​Analisis Peningkatan Mutu Tata Kelola Perpustakaan Sekolah Melalui Standardisasi Akreditasi

PEMALANG - ​Akselerasi Kompetensi Manajerial Tenaga Perpustakaan Upaya transformasi perpustakaan sekolah diawali dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia.



Sebanyak 70 Kepala Perpustakaan tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Kabupaten Pemalang dilibatkan dalam agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengisian Instrumen Akreditasi.



Fokus utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman komprehensif mengenai mekanisme evaluasi mandiri sebagai prasyarat peningkatan mutu institusional.



​Reposisi Perpustakaan sebagai Pusat Sumber Belajar Melalui diseminasi ini, diharapkan terjadi pergeseran paradigma fungsi perpustakaan; dari sekadar unit penyimpanan literatur menjadi pusat belajar aktif yang inovatif dan relevan dengan dinamika zaman. Narasumber dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Dyah Nugraheni, menekankan bahwa instrumen akreditasi merupakan parameter objektif untuk mengukur keberhasilan manajerial sekaligus instrumen untuk membangun kepercayaan publik (public trust).



Standar Nasional Perpustakaan (SNP) diposisikan sebagai kerangka acuan minimal dalam penyelenggaraan perpustakaan yang profesional di Indonesia.

​Evaluasi Kinerja dan Integritas Mutu Layanan Kepala Bidang Perpustakaan Dinperpuska Pemalang, Edi Sutriyono, menggarisbawahi bahwa akreditasi memiliki fungsi ganda: sebagai alat ukur capaian standar pengelolaan dan sebagai katalisator pengembangan mutu layanan. Proses ini mendorong terciptanya tertib administrasi serta adaptivitas lembaga terhadap disrupsi teknologi informasi.



Hal ini selaras dengan pernyataan Kepala Dinperpuska Kabupaten Pemalang, Edy Susilo Temu Raharjo, yang menegaskan bahwa akreditasi adalah evaluasi holistik yang mencakup aspek kinerja, sarana prasarana, koleksi, hingga inovasi layanan.

​Tren Historis dan Proyeksi Capaian Akreditasi Data statistik menunjukkan tren fluktuatif namun progresif dalam capaian akreditasi perpustakaan di Kabupaten Pemalang pada periode 2020–2025:
​2020: 7 perpustakaan
​2021: 13 perpustakaan
​2022: 26 perpustakaan
​2023: 10 perpustakaan
​2024: 25 perpustakaan
​2025: 19 perpustakaan (termasuk siklus re-akreditasi).



​Berdasarkan basis data tersebut, otoritas terkait memproyeksikan peningkatan signifikan pada tahun 2026 sebagai representasi dari keberhasilan program pembinaan berkelanjutan.




​Sintesis Kegiatan Sebagai langkah konkret dalam merealisasikan target tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinperpuska) Kabupaten Pemalang secara resmi menyelenggarakan Bimtek Pengisian Instrumen Akreditasi Perpustakaan pada Kamis (16/4/2026) bertempat di Gedung Sasana Bakti Praja.



Agenda strategis ini merupakan manifestasi dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas literasi dan pengembangan sumber daya manusia melalui standardisasi tata kelola perpustakaan yang profesional.

(Eko B Art). 

Comments

Popular posts from this blog

Mahasiswa KKN Multidisiplin Dorong Kopi Jurangmangu Tembus Pasar Lewat Branding Berbasis Budaya Lokal

​HUT IGTKI ke-76 Kabupaten Pemalang Meneguhkan Komitmen Guru Sejahtera dan Pendidikan Berkualitas Menuju Wajib Belajar 13 Tahun

​Gagas Visi "Sinau Seduluran", Eko Budiarto Ajak Warga Losari Membangun Desa dengan Hati