Komitmen SMKN 1 Pemalang: Pastikan Pendampingan Korban dan Perkuat Edukasi Karakter Siswa
Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat Nurul Fuadah, menyampaikan bahwa sekolah telah bergerak cepat melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Kantor Cabang Dinas Pendidikan wilayah setempat.
"Langkah pertama yang kami pastikan adalah kondisi psikologis siswa yang menjadi korban. Kami menjamin adanya perlindungan dan pendampingan penuh dari pihak sekolah," ujar Nurul dalam pertemuan di lingkungan SMK Negeri 1 Pemalang, Senin (11/5/2026).
Langkah Mitigasi dan Edukasi
Selain fokus pada korban, sekolah juga mengintensifkan edukasi mengenai etika berperilaku. Nurul mengakui bahwa pemahaman siswa terhadap batasan moral dan konsekuensi pelanggaran etika perlu diperdalam kembali melalui bimbingan yang lebih personal.
"Kami menekankan kembali nilai-nilai moral. Upaya ini dilakukan secara beruntun, dimulai sejak Selasa (5/5) pagi, termasuk melakukan pendekatan personal kepada lingkaran terdekat yang terdampak peristiwa ini," tambahnya.
Dialog dengan Orang Tua
Sebagai bentuk transparansi, sekolah juga telah mengundang para orang tua siswa untuk berdialog. Pertemuan yang berakhir pada siang hari tersebut bertujuan untuk menyelaraskan rencana pendampingan yang telah disusun sekolah dengan harapan para wali murid.
Pihak sekolah berharap upaya ini tidak hanya menyentuh aspek kognitif, tetapi juga benar-benar meresap ke dalam hati sanubari siswa agar aturan sekolah tidak sekadar dihafal, melainkan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.
Sekolah Ramah Anak dan Aturan PPDB
Menutup keterangannya, Nurul menegaskan bahwa SMKN 1 Pemalang tetap memegang teguh undang-undang pendidikan dan prinsip Sekolah Ramah Anak. Terkait proses seleksi siswa baru (PPDB), sekolah menjelaskan bahwa sistem yang digunakan mengikuti mekanisme provinsi melalui jalur prestasi dan afirmasi.
"Kami berkomitmen untuk terus mengevaluasi diri dan memperbaiki sistem bimbingan kami. Kami ingin memastikan SMKN 1 Pemalang tetap menjadi ruang belajar yang aman bagi seluruh siswa," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan di beberapa Media bahwa "Telah terjadi dugaan Kasus pelecehan seksual ini terjadi di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Pemalang. Terduga pelaku adalah seorang siswa yang sedang duduk di kelas XI dengan inisial nama DRA. Ironisnya, terduga pelaku merupakan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).
(Eko B Art).
Comments
Post a Comment