Refleksi Ramadan di SMPN 1 Belik, dari Penguatan Spiritual hingga Aksi Nyata Kepedulian Sosial
PEMALANG - SMP Negeri 1 Belik sukses mengintegrasikan nilai-nilai religius dan kepedulian sosial dalam rangkaian kegiatan selama bulan suci Ramadan 1447 H.
Tidak sekadar menjalankan rutinitas ibadah, sekolah ini menjadikan momentum Ramadan sebagai wadah transformasi karakter siswa sekaligus persiapan strategis menghadapi Tes Kemampuan Akademi (TKA) bagi kelas 9.
Kami lakukan Kolaborasi Lintas Sekolah untuk Membentuk Generasi Qurani. Mengawali agenda Ramadan, SMPN 1 Belik melakukan penyesuaian jadwal Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan memangkas waktu belajar sebanyak 30 menit per jam pelajaran. Kebijakan ini diambil untuk memberikan ruang lebih bagi penguatan spiritual murid di sekolah.
Inovasi menarik terlihat pada minggu kedua, di mana sekolah menjalin kemitraan dengan SMA Muhammadiyah Belik melalui program Kelas Tahfidz. Selama tiga hari, para siswa didampingi untuk mendalami ilmu fikih, membiasakan salat Dhuha, hingga tadarus Al-Qur'an secara intensif.
"Kemitraan yang telah terjaga selama dua tahun ini merupakan upaya kami untuk melatih kemandirian siswa. Kami ingin mereka tidak hanya menguasai teori agama di kelas, tapi juga merasakan atmosfer belajar di lingkungan yang baru agar semangat religiusnya semakin terasah," hal tersebut disampaikan Kepala SMPN 1 Belik, Indah Palupi, S.Si., M.Pd., dikantor tugasnya, Selasa (14/6/2026).
Selanjutnya acara Dies Natalis dan Nuzulul Quran kita laksanakan dalam Balutan Empati Ramadan tahun 1447 H, lebih terasa berkesan karena bertepatan dengan peringatan Dies Natalis SMPN 1 Belik.
Sekolah juga menggelar serangkaian acara yang menitikberatkan pada rasa syukur dan empati, di antaranya, Doa Bersama & Peringatan Nuzulul Quran. Hal ini dimaksudkan Sebagai refleksi batin seluruh warga sekolah.
Diantaranya ada Aksi Sosial dengan Penyaluran santunan kepada 52 anak yatim dan pembagian 80 paket sembako untuk warga di sekitar lingkungan sekolah.
Sumber dana kegiatan ini murni berasal dari donasi sukarela bapak/ibu guru, staf, serta partisipasi siswa. Program ini pun berlanjut secara konsisten melalui gerakan "Jumat Berkah" yang rutin dilakukan setiap bulan.
"Kami menekankan pentingnya menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama. Hubungan harmonis antara sekolah dan warga sekitar harus terus dipupuk. Anak-anak harus paham bahwa kecerdasan intelektual harus berjalan beriringan dengan kecerdasan sosial," tegas Indah Palupi.
Menjelang TKA kami juga sudah lakukan himbauan Penting bagi Orang Tua, dalam Memasuki masa libur panjang Idulfitri kemarin, agar orang tua memberikan perhatian khusus, terutama bagi bagi putra putrinya sekolah kelas 9 yang telah menghadapi Tes Kemampuan Akademi (TKA) tahun 2026.
Kami mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara sekolah, masyarakat, dan keluarga.
Indah Palupi, juga berpesan agar orang tua tetap menjadi pengawas utama di rumah:
"Dua minggu libur adalah waktu yang krusial. Saya memohon kepada orang tua untuk tetap mendampingi anak-anak. Jangan sampai waktu mereka habis hanya untuk bermain media sosial atau ponsel hingga larut malam setelah salat Tarawih. Tetap jaga sopan santun dan interaksi sosial di masyarakat."
Dan untuk kelas 9, pihak sekolah meminta orang tua memantau jadwal belajar secara mandiri agar fokus siswa tidak kendor saat menghadapi ujian pascalibur nanti. "Pendidikan adalah investasi masa depan. Mari kita kawal putra-putri kita agar tetap produktif meski di hari libur," Pungkas Indah Palupi.
(Eko B Art).
Comments
Post a Comment