Masjid Albarokah Tetap Komitmen Meminimalisir Celah Kesulitan Umat, Sediakan Beras, Kain Kafan Gratis, hingga Pelatihan Generasi Muda
Tidak hanya sekadar tempat menunaikan shalat lima waktu, masjid ini bertransformasi menjadi sentra kepedulian yang mengayomi seluruh fase kehidupan warga.
Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui program keumatan ;
-Bantuan pangan berupa beras dalam agenda sedekah subuh.
-Tanggap darurat musibah kematian, (Pemberian Kain Kaffan Gratis untuk shohibul Musibah), dan
-Pemberdayaan kapasitas Jamaah dan (Generasi muda dalam Program per semester).
1.Penyediaan Bantuan Pangan rutin dengan pendistribusi beras secara berkala yang ditujukan langsung kepada jamaah dan masyarakat di sekitar lingkungan masjid untuk menjamin ketahanan pangan warga.
2.Fasilitas Kain Kafan Gratis & Tanggap Musibah, Layanan siap siaga penyediaan kain kafan beserta pendampingan pengurusan jenazah tanpa dipungut biaya bagi jamaah yang sedang berduka.
3.Pemberdayaan & Pelatihan Generasi Islami, Program pelatihan kompetensi dan pembinaan karakter untuk mencetak pemuda desa yang mandiri, berdaya saing, dan berakhlak mulia dalam kurun waktu per semester.
Wujud konkret dari program tanggap darurat ini terlihat pada Minggu (16/8/2026). Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Albarokah bergerak cepat menyerahkan bantuan kain kafan gratis saat menerima kabar duka atas meninggalnya almarhumah istri dari Bapak Dalari, salah satu jamaah aktif masjid tersebut.
Ketua DKM Masjid Albarokah, H. Nurkholis, melalui Bendahara DKM, Gunawan, menegaskan bahwa kehadiran masjid harus dapat dirasakan langsung oleh jamaah, terutama di masa-masa sulit.
"Masjid harus hadir di setiap fase kehidupan jamaahnya. Saat ada warga yang berduka seperti keluarga Bapak Dalari hari ini, masjid langsung hadir meringankan beban melalui penyediaan kain kafan gratis. Untuk kebutuhan harian kami bantu lewat beras, dan untuk masa depan kami fokus pada pemberdayaan generasi muda," ujar Gunawan.
Keberlanjutan berbagai program kemanusiaan ini tentu tidak lepas dari kepercayaan masyarakat. Kami jajaran Pengurus DKM mengapresiasi peran aktif para muzakki (pembayar zakat), munfiq (pemberi infak), dan donatur yang secara konsisten menyalurkan hartanya melalui kas masjid.
"Tentu ke depan, DKM Masjid Albarokah berkomitmen untuk terus menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), dengan tata kelola yang profesional, Masjid Albarokah optimistis dapat terus memperluas jangkauan manfaat dan menjadi pilar utama kemandirian sosial warga Desa Losari khususnya dan Masyarakat Kabupaten Pemalang Pada umumnya", tegas Gunawan.
(Eko B Art).
Comments
Post a Comment