​Harmoni Di Teras Rumah Dalam Alunan Keroncong

CERPEN.



PEMALANG - ​Malam semakin larut, namun kehangatan di teras rumah Mas Fiki disudut desa Losari Kecamatan Ampelgading tak kunjung memudar, cahaya lampu teras yang temaram menaungi sekelompok pria yang berkumpul mengelilingi meja kecil penuh cangkir kopi dan camilan.



​Suara petikan cuk dari puukulan nada tangan Eko dan cak bersahut-sahutan dengan riang, di sisi sudut meja, alunan seruling meniupkan nada-nada lembut, sementara dentaman selo dan gubahan gitar menjaga ritme lagu tetap stabil.

Malam itu, group Keroncong Keroasia tengah melantunkan beberapa lagu keroncong, mereka tidak sedang tampil di panggung besar, melainkan sedang sinau—belajar dan meresapi setiap alunan musik keroncong bersama.

​Seorang bapak berdiri serius sambil memegang buku lirik di tangannya, dengan penuh penghayatan, ia menyanyikan bait demi bait lagu nostalgia, setiap kali ketukan berpindah, terdengar arahan singkat dari para Mas Fiki pemusik—memberikan aba-aba tingkatan nada seperti "C", "D", atau "G" agar alunan instrumen tetap harmonis yang di dengar.

​Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, teras rumah itu menjadi ruang hangat tempat tradisi dan kebersamaan dirawat. Tanpa sekat dan tanpa rasa canggung, suara nyanyian dan petikan senar menyatu dalam ketenangan malam, membawa kehangatan yang mengendap dalam hati setiap orang yang mendengarnya.

(Eko B Art). 

Comments

Popular posts from this blog

Mahasiswa KKN Multidisiplin Dorong Kopi Jurangmangu Tembus Pasar Lewat Branding Berbasis Budaya Lokal

​HUT IGTKI ke-76 Kabupaten Pemalang Meneguhkan Komitmen Guru Sejahtera dan Pendidikan Berkualitas Menuju Wajib Belajar 13 Tahun

​Gagas Visi "Sinau Seduluran", Eko Budiarto Ajak Warga Losari Membangun Desa dengan Hati