Pentingnya Mengenali Diri, Pakar Filsafat Soroti Fenomena Krisis Identitas di Kalangan Muda
Dalam pemaparannya, Dr. Fahruddin Faiz menjelaskan bahwa banyak individu di era modern, khususnya generasi muda, yang terjebak dalam arus kehidupan karena tidak memiliki pendirian yang kokoh. Fenomena ini kerap memicu kondisi yang dikenal sebagai krisis identitas.
Terdapat empat ciri utama seseorang yang tengah mengalami krisis identitas, di antaranya:
1.Ketidakpastian Eksistensial: Ketidakmampuan untuk memastikan siapa dirinya dan apa makna kehadirannya di dunia.
2.Keterasingan Sosial: Merasa tidak terhubung dan asing di tengah lingkungan masyarakatnya sendiri.
3.Ketergantungan pada Pengakuan Luar: Selalu menuntut untuk diakui, dihargai, dan menunggu validasi eksternal, seperti jumlah pengikut atau likes di media sosial, untuk merasa keberadaannya berarti.
4.Egosentrisme Semu: Merasa dirinya sangat penting dan menganggap dunia seolah-olah hanya berputar di sekeliling egonya semata.
Lebih lanjut, Dr. Fahruddin Faiz menyoroti bahwa pembentukan identitas remaja perlu dikawal bersama oleh lingkungan dan masyarakat. Ketika remaja yang mengalami krisis identitas tidak mendapatkan ruang perhatian yang sehat, mereka cenderung memilih jalur pemberontakan atau melakukan tindakan terlarang—seperti tawuran atau aksi kriminal jalanan (klitih)—hanya demi mendapatkan pengakuan atas eksistensi kedewasaan mereka.
Selain lewat lingkungan, generasi muda masa kini juga kerap mengonstitusi identitas diri mereka dengan meniru figur idola secara instan. Dalam tinjauan philosophy of mind, perdebatan mengenai konsistensi identitas personal melahirkan berbagai teori filsafat, mulai dari teori ilusi (illusion theory) yang menganggap diri selalu berubah sehingga identitas tetap hanyalah ilusi, hingga teori memori oleh John Locke yang menyebut ingatan sebagai basis utama identitas seseorang.
Sebagai solusi praktis, Dr. Fahruddin Faiz mengutip nasihat George Bernard Shaw bahwa hidup bukanlah tentang mencari diri, melainkan menciptakan diri (life isn't about finding yourself, life is about creating yourself).
Senada dengan prinsip tersebut, pemikiran Mahatma Gandhi juga dihadirkan sebagai jalan keluar terbaik: cara paling cepat untuk menemukan jati diri adalah dengan melenyapkan ego dalam pelayanan dan pengabdian kepada orang lain (to lose yourself in the service of others).
Melalui langkah nyata berbuat baik kepada sesama, karakter dan identitas positif individu akan terbentuk dengan sendirinya tanpa perlu terjebak dalam labirin kebingungan pencarian jati diri yang rumit.
(Eko B Art).
Comments
Post a Comment