​Transformasi Peran Pemuda Dalam Sinergi Organisasi Dan Pemerintah Di Kabupaten Pemalang

PEMALANG - Esensi Strategis, Solidaritas dan Keberlanjutan Organisasi sebuah bangsa sangat bergantung pada kemampuan organisasi kepemudaan dalam melakukan transformasi nilai dan memperkuat solidaritas internal.

Melalui integrasi antara komitmen kebangsaan dan peran sosial, organisasi seperti GP Ansor dan Fatayat NU berfungsi sebagai pilar stabilitas masyarakat. Momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya kolektif dalam meneguhkan peran strategis pemuda sebagai motor perubahan yang adaptif terhadap dinamika zaman.

​Respons terhadap Tantangan Global dan Transformasi Digital,
​dalam perspektif sosiologis dan historis, KH Abu Joharudin Bahry (Ketua PCNU Pemalang) menegaskan bahwa "pemuda harus mampu mengkontekstualisasikan nilai perjuangan masa lalu ke dalam realitas kontemporer, "hal tersebut disampaikannya dihadapan 3.000 kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Banser, dan Garda Fatayat Nahdlatul Ulama (Garfa) se-Kabupaten Pemalang saat kegiatan Silaturahmi Akbar dan Apel Akbar yang digelar di halaman Pendopo Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemalang, Minggu (10/05/2026).


"Di era transformasi digital, pemuda dituntut untuk berpikir solutif dalam menghadapi kompleksitas global dan ​mampu menjadi agen perubahan yang adaptif tanpa mereduksi nilai Ahlussunnah wal Jamaah", tambahnya.

"​Menjaga keutuhan NKRI melalui literasi dan aksi nyata dalam Manifestasi Tanggung Jawab dan Pengabdian Masyarakat, ​Ketua PC GP Ansor Pemalang, Salman Faidul Mahasin, menekankan bahwa pengukuhan struktural (Satkorcab Ansor dan Banser) merupakan titik awal tanggung jawab sosial.

"Organisasi kepemudaan diharapkan memiliki fleksibilitas fungsional yang mencakup berbagai sektor, antara lain, ​Sektor Ekonomi dan Pendidikan, Peningkatan kualitas SDM untuk daya saing internasional", tegasnya.

"Dalam ​Sektor Sosial dan Kebencanaan, kehadiran responsif di tengah krisis masyarakat, Peran Pemerintah dalam Penguatan Moralitas Keluarga," tandas Salman Faidul Mahasin.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, menyoroti bahwa di tengah derasnya arus geopolitik dan digitalisasi, benteng pertahanan utama terletak pada penguatan unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga dan komunitas.

Tantangan kontemporer yang bersifat "tak kasat mata" (seperti dekadensi moral) memerlukan pendekatan yang bijaksana dan berbasis pada pembentukan akhlakul karimah, "pungkasnya.

(Eko B Art). 

Comments

Popular posts from this blog

Mahasiswa KKN Multidisiplin Dorong Kopi Jurangmangu Tembus Pasar Lewat Branding Berbasis Budaya Lokal

​HUT IGTKI ke-76 Kabupaten Pemalang Meneguhkan Komitmen Guru Sejahtera dan Pendidikan Berkualitas Menuju Wajib Belajar 13 Tahun

​Gagas Visi "Sinau Seduluran", Eko Budiarto Ajak Warga Losari Membangun Desa dengan Hati