Integrasi Nilai Kejuangan ’45 Pada MPLS seKecamatan Petarukan Akselerasi Kesadaran Berbangsa Menuju Indonesia Emas 2045

​PETARUKAN — Pemerintah Kecamatan Petarukan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) strategis guna mempersiapkan Sosialisasi Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Berbasis Nilai-Nilai Kejuangan ’45. Agenda ini dirancang khusus untuk diintegrasikan dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada jenjang SMP/MTs dan SMA/SMK/MA di seluruh wilayah Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang.



​Langkah preventif dan edukatif ini diambil sebagai respons terhadap tantangan degradasi moral dan penurunan rasa nasionalisme di kalangan generasi muda. Melalui internalisasi nilai-nilai historis perjuangan kemerdekaan, kegiatan MPLS tahun ini tidak hanya berfungsi sebagai masa orientasi fisik dan administrasi, melainkan diakselerasi menjadi media penguatan karakter (character building) yang berlandaskan wawasan kebangsaan.


​Rapat koordinasi yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Petarukan ini dihadiri oleh jajaran urusan pimpinan kecamatan (Forkopimcam), Kepala Sekolah, Urusan Kesiswaan, serta perwakilan penyelenggara pendidikan formal se-Kecamatan Petarukan. Sinergi lintas sektoral ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan menyusun instrumen materi sosialisasi agar penyampaian nilai-nilai bela negara dapat berorientasi pada pemikiran yang aplikatif dan adaptif bagi peserta didik baru.

Usai kegiatan ​Camat Petarukan, Muhibin menyatakan bahwa institusi pendidikan dan tenaga pendidik merupakan pilar utama dalam menentukan arah masa depan bangsa. Ia mengaitkan momentum MPLS ini dengan visi besar geopolitik dan SDM nasional.


​"Sekolah dan guru bukan sekadar transfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge), melainkan arsitek peradaban yang memegang kunci utama dalam membangun fondasi negara. Menuju Indonesia Emas 2045, kita membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademis dan digital, tetapi juga memiliki kedalaman karakter yang berbasis pada nilai bela negara dan patriotisme. Di sinilah peran krusial guru untuk menyuntikkan energi kejuangan '45 agar siswa memiliki imunitas terhadap ideologi radikal dan apatisme sosial," ujar Muhibin, Senin (6/7/2026). 



​Teknis pelaksanaan sosialisasi ini nantinya akan melibatkan pemateri gabungan dari unsur Pemerintah Kecamatan, Koramil, dan Polsek Petarukan yang akan diterjunkan langsung ke sekolah-sekolah selama pekan MPLS berlangsung. Melalui pendekatan yang komunikatif, edukatif, dan dialogis, para siswa baru diharapkan dapat memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara sejak dini, sekaligus menjadi aktor aktif dalam mewujudkan ketahanan nasional yang dimulai dari lingkungan sekolah.

Karena Sejatinya pendidikan adalah pilar utama ketahanan nasional. Guru tidak boleh terjebak dalam rutinitas administratif mengajar, melainkan harus sadar bahwa mereka adalah benteng pertahanan ideologi negara. Tugas mereka adalah melahirkan generasi makmur yang berteknologi tinggi, namun tetap memiliki "hati" Indonesia dan "jiwa" pejuang, pungkas Muhibin. 

(Eko B Art).

Comments

Popular posts from this blog

Mahasiswa KKN Multidisiplin Dorong Kopi Jurangmangu Tembus Pasar Lewat Branding Berbasis Budaya Lokal

​HUT IGTKI ke-76 Kabupaten Pemalang Meneguhkan Komitmen Guru Sejahtera dan Pendidikan Berkualitas Menuju Wajib Belajar 13 Tahun

​Gagas Visi "Sinau Seduluran", Eko Budiarto Ajak Warga Losari Membangun Desa dengan Hati