Mahasiswa Keperawatan KKN-T UNDIP 158 Perkenalkan Kopi Lavender Latte untuk Mengurangi Kecemasan Warga Desa Jurangmangu

Eva Yuniati_Ilmu Keperawatan_Inovasi Kopi Lavender Latte sebagai Terapi Komplementer untuk Mengurangi Kecemasan. 


PEMALANG

Desa Jurangmangu, 9 Agustus 2025 – Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Diponegoro Semarang melaksanakan kegiatan sosial kemasyarakatan bertajuk “Inovasi Kopi Lavender Latte sebagai Terapi Komplementer untuk Mengurangi Kecemasan”.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) : Dr. Ir. Fahmi Arifan, S.T., M.Eng., M.M., IPM., ASEAN Eng.Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Jurangmangu dan diikuti oleh perwakilan 5 warga dari masing-masing RT yang berada di Desa Jurangmangu.

Program ini lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap kejadian kecemasan yang sering dialami oleh kalangan usia. Kecemasan adalah kondisi emosional yang ditandai rasa khawatir berlebihan, tegang, atau takut tanpa alasan yang jelas, yang dapat mempengaruhi kesehatan fisik maupun mental. Gejala yang sering muncul antara lain jantung berdebar, sulit tidur, dan sulit berkonsentrasi.

Melalui kegiatan ini, warga diperkenalkan pada minuman kopi lavender latte, perpaduan unik antara kopi yang memberi energi dan lavender yang memiliki efek menenangkan. Lavender mengandung senyawa linalool yang berperan sebagai relaksan alami, sedangkan kafein dalam kopi membantu menjaga fokus dan semangat.

“Saya ingin warga desa tahu bahwa mengurangi kecemasan tidak selalu membutuhkan biaya mahal. Kopi lavender latte bisa dibuat di rumah dengan bahan sederhana, rasanya enak, dan menyehatkan,” hal tersebut disampaikan, Eva Yuniati Mahasiswa KKN-T UNDIP prodi Ilmu Keperawatan, Sabtu (9/8/2025).

Kegiatan sosial kemasyarakatan ini dimulai dengan memaparkan manfaat dari kopi lavender ini, indikasi, kontra indikasi, cara membuat kopi lavender latte, hingga mengajak warga untuk mencoba produk kopi lavender latte.

Selain manfaat kesehatannya, kopi lavender latte juga dinilai memiliki potensi sebagai peluang usaha kecil. Rasa unik dan aromanya yang menenangkan membuat minuman ini memiliki nilai jual yang cukup tinggi, terutama di pasar minuman kekinian.

Mahasiswa berharap inovasi ini dapat menjadi kebiasaan positif yang membantu menjaga kesehatan mental warga, sekaligus membuka peluang usaha baru di Desa Jurangmangu. “Saya berharap kopi lavender latte ini bisa menjadi teman warga untuk menenangkan hati di tengah kesibukan sehari-hari,” tutup Eva Yuniati. (Eko B Art). 

Comments

Popular posts from this blog

Mahasiswa KKN Multidisiplin Dorong Kopi Jurangmangu Tembus Pasar Lewat Branding Berbasis Budaya Lokal

​HUT IGTKI ke-76 Kabupaten Pemalang Meneguhkan Komitmen Guru Sejahtera dan Pendidikan Berkualitas Menuju Wajib Belajar 13 Tahun

​Gagas Visi "Sinau Seduluran", Eko Budiarto Ajak Warga Losari Membangun Desa dengan Hati