Langkah Strategis Dinkes Pemalang Untuk Memperkuat Deteksi Dini, Memutus Rantai Penularan, Dan Mendukung Target Nasional Eliminasi TB Pada Tahun 2030
PEMALANG – Upaya penanggulangan Tuberkulosis (TB) Paru tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang terintegrasi. Keterlibatan aktif aparat kewilayahan, seperti Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), menjadi langkah strategis untuk memperkuat deteksi dini, memutus rantai penularan, dan mendukung target nasional eliminasi TB pada tahun 2030.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang, Wiji Mulyati, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfungsi sebagai media sosialisasi, melainkan juga sebagai instrumen penguatan kapasitas petugas di lapangan.
"Melalui penyuluhan, pemeriksaan kesehatan, dan pendistribusian perangkat skrining, intervensi medis dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan menyeluruh hingga ke tataran masyarakat akar rumput," tambahnya.
"Sinergitas antara Dinas Kesehatan, institusi kepolisian, dan seluruh elemen terkait menjadi kunci fatal dalam mereduksi prevalensi kasus TB Paru di Kabupaten Pemalang adakan tantangan Epidemiologi dalam penyelesaian data Kasus di Kabupaten Pemalang, karena secara epidemiologis, TB Paru merupakan penyakit menular yang manifestasinya tidak dapat diidentifikasi secara kasat mata. Oleh karena itu, diperlukan metodologi pelacakan kontak (contact tracing), penegakan diagnosis melalui pemeriksaan klinis, serta manajemen pengobatan yang berkelanjutan hingga pasien dinyatakan sembuh total," pungkas Wiji Mulyati.
Dalam kesempatan yang sama Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, memaparkan data global yang menempatkan Indonesia pada peringkat kedua dunia dalam beban kasus TB. Secara lokal, estimasi kasus TB di Kabupaten Pemalang mencapai 4.620 kasus. Namun, berdasarkan data ministerial per 28 April, baru sekitar 1.400 kasus yang berhasil diidentifikasi, dan 1.237 kasus di antaranya telah mendapatkan akses pengobatan. kesenjangan data ini menunjukkan adanya urgensi penemuan kasus aktif (active case finding).
Catatan Penting: Masih terdapat selisih kasus yang belum terdeteksi di masyarakat. Keterlibatan jajaran kepolisian dalam proses tracing diproyeksikan menjadi katalisator penting untuk mempercepat penemuan kasus penularan di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Pemalang sendiri telah menginisiasi langkah preventif dan kuratif melalui program Cek Kesehatan Gratis dengan menggerakkan tenaga kesehatan serta aparat kewilayahan hingga tingkat desa.
"Bupati menegaskan pentingnya konsistensi edukasi publik dan pelaporan berbasis data yang akurat oleh Dinas Kesehatan guna mengidentifikasi hambatan operasional di lapangan, " tandasnya.
Implementasi Program "Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru"
Sebagai respons konkret terhadap tantangan tersebut, Kepolisian Resor (Polres) Pemalang meluncurkan Program Bhabinkamtibmas Tracer TB Paru. Kapolres Pemalang, AKBP Rendy Setia Permana, menegaskan bahwa tingginya dinamika kasus TB di Indonesia memerlukan langkah implementatif yang terukur. Mengingat patofisiologi penularan TB terjadi melalui udara (droplet nuclei), intervensi yang berfokus pada pelacakan kontak erat dan edukasi higienitas masyarakat menjadi sangat krusial.
Melalui program "Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru", yang merupakan akselerasi dari kebijakan di tingkat Kepolisian Daerah Jawa Tengah, kepolisian berkomitmen penuh menyinergikan instrumen pengamanan wilayah dengan fasilitas pelayanan kesehatan seperti Puskesmas. Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kesadaran terhadap gejala klinis TB dan memanfaatkan fasilitas kesehatan terdekat demi deteksi dini.
Dalam hal ini kegiatan Pelaksanaan program penanggulangan interdisipliner ini resmi dimulai pada Senin (08/06/2026), ditandai dengan prosesi pemukulan gong oleh Kapolres AKBP Rendy Setia Permana di Pendopo Kabupaten Pemalang. Momentum peresmian tersebut turut disaksikan dan didukung langsung oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Ketua TP PKK dr. Noor Faizah Maenofie, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang Wiji Mulyati.
(Eko B Art).
Comments
Post a Comment