Makna Filosofis dan Sisi Psikologis di Balik Tradisi Mitoni (Tingkeban) Masyarakat Jawa

PEMALANG - ​Tradisi mitoni atau tingkepan yang digelar saat usia kehamilan memasuki bulan ketujuh bukan sekadar ritual adat biasa. Dalam budaya Jawa, angka tujuh (pitu) dipercaya erat hubungannya dengan doa dan harapan akan pitulungan, yang bermakna pertolongan dari Tuhan.

Melalui tradisi ini, keluarga berkumpul untuk memanjatkan doa bersama demi kesehatan, keselamatan, serta kelancaran proses persalinan ibu dan bayi.

​Menariknya, nilai kebudayaan ini sejalan dengan sains modern. Psikolog Barbara Fredrickson menjelaskan bahwa emosi positif, dukungan keluarga, dan rasa syukur secara nyata membantu meningkatkan ketahanan mental seseorang saat menghadapi masa-masa penuh tantangan—seperti masa kehamilan dan persalinan.

Berbagai penelitian dalam psikologi kesehatan juga mengonfirmasi bahwa dukungan sosial yang kuat selama masa kehamilan berkorelasi langsung dengan tingkat kesejahteraan ibu yang lebih baik.

​Luhur Jawa telah lama membangun tradisi yang tidak hanya kaya akan makna spiritual, tetapi juga memperkuat jaringan dukungan sosial bagi calon ibu.

Pesan penting dari tradisi ini adalah pentingnya menjaga kebersamaan, jangan biarkan seseorang menghadapi masa-masa sulit sendirian. Perhatian yang tulus, doa, serta dukungan moral sering kali menjadi kekuatan terbesar bagi wanita hamil dalam menyongsong proses kelahiran.

(Eko B Art). 

Comments

Popular posts from this blog

​HUT IGTKI ke-76 Kabupaten Pemalang Meneguhkan Komitmen Guru Sejahtera dan Pendidikan Berkualitas Menuju Wajib Belajar 13 Tahun

​Gagas Visi "Sinau Seduluran", Eko Budiarto Ajak Warga Losari Membangun Desa dengan Hati

Tasyakuran Adalah Tradisi Unik Yang Penuh Makna Dalam Budaya Indonesia, Makan Bersama (Riyoyo) Mengungkapkan Rasa Syukur Atas Nikmat Yang Diberikan Allah SWT