Formulasi Deodoran Fitokimia dari Limbah Kopi sebagai Solusi Personal Care Berkelanjutan
Haidar Athaya Ramadhan_TRKI__Formulasi Deodoran Fitokimia dari Limbah Kopi sebagai Solusi Personal Care Berkelanjutan
Demonstrasi Produk Deodorant Fitokimia dari Limbah Ampas Kopi
(Sumber: Dokumentasi Haidar/Anggota Tim 158 KKN-T Jurangmangu)
PEMALANG – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro dari Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Sekolah Vokasi, melaksanakan program kerja Sosial Kemasyarakatan dengan mengusung inovasi Formulasi Deodoran Fitokimia dari Limbah Kopi sebagai Solusi Personal Care Berkelanjutan. Kegiatan ini dipandu oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Ir. Fahmi Arifan, S.T., M.Eng., M.M., IPM., ASEAN Eng., dan bertujuan memberikan nilai tambah pada limbah kopi sekaligus mendorong praktik zero waste di masyarakat.
Proses pembuatan deodoran dilakukan pada 27–28 Juli 2025, dimulai dari pengumpulan ampas kopi di sekitar Desa Jurangmangu, yang merupakan sentra produksi kopi. Ampas kopi kemudian diolah menjadi bahan aktif deodoran melalui tahapan pengeringan, penghalusan, pencampuran dengan bahan alami lain, hingga pencetakan ke dalam kemasan botol deodoran. Produk ini mengandung senyawa fitokimia alami yang berfungsi sebagai antibakteri dan penetral bau badan, sehingga menjadi alternatif personal care yang ramah lingkungan.
Hasil inovasi tersebut diperkenalkan dalam EXPO Desa Jurangmangu pada Sabtu, 9 Agustus 2025, di mana masyarakat dapat melihat langsung produk deodoran sekaligus mencoba aroma dan teksturnya. Selain itu, produk ini juga dibawa ke EXPO Kecamatan Pulosari pada 6 Agustus 2025, yang dihadiri oleh Sekretaris Desa Jurangmangu, Budhi Purwanto. Dalam kesempatan tersebut, Haidar Athaya Ramadhan selaku pelaksana program turut menjelaskan manfaat dan proses pembuatan deodoran kepada pengunjung dan pelaku UMKM, termasuk Pak Budi dari D’JAV Coffee.
Produk Deodorant Fitokimia dari Limbah Ampas Kopi
(Sumber: Dokumentasi Haidar /Anggota Tim 158 KKN-T Jurangmangu)
Melalui program ini, diharapkan masyarakat Desa Jurangmangu dapat melihat potensi pengolahan limbah kopi menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan. Produk Deodoran Fitokimia dari Limbah Kopi ini diharapkan menjadi contoh konkret penerapan ilmu teknologi kimia industri di masyarakat serta menginspirasi UMKM lokal untuk mengembangkan inovasi serupa. (Eko B Art).
Comments
Post a Comment