Atas Kepentingan Apa Kamu Mengambil Keputusan Yang Tidak Keberpihakan Kepada Rakyat, Ini Rasanya Aneh, Sangat Aneh

PEMALANG - Terpanggil, mencalonkan diri atau bahkan dicalonkan  hingga akhirnya menjadi kepala desa, kepala daerah, DPRD, DPD, DPR-RI, bahkan Presiden. Ujung ujungnya jadi pemimpin dan mendapat kekuasaan, tapi kadang mereka lupa kalau jabatan yang mereka sandang adalah kontrak politik dari rakyat dengan durasi waktu tertentu.

Tapi masih saja ada segelintir oknum yang melakukan pembangkangan kepada rakyat, lantas apa motivasinya yang membuat mereka lupa daratan hingga lupa lautan, mereka bergaya dan kepalanya merasa melayang di langit padahal kaki kaki mereka masih menginjak bumi.

Atas kepentingan apa kamu mengambil keputusan yang tidak keberpihakan kepada rakyat, ini rasanya aneh, sangat aneh.

Berkacalah sebelum diberi amanat, karena sejatinya kamu itu di angkat rakyat, ditolong rakyat, dipilih rakyat, untuk mengatur kemudahan hajat hidup rakyat. Mengapa rakyat kritik di penjara, aktivis rakyat di intimidasi hingga di siram air keras, warga mengadu masalahnya malah menjadi salah. Dengan ini semua kamu puas, lalu merasa benar...?

Coba kembali berpikir, bila dengan hadirnya keputusanmu menjadi rancu, dengan penetapan regulasi malah menjadi sanksi, bahkan dengan realisasi program justru menjadi ladang korupsi, apakah kamu semua layak untuk bertahan atau dipertahankan.

Bila memang butuh kesadaran, berusahalah untuk memahami apa yang sedang kau jalani, mengertilah dengan apa yang sedang kau jajaki. Kekuasaan telah memanjakanmu, apa lantas  kamu merasa benar tanpa menyandingkan kesadaran.

(Eko B Art). 

Comments

Popular posts from this blog

Mahasiswa KKN Multidisiplin Dorong Kopi Jurangmangu Tembus Pasar Lewat Branding Berbasis Budaya Lokal

​HUT IGTKI ke-76 Kabupaten Pemalang Meneguhkan Komitmen Guru Sejahtera dan Pendidikan Berkualitas Menuju Wajib Belajar 13 Tahun

​Gagas Visi "Sinau Seduluran", Eko Budiarto Ajak Warga Losari Membangun Desa dengan Hati