Maturnuwun Gusti
Cerpen.
PEMALANG - Di sebuah sudut desa yang tenang, hiduplah seorang pria bernama Kawulo yang dalam hidupnya pernah melewati berbagai gelombang cobaan.
Dahulu, Kawulo selalu mengejar ambisi dan rasa takut akan masa depan. Ia kerap merasa khawatir, menghitung-hitung apa yang belum ia miliki, dan merasa dibebani oleh riuh ujian duniawi.
Suatu sore, Kawulo duduk bersimpuh di pendopo rumahnya saat angin berembus lembut melintasi dedaunan. Di tengah alunan tabuhan gamelan yang sayup-sayup terdengar, ia menarik napas dalam-dalam. Pada hela napas itu, ia menyadari sesuatu yang sederhana namun agung: setiap hela napas yang masih bisa ia hirup adalah bentuk kasih sayang Sang Pencipta yang tiada henti.
Kawulo mulai menyadari bahwa hidup sejatinya hanyalah menjalankan peran (sadhermo nglakoni). Tugas manusia bukanlah memikul seluruh beban dunia sendirian, melainkan melangkah sebaik mungkin dan berserah diri secara penuh (pasrah total).
Ketika ia berhenti menuntut dan mulai menerima segalanya dengan kepasrahan jiwa serta raga, perlahan keputusasaan dan kebingungan yang selama ini mengutak-atik pikirannya sirna. Hatinya dipenuhi rasa kedamaian (ayem tentrem) yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Ia paham betul bahwa kasih dan berkah Tuhan selalu mengalir tanpa pernah kehabisan dan tanpa pernah berhitung (mboten nate petung).
Dengan senyuman yang tulus dan hati yang lapang, Kawulo memejamkan mata sambil mengatupkan kedua tangannya. Ia menginternalisasi rasa syukur mendalam dari siang hingga malam, memohon petunjuk agar jalurnya senantiasa diterangi oleh cahaya kebenaran dan ketenangan sejati.
(Eko B Art).
Lirik Lagu.
Matur Nuwun Gusti
Matur nuwun Gusti ingkang Maha Suci
Paring karahayon ing sabene wanci
Urip iki mung sadhermo nglakoni
Mboten kirangan berkah kang sayekti
Saben ambegan rumaos jroning ati
Gusti paring dalan kang tansah murni
Mboten nate kendhat anggen mberkahi
Jiwo rogo niki pasrah mring Gusti
Syukur dhumateng Gusti Kang Maha Agung
Sedaya peparing mboten nate suwung
Rasa ayem niki mboten nate bingung
Gusti paring tresno mboten nate petung
Matur nuwun Gusti rino dalah wengi
Gesang kula niki pasrah mring Ilahi
Mugi paring padhang dalan kang sejati
Ayem tentrem ugi jroning sanubari
Syukur dhumateng Gusti Kang Maha Agung
Sedaya peparing mboten nate suwung
Rasa ayem niki mboten nate bingung
Gusti paring tresno mboten nate petung.
Comments
Post a Comment