Pentingnya Pendidikan Kesetaraan, PKBM Ngudi Ilmu Barokah Dorong Kepercayaan Diri Warga Belajar Kesetaraan
1.Tatap Muka, Dilaksanakan secara fleksibel satu minggu penuh pada minggu ke-4 setiap bulannya.
2.Tutorial, Pembimbingan dan konsultasi materi/tugas secara daring (online) melalui media komunikasi seperti WhatsApp.
3.Belajar Mandiri, Porsi terbesar pembelajaran yang memanfaatkan berbagai sumber bacaan, fasilitas taman bacaan/perpustakaan lembaga, serta platform digital.
Kusweni juga menekankan pentingnya komitmen serta integritas dalam proses belajar. Saat ini, sistem pendidikan kesetaraan terintegrasi langsung dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan.
-Rekam Didik Terdata, Seluruh rekam jejak siswa tercatat secara transparan di Dapodik.
-Pencegahan Ijazah Palsu, Tidak ada sistem pintas atau "jual beli ijazah". Warga belajar yang masuk di tengah jenjang wajib memiliki bukti transfer nilai atau rapot resmi dari sekolah sebelumnya.
-Kesempatan Luas, Pendidikan kesetaraan terbuka bagi semua lapisan masyarakat tanpa batasan usia.
"Melalui pendekatan yang fleksibel namun tetap akuntabel, PKBM Mudi Ilmu Barokah berharap seluruh warga belajar dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan terus melanjutkan pendidikan tanpa ragu", tandas Kusweni.
Selanjutnya Kepala PKBM Ngudi Ilmu Barokah, Muhammad Khairul Anam, S.Pd., juga turut menyampaikan bahwa, "Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ngudi Ilmu Barokah di Kecamatan Ambelgading kembali membuka kesempatan belajar bagi seluruh lapisan masyarakat melalui program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C.
PKBM ini telah berdiri sejak tahun 2000 dan terus konsisten menelurkan lulusan berkualifikasi dari berbagai angkatan.
"PKBM hadir sebagai pilihan alternatif pendidikan yang inklusif. Layanan ini menyasar anak-anak drop out, masyarakat yang terkendala biaya sekolah, hingga warga usia dewasa yang ingin menyetarakan jenjang pendidikannya," ujar Khairul Anam.
Ia menegaskan bahwa pendidikan di PKBM bersifat tanpa batas usia. Siapa saja yang membutuhkan ijazah formal untuk menunjang masa depan atau menyetarakan diri dengan lulusan sekolah formal dipersilakan untuk mendaftar.
"Pendaftaran peserta didik baru masih dibuka hingga cut-off sistem pada 30 Agustus 2026, bagi masyarakat yang berminat disarankan untuk segera mendaftarkan diri sebelum batas waktu tersebut berakhir", tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama materi kewirausahaan yang disampaikan oleh tutor Bahasa Indonesia, Hadi Harnoto, menyatakan bahwa, "Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di PKBM Ngudi Ilmu Barokah tidak hanya diisi dengan pengenalan tata tertib dan lingkungan belajar, tetapi juga dibekali dengan materi kewirausahaan praktis bagi para peserta didik, ada juga materi kewirausahaan."
Para peserta didik didorong untuk mampu melihat serta memanfaatkan peluang usaha di lingkungan sekitar yang dapat bernilai ekonomis.
Hadi membagikan pengalaman praktis mengenai teknis budidaya kangkung darat. Menurutnya, kangkung merupakan komoditas sayuran yang memiliki peluang pasar luas karena dikonsumsi oleh hampir semua lapisan masyarakat, biaya perawatan yang relatif terjangkau, serta teknik penanaman yang mudah.
"Media tanam cukup digemburkan dengan cangkul, lalu dicampur sekam sebagai pengolah tanah. Keunggulan kangkung darat ini adalah efisiensinya: sekali tanam, kita bisa melakukan panen hingga lima kali. Setelah dipanen dengan cara ditebas, tanaman cukup dipupuk kembali dan dalam 20 hari sudah bisa dipanen ulang," jelas Hadi.
Ia menekankan bahwa keterampilan ini sangat relevan bagi peserta didik PKBM yang mayoritas sudah bekerja, sehingga dapat menjadi peluang usaha sampingan maupun sumber penghasilan utama.
(Eko B Art).
Comments
Post a Comment