Penerapan Teknologi Tepat Guna dalam Pengolahan Limbah Produksi Kopi Berbasis SOP dan K3 oleh Mahasiswa KKN-T Tim 158 Undip di Desa Jurangmangu
PEMALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 158 Universitas Diponegoro tahun 2025 menghadirkan inovasi berkelanjutan dalam pengembangan sektor kopi di Desa Jurangmangu melalui program Penerapan Teknologi Tepat Guna dalam Pengolahan Limbah Produksi Kopi berbasis SOP dan K3.
Program yang termasuk dalam subprogram Multidisiplin 2 ini merupakan bagian dari upaya menyeluruh untuk menjawab tantangan lingkungan akibat limbah hasil produksi kopi yang sebelumnya belum tertangani secara optimal. Limbah seperti ampas kopi dan kulit kopi berisiko mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan benar.
Melalui pendekatan berbasis teknologi tepat guna, mahasiswa dari rumpun sains dan teknologi berkolaborasi dengan masyarakat setempat untuk memanfaatkan limbah produksi kopi menjadi produk baru yang lebih bermanfaat dan bernilai ekonomis. Beberapa produk hasil pengolahan dari limbah kopi meliputi:
1. Amalia Nur Azziza/Teknologi Rekayasa Kimia Industri - Pembuatan sabun tanpa bilas (waterless) dari limbah ampas kopi
Melalui pendekatan pemanfaatan limbah kopi, dikembangkan sabun tanpa bilas (waterless cleanser) dengan memanfaatkan ampas kopi sebagai bahan utama. Produk ini dirancang untuk menjaga kebersihan tangan tanpa memerlukan air.
2. Andini Raihanah Suwignyo/Agroekoteknologi - PUNIKAK: Pupuk organik ampas kopi sebagai penambah unsur hara tanaman hortikultura
Ampas kopi memiliki kandungan NPK yang dapat dimanfaatkan sebagai penambah unsur hara tanaman hortikultura. Ampas kopi yang dipadukan dengan daun bambu membuat tanaman lebih subur karena tambahan unsur hara yang berasal dari ampas kopi dan tanah yang poros karena penambahan daun bambu dalam komposisi kompos.
3. Nurjannah/Kimia - Pembuatan film plastik berbasis pati jagung dengan campuran ampas kopi sebagai filler
Bioplastik menjadi salah satu alternatif penggunaan sampah plastik yang sulit terurai. Selain itu, penggunaan ampas kopi menjadi salah satu alternatif pemanfaatan limbah menjadi produk yang lebih bermanfaat.
4. Shofiana Norlaili/Teknologi Rekayasa Kimia Industri - Pemanfaatan ampas kopi sebagai body scrub pencerah kulit.
Ampas kopi dari hasil pengolahan lokal dapat diolah menjadi produk body scrub alami yang memiliki manfaat mencerahkan dan melembutkan kulit. Dipadukan dengan bahan pelarut dan pelembap alami, produk ini memanfaatkan kekayaan lokal serta dapat dijadikan produk khas desa untuk mendukung branding potensi kopi Jurangmangu.
5. Yolanda Angelicha Silaen/Kesehatan Masyarakat - Foot soak ampas kopi: Rendaman kaki herbal dari limbah kopi
Produk Rendaman kaki dibuat dengan memanfaatkan ampas kopi dan rempah irisan jahe yang telah dikeringkan untuk membantu relaksasi pada kaki, mengurangi pegal, dan mengangkat sel kulit mati di kaki.
6. Nira Ayu Nastiti/Manajemen Sumber Daya Perairan - Optimalisasi media kultur kutu air berbasis limbah kopi sebagai inovasi sumber pakan alami dalam budidaya ikan
Budidaya kutu air dilakukan untuk perkembangan bidang perikanan karena kutu air merupakan salah satu sumber pakan alami untuk ikan. Media cair terbuat dari ampas kopi dan bahan lainnya yang berfungsi sebagai media untuk pertumbuhan atau kultur dari kutu air dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh Desa Jurangmangu.
7. Diandra Putri Rahmadani/Kesehatan masyarakat - BrewHeals : Pembuatan biogel luka kopi
BrewHeals adalah biogel inovatif berbahan dasar ekstrak kopi dan bahan alami lain yang diformulasikan khusus untuk membantu proses penyembuhan luka pada kulit. Kandungan antioksidan dan antimikroba dalam kopi bekerja efektif untuk melindungi area luka dari infeksi, mempercepat regenerasi sel kulit, serta mengurangi peradangan dan rasa nyeri.
Dengan tekstur gel yang ringan, mudah meresap, dan memberikan sensasi sejuk, BrewHeals cocok digunakan untuk luka ringan seperti lecet, iritasi, atau bekas gigitan serangga. Produk ini bebas dari bahan kimia keras dan menggunakan bahan alami yang aman untuk kulit sensitif.
8. Earlene Dascha Faustina/Teknologi Rekayasa Kimia Industri - Inovasi camilan kopi sehat: cookies tinggi serat dengan sentuhan rasa autentik
Camilan sehat berbasis bubuk kopi dan bahan tinggi serat seperti tepung oat. Melalui kegiatan ini, masyarakat akan diberikan edukasi dan praktik langsung dalam membuat cookies kopi yang sehat, rendah gula, dan cocok sebagai alternatif camilan harian. Produk yang dihasilkan dapat menjadi peluang usaha kreatif berbasis potensi lokal
9. Afifah Rahmahwati/Teknologi Rekayasa Kimia Industri - Sabun Self-Foaming berbasis ekstrak kulit kopi (Cascara) sebagai agen antioksidan dan pewangi Alami
Sabun Self-Foaming berbasis ekstrak kulit kopi merupakan inovasi pembersih tubuh yang praktis dan ramah lingkungan, dirancang untuk digunakan tanpa memerlukan air. Diformulasikan sebagai self foaming soap, yang menghasilkan busa ringan secara otomatis saat digosok di kulit dan cukup diusap dengan tisu atau kain kering. Kandungan ekstrak cascara memberikan manfaat antioksidan alami dan antibakteri ringan. Cocok digunakan untuk petani, pendaki gunung, maupun masyarakat desa, sekaligus meningkatkan nilai guna limbah kopi menjadi produk kesehatan bernilai tambah.
