​BAZNAS Pemalang Sukses Kelola dan Salurkan Ratusan Hewan Kurban pada Momen Idul Adha 1447 H, Untuk Masyarakat

PEMALANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pemalang sukses melaksanakan penyembelihan dan penyaluran ratusan ekor hewan kurban pada perayaan Idul Adha 1447 H / 2026 M. Momentum ibadah kurban kali ini menjadi bukti nyata hadirnya BAZNAS dalam memberikan dampak sosial ekonomi yang luas, termasuk menyasar masyarakat yang terdampak masalah lingkungan.


Dalam hal ini ​Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Pemalang, Khoirudin, mengungkapkan bahwa seluruh proses pemotongan hewan kurban berjalan dengan lancar hingga Hari Tasyrik terakhir. Fokus pemotongan dipusatkan di Balai Ternak BAZNAS yang berlokasi di balai ternak milik Baznas Pemalang yang berlokasi di Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang.


​"Alhamdulillah, seluruh rangkaian kurban tahun ini selesai dengan baik. Semua hewan kurban kami pastikan aman, sehat, dan langsung didistribusikan kepada masyarakat yang berhak, bahkan jangkauannya sampai ke daerah Somalata," ujar Khoirudin saat memberikan keterangan kepada awak media di kantor tugasnya, Rabu (3/6/2026). 


Adapin ​Rincian Penyaluran Hewan Kurban, ​Khoirudin memaparkan, total hewan kurban yang dikelola oleh BAZNAS Pemalang bersumber dari beberapa pos bantuan dan titipan muzaki, dengan rincian sebagai berikut;
-​Bantuan BAZNAS RI: Sebanyak 21 ekor kambing, di mana per ekornya dibagi menjadi 13 paket daging untuk masyarakat.
-​Internal BAZNAS Pemalang (Mudhohi Mandiri): Sebanyak 34 ekor kambing.
- Dan ​Program Khusus BAZNAS RI (Mendadak): Sebanyak 50 ekor kambing dari Dam Haji (denda atau tebusan wajib berupa penyembelihan hewan ternak (kambing, sapi, atau unta) yang harus dibayar oleh jemaah saat menunaikan ibadah haji atau umrah), dan menghasilkan 500 paket daging) yang dialokasikan khusus melalui Baznas Pemalang dan dieksekusi cepat di Warungpring hanya dengan persiapan dua hari.


​Secara khusus, Khoirudin juga menyampaikan bahwa ada penyaluran dua ekor kambing yang diberikan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pemalang, bantuan ini ditujukan bagi warga dan petugas yang berada di kawasan terdampak sampah.


​"Kami memberikan dua ekor khusus ke pihak DLH karena melihat kondisi masyarakat yang terdampak sampah. Alhamdulillah mereka sangat senang menerima perhatian ini," tambahnya.


Rangkaian acara ​Dihadiri Petinggi Baznas pusat dan Pejabat MUI dan Kemenag Provinsi, tentunya ​Kesuksesan acara ini juga mendapat apresiasi langsung dari berbagai pihak. Seluruh Prosesi kurban di Balai Ternak Warungpring turut dihadiri dan disaksikan oleh Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemalang, serta jajaran pimpinan BAZNAS RI.


​Menurut Khoirudin, kehadiran para petinggi ini memberikan pesan kuat bahwa BAZNAS bukan lagi sekadar badan pengelola zakat biasa, melainkan lembaga yang mampu mengelola aset produktif seperti balai ternak dengan manfaat yang sangat luas.


​Meskipun program tabungan kurban atau jemaah baru diikuti oleh beberapa orang karena merupakan program baru, kepercayaan masyarakat dinilai terus meningkat. Masyarakat yang awalnya memandang sebelah mata keberadaan balai ternak BAZNAS, kini melihat langsung bukti nyata kerja keras lembaga tersebut.


​Di akhir keterangannya, Khoirudin mengajak masyarakat Kabupaten Pemalang untuk tidak ragu menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) maupun kurban melalui BAZNAS. Sebagai lembaga pemerintah non-struktural, BAZNAS memiliki payung hukum yang kuat dan didukung penuh oleh Surat Edaran (SE) Bupati Pemalang.
​"Masyarakat tidak perlu khawatir. Setiap tahun kami diaudit secara ketat, baik oleh BAZNAS RI, Kemenag, maupun Kementerian Agama RI. Sekecil apa pun uang yang keluar dan masuk, semua tercatat secara transparan. Insyaallah, lewat BAZNAS ini aman dan akuntabel," pungkasnya.

(Eko B Art).

Comments

Popular posts from this blog

Mahasiswa KKN Multidisiplin Dorong Kopi Jurangmangu Tembus Pasar Lewat Branding Berbasis Budaya Lokal

​HUT IGTKI ke-76 Kabupaten Pemalang Meneguhkan Komitmen Guru Sejahtera dan Pendidikan Berkualitas Menuju Wajib Belajar 13 Tahun

​Gagas Visi "Sinau Seduluran", Eko Budiarto Ajak Warga Losari Membangun Desa dengan Hati