Menjelang Purna Tugas, Kabid PPPA Pemalang Refleksikan Pengabdian dan Tantangan Sosial
Dalam kesempatan tersebut, Triyatno mengungkapkan isi hati dan pikirannya terkait dinamika permasalahan sosial yang masih dihadapi masyarakat. Ia menggarisbawahi bahwa peran para pekerja sosial, penyuluh sosial, serta penggerak sumber daya perempuan masih sangat krusial dalam memitigasi berbagai problem kemasyarakatan, khususnya yang menimpa kelompok rentan.
"Kami merasakan bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan uluran tangan dari teman-teman di dinas sosial. Bidang ini berkaitan erat dengan pekerjaan sosial, perlindungan perempuan, serta anak yang memerlukan perlindungan khusus. Saya merasa ini adalah amanah yang harus dituntaskan dengan komitmen penuh untuk membantu sesama," ujar Triyatno.
Perjalanan Karier dan Kolaborasi lintas Sektor
Triyatno Yuliharso mengawali pengabdiannya sebagai aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang sejak 1 Maret 1992. Sepanjang 34 tahun masa baktinya, ia telah melintasi berbagai pos penugasan strategis, mulai dari Dinas Peternakan, Dinas Pertanian dan Kehutanan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), hingga kepemimpinan di beberapa kecamatan.
Sebagian besar rekam jejak kariernya berfokus pada urusan pemberdayaan masyarakat, sebelum akhirnya mendedikasikan tahun-tahun terakhir masa kerjanya di Bidang PPPA Dinsos KBPP Pemalang. Ia mengapresiasi sinergi yang terbangun di internal instansinya dalam memberikan respons cepat terhadap kasus-kasus kekerasan maupun diskriminasi terhadap perempuan dan anak.
Melalui pendekatan yang edukatif dan kolaboratif, Dinsos KBPP Kabupaten Pemalang terus berupaya membangun kesadaran kolektif masyarakat desa agar lebih mandiri dan responsif gender. Triyatno berharap, tongkat estafet perjuangan dalam memberdayakan perempuan dan melindungi anak di Pemalang dapat terus berjalan secara berkelanjutan meskipun dirinya akan memasuki masa purna bakti.
(Eko B Art).
Comments
Post a Comment