​Rahasia Sukses Okta Wirawan Kembangkan Kebuli Abuya Hingga Ratusan Cabang

PEMALANG — Bisnis kuliner berbasis Timur Tengah, Kebuli Abuya, terus menunjukkan pertumbuhan pesat di industri UMKM nasional. Di bawah naungan Abuya Group yang dipimpin oleh sang owner, Okta Wirawan, bisnis ini berhasil melebarkan sayapnya hingga memiliki hampir 200 outlet yang tersebar di wilayah Jawa dan Sumatra.

​Dalam percakapannya bersama Ustaz Rendy Saputra di kanal YouTube Quranic Insight For Entrepreneur, Okta menceritakan perjalanan dan strategi utama di balik suksesnya ekspansi Kebuli Abuya.

​Prinsip Cost Leadership dan Pencegahan Warung dalam Warung
​Salah satu kunci keberhasilan Kebuli Abuya dalam melakukan scale up secara masif adalah dengan menerapkan prinsip cost leadership dan meminimalisasi potensi kecurangan operasional di tingkat outlet.

​"Kami memilih bahan baku serta proses masak khusus yang tidak mudah ditiru atau dicurangi (istilah warung dalam warung)," ujar Okta.

Kebuli Abuya menggunakan beras basmati impor serta metode pemanggangan ayam menggunakan oven kapasitas besar yang dapat memproses ribuan ekor dalam waktu singkat.

​Efisiensi Dapur Terpusat (Central Kitchen)
​Meskipun memiliki ratusan outlet, manajemen Kebuli Abuya sangat efisien dalam pengelolaan rantai pasok (supply chain). Seluruh bahan utama diproduksi melalui dapur terpusat (Central Kitchen) di kawasan Ciputat dan Tangerang. Produk yang disiapkan mencapai 99% matang, kemudian dibekukan dengan teknologi blast freezer hingga -35 derajat Celsius sebelum didistribusikan dari distribution center di Bekasi ke cabang-cabang. Dengan sistem ini, pengelola cabang cukup melakukan proses assembly atau pemanasan ulang tanpa harus memasak dari nol.

​Mengusung Konsep Less is More
​Pembelajaran dari bisnis-bisnis terdahulu membuat Okta menerapkan prinsip less is more pada variasi menu. Kebuli Abuya berfokus pada hidangan utama berbasis ayam dan kambing untuk menjaga kejelasan positioning brand di mata konsumen serta mempermudah kendali operasional di lapangan.

​Penawaran Kemitraan dan Target Buka 100 Cabang Baru
​Melihat tingginya minat masyarakat untuk berwirausaha, Kebuli Abuya menawarkan model kemitraan yang terjangkau mulai dari paket Rp90 juta hingga paket "anti-rugi" seharga Rp120 juta yang dilengkapi garansi manajemen.

​Di tahun 2024, Abuya Group menargetkan penambahan 100 cabang baru untuk Kebuli Abuya, sekaligus mengembangkan lini bisnis layanan kesehatan sunnah melalui unit Bekam Alami.
​"Kebermanfaatan bagi banyak orang dan pembukaan lapangan kerja adalah komitmen utama kami dalam menjalankan bisnis ini," pungkas Okta.

(Eko B Art).

Comments

Popular posts from this blog

Mahasiswa KKN Multidisiplin Dorong Kopi Jurangmangu Tembus Pasar Lewat Branding Berbasis Budaya Lokal

​HUT IGTKI ke-76 Kabupaten Pemalang Meneguhkan Komitmen Guru Sejahtera dan Pendidikan Berkualitas Menuju Wajib Belajar 13 Tahun

​Gagas Visi "Sinau Seduluran", Eko Budiarto Ajak Warga Losari Membangun Desa dengan Hati