Tantangan Dunia Pendidikan Berkembang Seiring Dengan Kemajuan Teknologi Dan Era Disrupsi Digital

PEMALANG - Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Pemalang dengan dukungan semua pihak, diharapkan kualitas pendidikan dapat terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Mudah-mudahan pendidikan di Kabupaten Pemalang semakin baik dan mampu mencetak generasi yang unggul,” hal tersebut disampaikan Anom Widiyantoro saat memberikan pesan dan sambutan dalam acara Halal Bihalal Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Hotel Grand Wijaya Pemalang, Sabtu (04/04/2026).

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua TP PKK Noor Faizah Maenofie dan seluruh Kepala SMP Se- Kabupaten Pemalang.

Selanjutnya Anom Widiyantoro juga menegaskan bahwa, "Dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks dari masa ke masa. Jika dahulu isu-isu pendidikan masih berkutat pada hal-hal mendasar, kini tantangan berkembang seiring dengan kemajuan teknologi dan ERA DISRUPSI DIGITAL (inovasi atau perubahan fundamental yang mengganggu dan menggantikan sistem konvensional/lama dengan cara baru yang lebih efisien, cepat, dan berbasis teknologi digital)".

“Sekarang kita berada di era di mana handphone ada di tangan masing-masing. Informasi, termasuk hal-hal negatif seperti pornografi, sangat mudah diakses. Ini menjadi tantangan besar bagi para pendidik,” ujarnya.

Anom juga menekankan bahwa kondisi tersebut membutuhkan perhatian dan kerja keras semua pihak, khususnya tenaga pendidik, dalam menjaga dan membina generasi muda generasi saat ini diproyeksikan menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia 2045, sehingga perlu dipersiapkan secara matang, selain itu peran masyarakat juga dinilai sangat penting dalam mengontrol perilaku generasi muda pemerintah daerah berkomitmen untuk menyediakan ruang publik yang lebih luas agar masyarakat dapat beraktivitas secara positif dan kolektif.

“Kalau kontrol masyarakat kuat, maka kegiatan negatif dapat diminimalisir,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan pentingnya komunikasi yang baik antara sekolah dan wali murid. Hal ini menurut Anom untuk menghindari kesalahpahaman serta reaksi negatif dari masyarakat apabila terjadi permasalahan di lingkungan sekolah.

Sebelum menutup pesan sambutannya, Anom juga mengapresiasi peran ulama dan tokoh agama yang turut membantu memberikan pemahaman keagamaan kepada generasi muda terutama dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang dapat memengaruhi mental dan spiritual anak.

(Eko B Art). 

Comments

Popular posts from this blog

Mahasiswa KKN Multidisiplin Dorong Kopi Jurangmangu Tembus Pasar Lewat Branding Berbasis Budaya Lokal

​HUT IGTKI ke-76 Kabupaten Pemalang Meneguhkan Komitmen Guru Sejahtera dan Pendidikan Berkualitas Menuju Wajib Belajar 13 Tahun

​Gagas Visi "Sinau Seduluran", Eko Budiarto Ajak Warga Losari Membangun Desa dengan Hati