Filosofi "Tuna Satak, Bathi Sanak", Nilai Hubungan Lebih Utama dibanding Keuntungan Sesaat
Dalam ranah profesional maupun keseharian, kerugian materi dalam skala kecil kerap menjadi harga yang wajar untuk membangun kepercayaan (trust) dan memperluas jaringan relasi. Relasi yang berlandaskan rasa percaya terbukti membuka peluang keberhasilan yang jauh lebih besar dan berkelanjutan di masa depan.
Pandangan ini sejalan dengan konsep yang dikemukakan oleh psikolog organisasi ternama, Adam Grant. Dalam studi mengenai perilaku sosial di tempat kerja, Grant menjelaskan bahwa individu yang memiliki kecenderungan membantu sesama serta fokus membangun hubungan erat (givers) berpeluang lebih tinggi meraih kesuksesan jangka panjang. Mereka lebih mudah mendapatkan kepercayaan dan membangun kolaborasi yang solid dibanding pihak yang hanya mengejar keuntungan sepihak.
Masyarakat terdahulu telah memahami filosofi ini secara mendalam, Materi Bersifat Dinamis, Keuntungan finansial yang hilang dapat dicari kembali di lain waktu.
Nilai Kepercayaan, Hubungan ikatan persaudaraan dan reputasi baik membutuhkan waktu, konsistensi, dan komitmen panjang untuk dibangun.
Pesan moral dari filosofi ini mengimbau para pelaku usaha maupun masyarakat umum untuk tidak hanya berfokus pada kalkulasi untung-rugi secara teknis. Memelihara persaudaraan dan merawat kepercayaan merupakan bentuk investasi sosial paling bernilai untuk keberlangsungan hidup dan karir di masa depan.
(Eko B Art).
Comments
Post a Comment