Jejak Pemikiran Bung Karno, Wawancara Langka 1965 Ungkap Penguasaan Bahasa Asing dan Gagasan Revolusi Dunia
Dalam wawancara tersebut, Bung Karno tidak hanya menunjukkan kemampuannya berkomunikasi dalam bahasa Jerman dan Inggris, tetapi juga memaparkan perjalanan pemikirannya yang melahirkan ideologi Pancasila.
Dalam percakapan awal yang hangat, jurnalis asal Jerman memberikan buku terbitan bahasa Jerman dan Belanda kepada Bung Karno. Mereka sempat bersenda gurau mengenai ejaan nama "Soekarno" menggunakan huruf "OE" atau "U". Saat ditanya mengenai penguasaan bahasa, Bung Karno mengungkapkan secara jenaka bahwa bahasa utamanya adalah bahasa Indonesia, namun ia juga menguasai berbagai bahasa daerah dan internasional, termasuk bahasa Jawa, Sunda, Belanda, Jerman, Prancis, dan Inggris.
Dunia Pemikiran dan Literasi
Bung Karno menceritakan kisah kehidupannya di masa muda saat tinggal di rumah bambu yang sangat sederhana tanpa penerangan listrik. Di tengah keterbatasan materi tersebut, ia menemukan penghiburan dan kebebasan melalui buku-buku bacaan.
"Saya meninggalkan dunia material ini dan masuk ke dunia pemikiran," ujar Bung Karno.
Di dunia pemikiran tersebut, ia 'bertemu' dan mempelajari pemikiran tokoh-tokoh besar dunia dari pelbagai latar belakang sejarah, politik, dan filsafat. Beberapa nama yang ia sebutkan antara lain Dante, Mazzini, Garibaldi, Karl Marx, Friedrich Engels, Jean-Jacques Rousseau, Karl Liebknecht, Rosa Luxemburg, Gladstone, hingga Adolf Hitler.
Bung Karno menegaskan bahwa ia mempelajari gagasan tokoh-tokoh tersebut untuk memahami dinamika politik dan pemikiran zaman.
Sintesis Gagasan dan Lahirnya Pancasila, selain pemikiran barat, Bung Karno juga mendalami sejarah revolusi dunia, mulai dari Revolusi Prancis, Revolusi Rusia, Revolusi Tiongkok, hingga gerakan nasionalisme di Amerika Latin dan Asia, termasuk Jepang dan Filipina.
Seluruh gagasan dan pelajaran dari tokoh serta peristiwa sejarah dunia tersebut kemudian diramu dan disaring oleh Bung Karno hingga melahirkan fondasi dasar negara Indonesia, yaitu Pancasila, serta ajaran revolusi Indonesia.
Melalui arsip wawancara ini, publik kembali diingatkan akan keluasan wawasan serta fondasi intelektual kuat yang melandasi pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(Eko B Art).
Sumber Referensi Video:
Judul Video: Wawancara Soekarno berbahasa Jerman - Membahas Hitler hingga Tokoh Revolusi Prancis (1965)Tautan Video: https://www.youtube.com/watch?v=rN-0zZTatvA.
Comments
Post a Comment