Pentingnya Kesadaran Diri: Menyelami Filosofi "Eling lan Waspada, Tanggap ing Sasmito" dalam Kehidupan Modern

PEMALANG - ​Filosofi Jawa kuno "Eling lan waspada, tanggap ing sasmito" kembali menjadi sorotan karena relevansinya yang sangat kuat dengan dinamika kehidupan modern. Ajaran ini menekankan pentingnya kesadaran diri (mindfulness) dan kepekaan terhadap tanda-tanda di sekitar kita, bukannya hidup dalam rasa curiga yang berlebihan.


Unggahan tayangan video Channel Facebook Yufita Ernawati SSi, menyebutkan dalam konteks ajaran ini, tiga konsep utama menjadi pilar dalam menghadapi tantangan hidup sehari-hari ;
-​Eling (Ingat dan Sadar), Mengajak seseorang untuk selalu ingat akan tujuan hidup dan tetap dalam keadaan sadar penuh, sehingga tidak kehilangan arah dalam melangkah.
-​Waspada (Hati-hati), Menekankan sikap berhati-hati dan tidak mudah lengah agar terhindar dari jebakan atau kesalahan yang tidak perlu.
-​Tanggap ing Sasmito (Peka Situasi), Menuntut kepekaan untuk membaca tanda-tanda, situasi, atau isyarat tersirat yang sering kali tidak diungkapkan secara langsung.

​Banyak permasalahan dalam kehidupan modern—mulai dari hubungan persahabatan atau asmara yang tidak sehat, kegagalan bisnis, hingga gangguan kesehatan fisik dan mental—terjadi bukan karena tidak adanya peringatan. Sering kali, masalah timbul karena abaikan terhadap tanda-tanda awal yang telah muncul, seperti tubuh yang mulai lelah atau perubahan sikap dari orang sekitar.

​Dalam ilmu psikologi modern, konsep ini sejajar dengan situational awareness, yaitu kemampuan untuk memahami situasi sekitar, menangkap perubahan, dan memprediksi kemungkinan yang akan terjadi. Keputusan yang baik lahir tidak hanya dari kecerdasan, tetapi juga dari kepekaan dalam membaca keadaan sebelum semuanya terlambat.

(Eko B Art). 

Comments

Popular posts from this blog

​HUT IGTKI ke-76 Kabupaten Pemalang Meneguhkan Komitmen Guru Sejahtera dan Pendidikan Berkualitas Menuju Wajib Belajar 13 Tahun

​Gagas Visi "Sinau Seduluran", Eko Budiarto Ajak Warga Losari Membangun Desa dengan Hati

Tasyakuran Adalah Tradisi Unik Yang Penuh Makna Dalam Budaya Indonesia, Makan Bersama (Riyoyo) Mengungkapkan Rasa Syukur Atas Nikmat Yang Diberikan Allah SWT