PKBM Mutiara Bodeh; Proses Pendidikan Kesetaraan Bukan Sekadar Mengejar Legalitas Ijazah, Melainkan Upaya Penguatan Karakter Dan Literasi

PEMALANG – Berpusat di Jalan Raya Bodeh No. 20, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, PKBM Mutiara terus berkomitmen menjadi pilar pendidikan nonformal yang inklusif. Menutup kalender akademik 2025/2026, lembaga ini merefleksikan kembali perjalanan panjang para peserta didik dalam menempuh pendidikan kesetaraan.


​Kepala PKBM Mutiara, Tasriah, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh warga belajar. "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karena Anda telah memilih dan mempercayakan proses intelektual Anda menjadi bagian dari keluarga besar PKBM Mutiara. Kehadiran Anda telah mewarnai dinamika pembelajaran di lembaga ini," ungkapnya pada Senin pagi (4/5/2026).

​ Tasriah juga menegaskan bahwa, "proses pendidikan kesetaraan bukan sekadar mengejar legalitas ijazah, melainkan upaya penguatan karakter dan literasi. Beliau berpesan agar semangat lifelong learning (belajar sepanjang hayat) tetap terjaga".

"Jadikan ilmu yang diperoleh sebagai instrumen untuk meningkatkan taraf hidup dan kebermanfaatan di masyarakat. Kelulusan ini adalah pembuktian bahwa keterbatasan waktu dan ruang bukan penghalang untuk meraih keunggulan akademik."tambahnya.

​Sebagai puncak dari rangkaian evaluasi pembelajaran, hasil kelulusan Pendidikan Kesetaraan Paket C diumumkan secara transparan melalui sistem digital. Tepat pada Senin, 4 Mei 2026, pukul 14.00 WIB, para peserta didik dapat mengakses hasil kelulusan secara mandiri melalui tautan resmi: https://bit.ly/pengumumankelulusan_paketc.

"​Langkah ini diambil sebagai bentuk adaptasi teknologi informasi dalam administrasi pendidikan, sekaligus memudahkan akses bagi seluruh lulusan di mana pun mereka berada," Pungkas Tasriah.

(Eko B Art).

Comments

Popular posts from this blog

Mahasiswa KKN Multidisiplin Dorong Kopi Jurangmangu Tembus Pasar Lewat Branding Berbasis Budaya Lokal

​HUT IGTKI ke-76 Kabupaten Pemalang Meneguhkan Komitmen Guru Sejahtera dan Pendidikan Berkualitas Menuju Wajib Belajar 13 Tahun

​Gagas Visi "Sinau Seduluran", Eko Budiarto Ajak Warga Losari Membangun Desa dengan Hati