Prabowo Paparkan Capaian 21 Bulan Pemerintahan pada Sidang Tahunan MPR 2026
Dalam pidato yang berlangsung mendalam dan penuh semangat tersebut, Presiden Prabowo memaparkan laporan kinerja lembaga-lembaga negara serta berbagai capaian program kerja pemerintahannya selama 21 bulan (663 hari) masa kepemimpinannya bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
1. Pembukaan dan Refleksi Mandat Kepemimpinan
Presiden Prabowo membuka pidatonya dengan menyapa seluruh pimpinan lembaga tinggi negara, mantan presiden dan wakil presiden, jajaran Kabinet Merah Putih, pimpinan partai politik, serta tamu undangan diplomatik. Ia menegaskan komitmennya terhadap sumpah jabatan yang diucapkannya pada 20 Oktober 2024 untuk memimpin bangsa secara jujur dan mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia.
Selama 21 bulan memimpin, Presiden menekankan empat pedoman utama pemerintahan:
Melaksanakan perintah UUD 1945.
Menjaga dan mengelola kepentingan inti nasional (core national interests).
Mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu sesingkat-singkatnya.
Berorientasi pada kesejahteraan rakyat dan generasi mendatang.
Dalam kurun waktu tersebut, pemerintah telah menetapkan 121 kebijakan transformatif—rata-rata satu kebijakan setiap lima hari.
2. Lompatan Swasembada Pangan dan Kemandirian Energi
Di sektor pangan, Presiden mengumumkan pencapaian swasembada pangan yang berhasil diraih dalam waktu 1 tahun, jauh lebih cepat dari target awal 4 tahun.
Penurunan Harga Pupuk, Pemerintah menghapuskan 145 aturan distribusi dan berhasil menurunkan harga pupuk sebesar 20% untuk pertama kalinya dalam sejarah, sembari meningkatkan suplai pupuk bagi petani. Pada saat yang sama, BUMN PT Pupuk Indonesia mencatatkan lonjakan laba hingga 252,8%.
8 Komoditas Swasembada, Indonesia telah mencapai swasembada beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Kemandirian BBM (Solar B50), Melalui penerapan program biodiesel B50 dari kelapa sawit per 1 Juli 2026, Indonesia telah menghentikan impor solar dan menghemat devisa negara sebesar Rp70 triliun (setara USD 9,5 miliar).
3. Laporan Kinerja Lembaga-Lembaga Negara
Presiden memaparkan capaian berbagai lembaga tinggi negara sebagai wujud sinergi dan gotong-royong nasional,
DPR RI & DPD RI, DPR berhasil mengundangkan 13 RUU hingga Juli 2026, salah satunya UU No. 2 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga. Sementara DPD telah menghimpun 10.883 aspirasi rakyat serta memperjuangkan RUU Daerah Kepulauan.
Mahkamah Agung (MA), Mencatatkan tingkat penyelesaian perkara hingga 99,54% sepanjang 2025, dengan 96,74% perkara diselesaikan di bawah 3 bulan. Pemerintah juga meningkatkan taraf hidup dan remunerasi hakim junior hingga 280% guna menjamin keadilan yang independen.
Mahkamah Konstitusi (MK), Menyelesaikan 598 perkara dan sengketa Pilkada, dengan 84,51% permohonan diajukan secara daring.
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK): Berhasil menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp112 triliun pada 2025 serta terpilih memimpin organisasi auditor dunia INTOSAI (2028–2031).
Komisi Yudisial (KY), Memproses 1.402 laporan masyarakat dan memberikan sanksi tegas kepada 121 hakim yang melanggar kode etik.
4. Pertumbuhan Ekonomi dan Restrukturisasi Besar-Besaran BUMN
Di tengah krisis global dan gangguan rantai pasok dunia, ekonomi Indonesia tetap tumbuh solid, Pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 mencapai 5,61% dan semester I-2026 tumbuh 5,45% (tertinggi dalam 13 tahun terakhir), dengan proyeksi mencapai 6% di akhir tahun. Realisasi investasi semester I-2026 menembus Rp1.010 triliun dan membuka 1,4 juta lapangan kerja baru.
Penutupan dan Perampingan BUMN, Dalam program perampingan BUMN di bawah pengawasan Danantara, pemerintah mengeliminasi BUMN tidak produktif dari 1.074 perusahaan menjadi target 300 BUMN pada akhir 2026 (290 BUMN telah ditutup per Agustus 2026). Langkah ini menghemat biaya operasional hingga Rp50 triliun.
Pengawasan Eksportir Strategis (PT DSI), Pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sejak Juni 2026 untuk mengawasi devisa ekspor komoditas utama (batu bara, sawit, besi/baja) berhasil mengelola devisa bernilai USD 14 miliar dan mendeteksi potensi tambahan senilai USD 5 miliar dari pembenahan selisih harga.
Penindakan Tambang Ilegal, Pemerintah berhasil menutup 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung, yang mendorong peningkatkan keuntungan bersih PT Timah hingga 900% (Rp2,7 triliun) pada semester I-2026.
5. Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan Desa
Koperasi Merah Putih, 10.000 Koperasi Desa Merah Putih telah beroperasi untuk memotong rantai tengkulak dan menyalurkan barang-barang subsidi rakyat.
Kampung Nelayan, 100 Kampung Nelayan Merah Putih telah berdiri dari target 1.386 lokasi.
Infrastruktur Desa: TNI dan Polri telah membangun lebih dari 3.374 jembatan desa dan 3.000 titik air bersih untuk memudahkan mobilitas dan kebutuhan dasar warga.
Kesejahteraan Ojol, Pemerintah memberikan rekomendasi agar persentase pendapatan pengemudi ojek online (ojol) naik menjadi 92% dari hasil jerih payahnya.
6. Pembangunan SDM, Pendidikan, dan Kesehatan
Makan Bergizi Gratis (MBG), Program MBG terus dijalankan secara efisien untuk mengatasi angka stunting pada anak-anak.
Renovasi Sekolah & Pembelajaran Digital, Lebih dari 71.744 sekolah telah direnovasi, serta penyediaan layar pintar interaktif (flat panel) di ruang-ruang kelas untuk pengajaran kurikulum digital dan bahasa asing.
Sekolah Rakyat & SMA Unggul, Pemerintah mengoperasikan Sekolah Rakyat berasrama untuk memutus rantai kemiskinan keluarga kurang mampu, serta membangun 42 SMA Unggul Garuda Transformasi dan SMA Taruna Nusantara baru di berbagai daerah.
Layanan Kesehatan, Lebih dari 108 juta warga telah memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis di 10.255 Puskesmas, dan pemerintah terus menambah fakultas kedokteran baru serta program spesialis untuk menutupi kekurangan dokter di daerah.
7. Penutup
Presiden Prabowo menutup pidatonya dengan menekankan pentingnya persatuan nasional di atas segala perbedaan politik.
"Kita berbeda dari dasinya saja kita lihat kita berbeda, tapi satu cinta, Merah Putih. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81!" — Presiden Prabowo Subianto.
Selanjutnya Ketua MPR RI Ahmad Muzani kemudian secara resmi menutup rangkaian Rapat Paripurna Pidato Kenegaraan dan Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2026.
(Eko B Art).
Comments
Post a Comment