Pentingnya Memadukan Syukur, Sabar, dan Ikhtiar dalam Menghadapi Takdir
Hal tersebut disampaikan oleh Ustadz Zahid Shuhufi dalam Tausiyah Rutin Jumat Ba’da Subuh yang berlangsung di Masjid Al-Barokah, Dukuh Plondongan, Desa Losari, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, Jumat (21/8/2026).
Dalam ceramahnya, Ustadz Zahid Shuhufi menjelaskan bahwa kebaikan dalam hidup tidak akan sempurna tanpa keseimbangan antara syukur dan sabar. Menerapkan rasa syukur tidak hanya cukup di dalam hati, melainkan diimplementasikan dalam tindakan nyata, seperti melangkah ke masjid untuk melaksanakan salat Subuh berjemaah sebagai bentuk terima kasih atas nikmat umur, kesehatan, dan kesempatan yang diberikan oleh Allah SWT.
Selain syukur dan sabar, Ustadz Zahid menekankan pentingnya beriman kepada takdir Allah SWT yang telah tertulis di Lauhul Mahfuz. Segala peristiwa di alam semesta, baik yang telah, sedang, maupun yang akan terjadi, berada dalam ilmu dan ketetapan Allah SWT.
Meski demikian, keimanan terhadap takdir tidak berarti manusia bersikap pasif. Ustadz Zahid menegaskan bahwa ketetapan Allah senantiasa beriringan dengan ikhtiar dan usaha manusia.
Ustadz Zahid mencontohkan kisah Sayyidatuna Maryam AS saat melahirkan, di mana Allah SWT memerintahkannya untuk menyentakkan pohon kurma sebagai bentuk ikhtiar sebelum akhirnya buah kurma berjatuhan atas izin-Nya.
Kegiatan tausiyah rutin ini ditutup dengan pengumuman terkait rencana penyaluran sedekah subuh berupa beras bagi jemaah Masjid Al-Barokah, sebelum dilanjutkan dengan doa bersama.
(Eko B Art).
Comments
Post a Comment