Kabupaten Pemalang Tahun Ini Menginisiasi Implementasi Spmb Secara Online Untuk Jenjang Sekolah Dasar Untuk Pertama Kalinya

​PEMALANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikpora) Kabupaten Pemalang terus memperkuat komitmennya dalam mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui sektor pendidikan.



Salah satu fokus krusial yang tengah digenjot adalah efektivitas program "Gerakan Njuh Sekolah Maning", sebuah gerakan intervensi untuk mengembalikan Anak Putus Sekolah (APS) dan Anak Tidak Sekolah (ATS) ke bangku pendidikan formal maupun non-formal.



​Kepala Dindikpora Pemalang, Supaat, melalui Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Dikdas), Munawir, menegaskan bahwa esensi dari keberhasilan program ini bertumpu pada penciptaan ekosistem sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif, Kamis (21/5/2026). 


Selanjutnya Munawir menegaskan bahwa Dekonstruksi Akar Masalah tentang Sekolah Aman dan Bebas Perundungan, jadi ​Secara akademis, kenyamanan psikologis peserta didik berkorelasi langsung dengan retensi (keberlanjutan) mereka di sekolah.

"Intinya Dindikpora Pemalang mengidentifikasi bahwa salah satu pemicu utama anak enggan sekolah adalah faktor lingkungan penunjang yang kurang kondusif, karena Prinsip dasar kami di bidang persekolahan adalah memastikan pelayanan terhadap anak-anak berjalan sesuai standar, dan Sekolah harus menjadi ruang yang aman dan nyaman. Segala bentuk disinsentif psikologis seperti bullying (perundungan) dan kekerasan harus dieliminasi total," ujar Munawir.



​Langkah konkret penanganan ATS telah menunjukkan hasil nyata. Munawir mencontohkan kasus di beberapa wilayah di mana seorang anak yang sempat putus sekolah kini telah berhasil diintegrasikan kembali ke kelas setelah adanya pendekatan persuasif dan koordinasi intensif dari pihak kepala sekolah.



​Selanjutnya "Satu Guru Satu ATS, ini langkah Mobilisasi Guru dan Kolaborasi Intersektoral (PKBM) dalam menyikapi data sisa ATS di Kabupaten Pemalang yang berada di kisaran 14 ribuan—dengan konsentrasi tinggi salah satunya di Kecamatan Pemalang, tentunya Dindikpora merancang strategi tata kelola pendidik yang berbasis pemetaan wilayah (zoning data).

Selanjutnya Program Satu Guru Satu ATS, merupakan salah satu program yg ditawarkan untuk mengurai benang kusut ATS. Satu guru diharapkan "menggandeng" Satu anak ATS pada saat SPMB berlangsung baik tingkat SD maupun SMP. sosialisasi dan kordinasi antar pemangku kebijakan sangat diperlukan agar program ini bisa berjalan dan berdampak.

Karenanya ​Dalam rapat internal kelembagaan, disepakati wujud nyata optimalisasi tenaga kependidikan, mulai ​Pendataan Berbasis Lokasi dengan mendata guru-guru yang berdomisili di zona dengan angka ATS tinggi.

Hal ini menjadi ​Kontribusi Kolektif dari Para guru dan kepala sekolah digerakkan untuk menjadi fasilitator dan pendamping langsung di lapangan.


​Sinergi PKBM Mengintegrasikan peran guru formal untuk mendukung Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) guna memfasilitasi anak-anak yang membutuhkan jalur pendidikan kesetaraan.


Dan tentunya yang harus menjadi langkah Akuntabilitas Kelulusan dan Larangan Pungutan Liar dalam ​memasuki siklus akhir tahun ajaran dan momentum kelulusan, Dindikpora Pemalang mengeluarkan imbauan pedagogis dan yuridis yang tegas kepada seluruh kepala sekolah dan guru dari jenjang TK hingga SD untuk bisa Transformasi Digital dari SPMB Online Jenjang SD untuk Transparansi, karena ​Sebagai pilar penunjang akuntabilitas sistem pendidikan, Kabupaten Pemalang tahun ini menginisiasi implementasi SPMB secara online untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) untuk pertama kalinya.



​Langkah ini diambil guna menjamin asas keadilan, transparansi, dan efisiensi pendaftaran. Guna menyukseskan transisi digital ini, Dindikpora telah dan sedang melakukan sosialisasi serta edukasi masif di seluruh kecamatan, di mana wilayah terakhir dijadwalkan selesai dalam waktu dekat.


​Melalui integrasi program "Sekolah Maning", penegakan disiplin pendidik, dan pemanfaatan teknologi SPMB online, Dindikpora Pemalang optimistis layanan pendidikan dapat diakses secara inklusif oleh seluruh lapisan masyarakat, sehingga setiap anak dapat mengembangkan potensi diri sesuai dengan minat dan bakat Murid", pungkas Munawir. 

[Eko B Art].

Comments

Popular posts from this blog

Mahasiswa KKN Multidisiplin Dorong Kopi Jurangmangu Tembus Pasar Lewat Branding Berbasis Budaya Lokal

​HUT IGTKI ke-76 Kabupaten Pemalang Meneguhkan Komitmen Guru Sejahtera dan Pendidikan Berkualitas Menuju Wajib Belajar 13 Tahun

​Gagas Visi "Sinau Seduluran", Eko Budiarto Ajak Warga Losari Membangun Desa dengan Hati