Kamper Bubuk Kopi & Sereh Karya Mahasiswa KKN-T UNDIPSolusi Alami Usir Nyamuk dan Cegah Perkembangbiakan Jentik
(Sumber: Dokumentasi Tim 158 KKN-T Jurangmangu).
Ilma Ghifera_TRKI_Kamper Alami.
PEMALANG – Sebuah inovasi ramah lingkungan hadir dari tangan kreatif Ilma Ghifera Khairunnisa, mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro. Bersama tim KKN-T 158, Ilma memperkenalkan kamper alami berbahan bubuk kopi dan sereh yang berfungsi sebagai pengusir nyamuk (repelen) sekaligus mencegah perkembangbiakan jentik di lingkungan rumah.
Program ini menjadi salah satu unggulan KKN-T 158 yang dilaksanakan di Desa Jurangmangu, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, dengan bimbingan lapangan Dr. Ir. Fahmi Arifan, S.T., M.Eng., M.M., IPM., ASEAN Eng.
Pembuatan kamper dimulai dari pencampuran bubuk kopi segar yang memiliki aroma khas dengan ekstrak sereh yang mengandung senyawa sitronelal dan geraniol sebagai bahan aktif pengusir nyamuk. Campuran tersebut dibentuk menjadi kamper padat, lalu dikeringkan hingga siap digunakan. Prosesnya mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP) dan memperhatikan prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
Ilma menjelaskan bahwa ide ini lahir dari pengamatan terhadap dua permasalahan di desa: melimpahnya potensi kopi lokal dan meningkatnya kasus nyamuk di musim hujan. “Saya ingin membuat produk sederhana yang aman digunakan, bisa dibuat warga sendiri, dan punya manfaat ganda baik untuk kesehatan maupun lingkungan,” ungkapnya.
Manfaat produk ini berasal dari kombinasi unik kedua bahan. Bubuk kopi menetralkan bau yang disukai nyamuk, sedangkan sereh memberikan aroma tajam yang terbukti mengusir serangga. Tidak hanya efektif, kamper ini juga bebas bahan kimia sintetis, aman untuk anak-anak dan hewan peliharaan.
Sekretaris Desa Jurangmangu, Budhi Purwanto, mengapresiasi terobosan ini. “Kalau warga bisa memproduksi kamper ini secara mandiri, mereka akan lebih terlindungi dari penyakit, limbah kopi bisa dimanfaatkan, dan ada peluang tambahan penghasilan,” ujarnya.
Produk kamper bubuk kopi dan sereh ini dipamerkan pada EXPO Desa Jurangmangu (9 Agustus 2025) dan EXPO Kecamatan Pulosari (6 Agustus 2025), disambut antusias oleh warga. Beberapa pengunjung bahkan langsung tertarik untuk mencoba membuatnya di rumah.
Dengan hadirnya inovasi ini, Ilma berharap masyarakat dapat mengurangi ketergantungan pada obat nyamuk berbahan kimia, sekaligus mengangkat potensi lokal menjadi produk bermanfaat. “Bahan-bahannya mudah didapat, cara membuatnya sederhana, dan manfaatnya nyata untuk lingkungan dan kesehatan,” pungkasnya. (Eko B Art).
Comments
Post a Comment