Sirnanya Sang Rajamala, "Rojomolo Sirno"
Novel :
(Di adopsi dari pagelaran Wayang Kulit).
PEMALANG - Ancaman Sang Raksasa Di Kerajaan Wirata, ketenangan warga mendadak terusik oleh kehadiran sosok raksasa menakutkan bernama Rajamala. Ia adalah manusia raksasa dengan kekuatan luar biasa, kesaktian tanpa tanding, serta watak yang licik dan arogan. Rajamala memanfaatkan kesaktiannya untuk menindas rakyat, menebar teror, dan membuat heboh seluruh negeri. Tak ada satu pun prajurit maupun satria Wirata yang sanggup menundukkannya.
Sayembara Kerajaan, Melihat kondisi negaranya yang kian terancam, Prabu Matsyapati (Raja Wirata) menggelar sayembara terbuka. Barangsiapa yang mampu membinasakan Rajamala, ia akan diberikan hadiah berupa jabatan tinggi serta kehormatan di Kerajaan Wirata. Berita tentang sayembara ini menyebar ke seantero negeri, menarik perhatian para pahlawan dan pesatria, termasuk para Pandawa yang kala itu sedang menjalani masa penyamaran (Panyamuran) di Wirata.
Jagal Abilawa Turun Tangan, di antara orang-orang yang mendengar sayembara tersebut adalah Werkudara (Bima), yang saat itu menyamar menjadi seorang tukang jagal bernama Jagal Abilawa. Mengetahui kejahatan Rajamala dan keputusasaan Prabu Matsyapati, Jagal Abilawa memutuskan untuk menerima tantangan sayembara tersebut demi menyelamatkan Wirata dan rakyatnya dari kehancuran.
Pertarungan Sengit Jagal Abilawa berhadapan langsung dengan Rajamala dalam sebuah pertempuran sengit yang mengguncang bumi. Pertarungan kekuatan fisik dan kesaktian terjadi tanpa ampun. Setiap kali Rajamala terluka atau roboh, ia secara ajaib dapat bangkit dan pulih kembali selama ia menyentuh air atau air matanya sendiri. Melihat keanehan ini, Jagal Abilawa menyusun taktik dan mengerahkan seluruh kekuatan spiritual serta fisik yang dimilikinya.
Binasanya Sang Teror, dengan jurus pamungkas dan ketangguhannya, Jagal Abilawa berhasil mengunci pergerakan Rajamala. Sebelum Rajamala sempat memulihkan kekuatannya, Jagal Abilawa menghantam dan membinasakan sang raksasa secara telak. Tubuh Rajamala tak lagi bernyawa, menandai berakhirnya teror yang menyelimuti Wirata.
Kemenangan dan Kedamaian Wirata, Gugurnya Rajamala disambut sorak-sorai kepuasan dari rakyat dan keluarga kerajaan Wirata. Prabu Matsyapati menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada Jagal Abilawa. Kemenangan ini tidak hanya menuntaskan ancaman besar bagi Kerajaan Wirata, tetapi juga menjadi bukti keagungan perjuangan kebenaran menumpas kejahatan.
(Eko B Art).
Cerita novel adaptasi dari lakon wayang "Rojomolo Sirno" karya dalang legendaris Ki Manteb Soedarsono (berdasarkan video Rojomolo Sirno || Ki Manteb Soedarsono).
Comments
Post a Comment