Galon Bekas dan Sisa Makanan, Solusi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Desa Jurangmangu


PEMALANG – Mahasiswi program studi Kimia yang tergabung dalam TIM 158 KKN-T di Desa Jurangmangu menyoroti pengembangan media komposter sebagai metode pengelolaan sampah organik rumah tangga yang memberikan banyak manfaat baik dari manfaat ekonomi maupun manfaat bagi lingkungan dan keberlanjutan bumi.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Murdiana Laila Hikmah melalui penuturannya sebagai salah satu anggota TIM KKN-T 158 Universitas Diponegoro di Desa Jurangmangu, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.

“Masyarakat Desa Jurangmangu melalui kegiatan jamiyah pernah menyampaikan bahwa memang belum ada sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi di Desa Jurangmangu, sehingga masyarakat perlu mengelola sampah yang dihasilkan secara mandiri, baik sampah organik maupun anorganik,” ujarnya.

Menurut Murdiana, pengelolaan sampah menjadi masalah krusial yang memerlukan penanganan khusus. Sampah organik seperti sisa-sisa makanan ataupun sayur-sayuran yang telah busuk dapat memberikan dampak negatif apabila dibiarkan terbuang tanpa pengolahan yang baik.

Beberapa dampak negatif yang dapat terjadi di antara seperti, pencemaran udara yang disebabkan oleh gas metana (CH4) yang dihasilkan karena proses pembusukan sampah organik, pencemaran tanah yang disebabkan oleh kontaminasi cairan hasil pembusukan yang berpotensi mengubah pH tanah, hingga potensi munculnya lalat yang dapat membawa penyakit bagi lingkungan sekitar.

Ancaman bagi lingkungan tersebut yang kemudian memantik Murdiana untuk mengembangkan edukasi pembuatan komposter sebagai teknologi tepat guna, komposter ini diharapkan dapat diterapkan oleh setiap rumah di Desa Jurangmangu dalam mengelola sampah rumah tangga yang dihasilkan.

Gambar media komposter dengan memanfaatkan galon bekas (Dok. Pribadi)

Komposter yang didemonstrasikan menggunakan bahan-bahan yang murah dan mudah didapat. Bahan dan prosedur pembuatan secara lengkap disampaikan kepada masyarakat sebanyak 2x dalam kegiatan jamiyah RT 06 dan 07, Desa Jurangmangu.

”Saya memanfaatkan sepenuhnya barang-barang bekas karena tujuannya agar mudah diikuti oleh semua masyarakat. Nanti setelah 4-5 pekan, hasil dari komposter ini bisa digunakan sebagai kompos yang memberikan manfaat bagi tanaman bapak/ibu di Desa Jurangmangu, jadi bisa sirkular, kita makan dari hasil bumi dan sisanya kembali bermanfaat bagi bumi,” Ujar Murdiana.

Dr. Ir. Fahmi Arifan, S.T., M.Eng., M.M., I.P.M., ASEAN Eng., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), menyatakan dukungannya terhadap tren keberlanjutan dalam pengembangan teknologi komposter. Ia menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian penting dari pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi di masyarakat. Dengan inisiatif ini, diharapkan Desa Jurangmangu dapat menjadi contoh bagi desa-desa lainnya dalam mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan. (Eko B Art). 

Report : Murdiana Laila Hikmah_Kimia_Komposter.




Comments

Popular posts from this blog

Mahasiswa KKN Multidisiplin Dorong Kopi Jurangmangu Tembus Pasar Lewat Branding Berbasis Budaya Lokal

​HUT IGTKI ke-76 Kabupaten Pemalang Meneguhkan Komitmen Guru Sejahtera dan Pendidikan Berkualitas Menuju Wajib Belajar 13 Tahun

​Gagas Visi "Sinau Seduluran", Eko Budiarto Ajak Warga Losari Membangun Desa dengan Hati