Mari Mengenali Makna Logo Kabupaten Pemalang

PEMALANG - Mengapa masyarakat perlu Mengenali Makna Logo Daerah baik Kabupaten/Kota. Karena Sejatinya Lambang daerah berfungsi sebagai tanda identitas resmi dan simbol kultural suatu wilayah otonom.

Tentunya Lambang bukanlah lebih dari sekadar gambar, lambang ini mencerminkan karakteristik budaya, potensi alam, filosofi, dan cita-cita masyarakat setempat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.


"VISUAL LOGO KABUPATEN PEMALANG".


Mari Mengenali Makna Logo Kabupaten Pemalang ;

1. Bentuk Kundi-Pertala (kendi dari tanah) berbentuk dasar segi lima, melambangkan dasar Falsafah Negara yakni Pancasila.
2. Makna dari pada motif-motif di dalam Bintang, Daun Lambang, Pengapit Lambung dan Blencong adalah sebagai berikut:
-a. Bintang bersudut lima berwarna kuning emas, melambangkan kepercayaan rakyat Daerah Kabupaten Pemalang terhadap Tuhan Yang Maha Esa;
-b. Kubah berwarna biru melambangkan keimanan dan ketakwaan rakyat Pemalang kepada Tuhan Yang Maha Esa;
-c. Bambu Runcing melambangkan kepahlawanan dan kesatriaan rakyat Daerah Pemalang;
-d. Gunung (Gunung Slamet) adalah suatu ciri yang khusus untuk Daerah Pemalang;
-e. Pegunungan melambangkan keadaan alamiah Daerah Kabupaten Pemalang yang terkandung didalamnya dengan hasil-hasil hutannya, antara lain: glagah arjuna, jati dan pohon pinus yang merupakan hasil-hasil ekspor:
-f. Garis Horizontal melambangkan suatu gambaran batas antar Daerah datar dan pegunungan;
-g. Pohon Beringin melambangkan suatu pengayoman dari Pemerintah Daerah terhadap rakyatnya;
-h. Dua Lidah Api yang berpadu dengan bambu runcing yang merupakan suatu rangkaian tunggal melambangkan kepahlawan dalam mempertahankan Bumi Ibu Pertiwi yang melawan kedholiman Imperialisme/Kolonialisme Belanda tahun 1945 dan masa-masa revolusi fisik menjadi dasar utama menegakkan kemerdekaan Bangsa Indonesia;
-i. Dua Bilah Keris melambangkan kesatriaan patriot-patriot yang mendahului kita (rakyat Pemalang) dalam sejarah perjuangan;
-j. Layar Perahu melambangkan kemudi-alam dengan sifat terpimpin dalam arusnya gelombang yang mencoba menggulingkan struggle for life, namun layar tetap tegak berkembang melawan hempasan gelombang dan derunya angin yang meniup kencang;
-k. Perahu melambangkan sifat-sifat bahariawan adalah suatu kejayaan dilautan yang dimiliki oleh rakyat Pemalang dengan jiwa Pelautnya merupakan alat hubungan antar pulau yang menghubungkan suatu pulau dengan lainnya;
-I. Laut bergelombang, (tiga buah) melambangkan bahwa sifat masyarakat Pemalang selalu bergerak maju mengikuti Program Pemerintah untuk mencapai tujuannya yaitu suatu masyarakat adil dan makmur, dalam mana arus ini kadang-kadang tenang dan kadang-kadang bergelombang alun yang berarti bahwa watak rakyat Pemalang disamping selalu tenang, juga kadang-kadang dapat bergerak didalam sejarah perjuangan;
-m. Padi dan Kapas adalah suatu lambang kemakmuran rakyat yang adil dan merata;
-n. Perpaduan dari pada Bintang, Padi dan Kapas melambangkan hari depan rakyat Pemalang dalam menuju masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Tuhan Yang Maha Esa, berdasarkan Pancasila;
-o. Perpaduan antara Kapas yang berubah 17, Api yang berlidah api 8 dan Padi berbutir 45 melambangkan hikmah Proklamasi 17 Agustus 1945;
-p. Blencong (Lampu Pedalangan) melambangkan suatu keindahan kesenian daerah, terutama dengan motif wayang kulit atau motif batik Gajah Mada yang sekaligus merupakan penerangan, pendidikan dan penyebaran agama.


3. Makna warna-warna yang didalam lambang sesuai dengan penggunaan untuk motif-motif yang bersangkutan sebagai berikut:
-a. Putih berarti kejujuran/kesucian/keadilan/kebenaran;
-b. Kuning berarti keluhuran/keagungan/kemuliaan;
-c. Merah berarti berani;
-d. Hijau berarti kemakmuran dan kesejahteraan;
-e. Hitam berarti keabadian dan kekekalan;
-f. Biru berarti kedamaian.

Dengan demikian, maka mengenali lambang daerah, kita dapat memahami identitas, sejarah, potensi ekonomi, dan falsafah kehidupan masyarakat setempat. Hal ini juga menumbuhkan rasa cinta tanah air, kebanggaan daerah, dan semangat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

(Eko B Art). 

Comments

Popular posts from this blog

Mahasiswa KKN Multidisiplin Dorong Kopi Jurangmangu Tembus Pasar Lewat Branding Berbasis Budaya Lokal

​HUT IGTKI ke-76 Kabupaten Pemalang Meneguhkan Komitmen Guru Sejahtera dan Pendidikan Berkualitas Menuju Wajib Belajar 13 Tahun

​Gagas Visi "Sinau Seduluran", Eko Budiarto Ajak Warga Losari Membangun Desa dengan Hati