Sinergi Kelembagaan dan Manifestasi Budaya; Catatan Hari Tari Sedunia 2026 di Pemalang
PEMALANG - Secara administratif, peringatan Hari Tari Sedunia tahun 2026 di Kabupaten Pemalang dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesra Tutuko Raharjo, Kepala Bakesbangpol Joko Ngatmo, serta Ketua TP PKK Noor Faizah Maenofie. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menegaskan dukungan struktural terhadap pengembangan sektor kebudayaan.
Secara teknis, Kepala Disparbud Kabupaten Pemalang, Fera Djokosusanto, memaparkan bahwa kegiatan ini melibatkan 14 sanggar tari dengan total kurang lebih 200 praktisi tari. Rangkaian agenda disusun secara sistematis, dimulai dari eksplorasi seni di kawasan pesisir, kirab budaya menuju pendopo, hingga puncaknya berupa pertunjukan kolektif masing-masing entitas seni." Fokus utama dari perhelatan ini adalah stimulasi kreativitas berbasis lingkungan serta penguatan jejaring sosial antar-pelaku seni, dalam perspektif strategis," ujar Fera Djokosusanto.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro juga turut memproyeksikan agar seni tari tidak hanya terjebak dalam ruang formalitas. Beliau menekankan pentingnya utilisasi ruang publik seperti Pantai Widuri dan City Walk sebagai arena ekspresi yang inklusif. Hal ini bertujuan agar seni tari dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat, sehingga fungsi edukasi kultural dapat berjalan secara organik.
"Karena secara filosofis, bahwa momentum ini merupakan instrumen penting dalam menjaga jati diri bangsa. Partisipasi para penari muda bukan sekadar performa estetika, melainkan sebuah aksi nyata dalam merawat kekerabatan sosial dan ketahanan budaya di tengah arus modernisasi, "tambahnya.
Melalui sinkronisasi gerak dan dentuman musik tradisional di halaman Kantor Disparbud pada Jumat (8/5/2026), Kabupaten Pemalang kembali meneguhkan komitmennya dalam melestarikan warisan adiluhung nusantara.(Eko B Art).
Comments
Post a Comment