Manfaatkan Limbah, Mahasiswa KKN-T Tim 158 Undip Buat Pasta Gigi Berbasis Ampas Kopi
Produk Pasta Gigi Berbasis Ampas Kopi. (Sumber: Dokumentasi Nurjannah/Anggota Tim 158 Kkn-t Jurangmangu)
PEMALANG – Dalam upaya peningkatan kebermanfaatan limbah kopi, salah satu mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 158 Universitas Diponegoro (Undip) yang berlokasi di Desa Jurangmangu, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang mengubah ampas kopi menjadi barang yang lebih bermanfaat, yakni pasta gigi.
Sebagai lokasi dengan komoditas kopi yang melimpah, Desa Jurangmangu memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan. Namun, saat ini hanya produk kopi yang masif diproduksi oleh warga. Sedangkan, pembuatan produk turunan kopi hingga pengelolaan kembali limbah kopi masih belum banyak dikembangkan.
Salah satu pemanfaatan limbah produk kopi adalah pengolahan ampas kopi menjadi pasta gigi. Dalam hal ini, Nurjannah, sebagai salah satu mahasiswa Program Studi (Prodi) Kimia, Fakultas Sains dan Matematika, membuat pasta gigi berbasis ampas kopi. Ampas kopi merupakan limbah hasil penyeduhan kopi yang memiliki zat antioksidan serta sifat antibakteri yang dapat menjadi nilai tambah dalam produk pasta gigi.
“Kopi ini kan jadi salah satu tumbuhan yang melimpah, ya, di Jurangmangu, makanya saya pengin memanfaatkan limbahnya buat jadi produk sosmas, karena di ampasnya, kan, masih ada beberapa kandungan bagusnya, gitu,” ujar Nurjannah saat ditanya terkait alasan penggunaan ampas kopi.
Selain itu, penggunaan ampas kopi sebagai bahan tambahan dalam pasta gigi adalah karena kandungan kafein pada kopi yang telah berkurang akibat proses penyeduhan kopi sebelumnya, sehingga mengurangi risiko adanya noda kuning pada gigi akibat kandungan kafein.
Pembuatan produk ini cukup mudah, karena menggunakan bahan-bahan yang murah serta mudah didapat. Pembuatan produk diawali dengan penjemuran ampas kopi dan penyaringan ke dalam saringan 200 mesh. Hal ini dilakukan agar ampas kopi yang digunakan tidak terlalu kasar dan merusak lapisan email gigi. Setelahnya dilakukan penambahan baking soda, ampas kopi, dan Virgin Coconut Oil (VCO) sebagai pengencer.
Proses pembuatan produk pasta gigi. (Sumber: Dokumentasi Nurjannah/Anggota Tim 158 KKN-T Jurangmangu)
Sebagai tindak lanjut dari pembuatan produk ini, mahasiswa Tim 158 KKN-T Undip, di bawah naungan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Ir. Fahmi Arifan, S.T., M.Eng., M.M., IPM., ASEAN Eng. mengadakan ekspo (red, pameran) di beragam tingkat, yakni tingkat desa hingga kecamatan. Di tingkat kecamatan, ekspo dihadiri oleh 12 kepala desa yang berada di Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. Sedangkan di tingkat desa, ekspo dihadiri oleh perangkat desa serta perwakilan warga dari total 7 RT di Desa Jurangmangu.
Ekspo ini bertujuan untuk memamerkan produk yang telah dibuat oleh seluruh mahasiswa Tim 158 KKN-T Undip, salah satunya adalah produk pasta gigi. Selain itu, di tingkat desa, ekspo dilengkapi dengan demo produk agar masyarakat mengetahui cara pembuatan dari beberapa produk terpilih dari total 95 produk yang dihasilkan. Pemilihan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, yakni dengan kemurahan bahan baku serta kemudahan proses pembuatan.
Dengan adanya pembuatan serta pameran produk melalui ekspo, harapannya masyarakat sekitar maupun pelaku UKM Kopi Lokal dapat menerapkan pemanfaatan produk turunan maupun limbah kopi–salah satunya sebagai pasta gigi–untuk kehidupan sehari-hari, maupun untuk dikomersilkan sebagai mata pencaharian baru yang dapat menambah nilai ekonomi di Desa Jurangmangu. (Eko B Art).
Report : Nurjannah_Kimia_Pasta Gigi Ampas Kopi.
Comments
Post a Comment