinya, momen ini buat memperkuat silaturahmi dan mengucap syukur atas semua yang sudah kita lalui selama setahun, sambil berharap yang lebih baik di tahun depan", pungkas Ustadz Zulmi.
Dalam keterangannya pembawa acara Eko Yoto, juga menerjemahkan bahwa, Tasyakuran Idul Fitri itu intinya adalah wujud syukur dan kebahagiaan setelah sebulan penuh puasa Ramadan. Ada beberapa makna yang bisa diambil:
1. Syukur atas nikmat: Mengucap syukur atas kesempatan menjalani puasa dan ibadah lainnya selama Ramadan.
2. Memaafkan dan membersihkan diri: Momen untuk saling memaafkan, membersihkan hati, dan memulai yang baru.
3. Silaturahmi dan kebersamaan: Memperkuat hubungan dengan keluarga, teman, dan komunitas.
4. Bersyukur atas kemenangan: Merayakan "kemenangan" atas perjuangan menahan diri selama puasa.
(Eko B Art).
Comments
Post a Comment