​Sebuah Melodi Semalam di Cianjur

Cerpen. 

PEMALANG
- ​Sejak muda, Eko adalah seorang laki-laki sederhana, impian yang dibawanya ketika pertama kali melangkah keluar dari tanah kelahirannya adalah harapan untuk mengubah nasib.

Di dalam tas ranselnya, ada satu hal yang selalu setia menemaninya: kecintaannya pada musik nostalgia, terutama alunan syahdu lagu "Semalam di Cianjur". Melodi itu selalu memberi rasa tenang di tengah lelahnya perjuangan.

​Langkah perantauannya dimulai dari riuk-pikuk DKI Jakarta. Eko meniti karier dari bawah sebagai seorang sales di sebuah hypermarket besar. Demi mengejar target dan memperluas jaringan, Eko melanglang buana dari satu kota ke kota lainnya. Berbagai daerah penugasan pernah ia tinggali dan arungi: mulai dari padatnya Bekasi, keasrian Bogor, hingga kawasan perkotaan Tangerang dan Serpong.

​Hingga suatu ketika, takdir menugaskannya di hypermarket cabang Depok. Di sanalah untuk pertama kalinya Eko dipertemukan dengan Farida, seorang gadis asli Cianjur berparas manis dan bertutur kata lembut. Farida bertugas sebagai sales produk susu pabrikan impor ternama, sekaligus merangkap sebagai agen kesehatan bagi perusahaannya yang aktif memberikan edukasi gizi dan nutrisi kepada para pelanggan.

​Benih-benih cinta tumbuh cepat di antara kesibukan pameran produk, edukasi kesehatan, dan rutinitas kerja harian di Depok. Ada ketulusan dan kehangatan yang Eko rasakan dari Farida—sesuatu yang tak pernah ia temukan sepanjang perjalanannya berpindah kota.

​Hubungan mereka makin erat hingga Eko berkesempatan berkunjung ke kampung halaman Farida di Tatar Pasundan, tepatnya di Kabupaten Cianjur. Begitu kakinya memijak tanah Cianjur, ingatan Eko langsung melayang pada lagu kesayangannya. Udara sejuk dan keramahan keluarga Farida seolah menyambut kedatangannya dengan hangat.

​Tak butuh waktu lama bagi Eko untuk meyakinkan hati. Di sana, niat suci diutarakan dan pinangan Eko diterima dengan penuh sukacita oleh Farida serta keluarganya. Pernikahan sederhana namun syahdu pun dilangsungkan di Cianjur. Usai prosesi pernikahan, mereka menginap selama satu malam di salah satu rumah milik keluarga besar dari Bapaknya Farida di Cianjur. Malam yang singkat namun sangat berkesan itu seolah menjawab impian dan lagu yang selama ini selalu diresapi oleh Eko—sebuah momen indah "semalam di Cianjur" yang nyata dalam hidupnya.

​Tahun demi tahun berlalu. Setelah perjalanan panjang merantau dan mengarungi berbagai sudut kota di dunia retail dan kesehatan, Eko dan Farida memutuskan untuk menghentikan langkah kelana mereka. Eko memboyong Farida kembali ke tanah kelahirannya, menempati sebuah rumah sederhana milik orang tuanya di daerah pinggiran Kabupaten Pemalang untuk memulai babak baru kehidupan.

​Di Pemalang, Eko mengalihkan panggilannya. Berbekal pengalaman hidup yang kaya dan ketajaman pengamatan dari masa merantau, Eko meniti jalan baru sebagai seorang penulis dan jurnalis. Ia aktif menjadi wartawan yang menulis berita serta gagasan di beberapa surat kabar online. Jarinya kini tidak lagi menata barang dagangan di rak hypermarket, melainkan lincah menari di atas papan ketik, menyuarakan aspirasi masyarakat dan mengabarkan dinamika daerahnya.

​Di rumah sederhana milik orang tua yang asri di pinggiran Kabupaten Pemalang itu, Eko dan Farida melanjutkan kisah hidup penuh kesyukuran. Kebahagiaan mereka makin sempurna dengan hadirnya tiga orang buah hati yang lucu dan berbakti.

Setiap sore, usai Eko menyelesaikan liputan dan tulisan beritanya, mereka berkumpul menikmati secangkir teh hangat di teras rumah.
​Saat alunan lagu "Semalam di Cianjur" terdengar dari pemutar musik, Eko tersenyum menatap Farida dan ketiga anak mereka. Lagu itu kini bukan lagi sekadar alunan nostalgia, melainkan saksi bisu awal dari takdir kebahagiaan hidup mereka.

(Eko B Art). 

Comments

Popular posts from this blog

Mahasiswa KKN Multidisiplin Dorong Kopi Jurangmangu Tembus Pasar Lewat Branding Berbasis Budaya Lokal

​HUT IGTKI ke-76 Kabupaten Pemalang Meneguhkan Komitmen Guru Sejahtera dan Pendidikan Berkualitas Menuju Wajib Belajar 13 Tahun

​Gagas Visi "Sinau Seduluran", Eko Budiarto Ajak Warga Losari Membangun Desa dengan Hati