10. Khansa Praningdita Sulistyo/Teknologi Rekayasa Kimia Industri - Transformasi limbah kopi menjadi sabun padat antibakteri (Eco-enzyme) dengan cold process sebagai produk unggulan desa.
Limbah ampas kopi dan eco enzyme dapat diolah menjadi sabun padat ramah lingkungan menggunakan metode cold process. pemanfaatan limbah kopi menjadi produk dapat bernilai ekonomi serta mampu mendorong masyarakat menerapkan prinsip zero waste.
11. Diana Mufiidah/Teknologi Rekayasa Kimia Industri - Lotion antioksidan berbasis ekstrak kopi
Melalui pemanfaatan ekstrak kopi, dikembangkan produk lotion dengan kandungan antioksidan alami. Produk ini dirancang untuk menjaga kelembaban dan kesehatan kulit, serta memberikan perlindungan dari radikal bebas. Selain itu, program ini mendorong pemanfaatan limbah kopi bernilai tambah tinggi.
12. Alvira Fellyzia Maharani/Teknologi Hasil Perikanan - Penambahan tepung ikan sebagai tambahan gizi pada pakan ternak berbasis kulit kopi fermentasi
Cascara kopi merupakan limbah produksi kopi yang melimpah di desa jurangmangu.Cascara kopi mengandung serat kasar yang dapat menjadi sumber serat bagi hewan ternak. Penambahan tepung ikan bermanfaat sebagai tambahan protein. Hewan ruminansia membutuhkan protein untuk kelancaran metabolisme. Protein sangat esensial bagi ternak sebagai nutrien pembangun dan pemelihara kehidupan serta produksi ternak yang optimal.
13. Ilma Ghifera Khairunnisa/Teknologi Rekayasa Kimia Industri - Formulasi sachet pengharum alami berbasis ampas kopi dan serai wangi sebagai repelen serangga dalam ruang tertutup.
Produk ini merupakan sachet alami yang diformulasikan dari bahan ampas kopi dan serai wangi, dirancang khusus sebagai pengharum ruangan sekaligus penolak serangga. Ampas kopi digunakan karena kemampuannya menyerap bau tak sedap serta kandungan kafein dan fenol yang berperan sebagai anti-serangga alami. Serai wangi ditambahkan karena mengandung sitronelal dan geraniol, dua senyawa yang terbukti efektif sebagai agen repelen serangga, terutama nyamuk.
Sachet ini dirancang untuk digunakan di ruang tertutup seperti kamar tidur, dapur, atau ruang tamu, terutama di daerah pedesaan yang sering menjadi tempat berkembang biaknya serangga. Produk ini bebas bahan kimia sintetis sehingga lebih aman bagi kesehatan keluarga dan ramah lingkungan. Aromanya segar dan menenangkan, memberikan suasana alami sekaligus perlindungan dari gangguan serangga.
14. Amira Tarisha Rhekaputri/Teknologi Pangan - Limbah kulit kopi (Cascara) sebagai bahan pembuatan tepung
Tepung dari limbah kulit kopi cascara merupakan salah satu upaya untuk mengolah limbah kopi. Tepung dari cascara dapat dipakai sebagai tambahan untuk membuat olahan pangan.
15. Haidar Athaya Ramadhan/Teknologi Rekayasa Kimia Industri - Pemanfaatan Limbah cherry kopi dan limbah ampas kopi menjadi pupuk organik cair.
Produk ini merupakan solusi pemanfaatan limbah kopi seperti kulit cherry dan ampas kopi yang masih kaya unsur hara. Dengan proses fermentasi sederhana menggunakan gula merah dan EM4, limbah diubah menjadi pupuk organik cair yang berguna untuk tanaman.
16. I Dhafa Febrian/Teknologi Rekayasa Kimia Industri - Sabun Cuci tangan berbahan dasar ampas kopi untuk mengangkat sel kulit mati pada tangan
Inovasi hasil buangan ampas kopi untuk digunakan untuk pembuatan sabun, dimana banyak manfaat didalamnya, salah satunya yaitu untuk mengangkat sel kulit mati, dimana dalam pembuatan ini gunakan base sabun dan juga vco kemudian ditambahkan ampas kopi sebagai inovasi di dalamnya
17. Agsi Zallinar Rizky/Kesehatan Masyarakat - Coffee mosquito stopper sebagai upaya mengurangi jentik nyamuk
Produk larvasida alami berbentuk bubuk yang terbuat dari campuran ampas kopi, citronella, dan garam kasar. Produk ini diformulasikan untuk menghambat pertumbuhan jentik nyamuk pada genangan air di lingkungan rumah. Produk ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pengendalian risiko penyakit berbasis lingkungan dengan memanfaatkan limbah organik yang selama ini terbuang percuma.
18. Murdiana Laila Hikmah/Kimia - Produksi sabun charcoal organik beraroma kopi dengan dukungan biochar kulit buah nanas sebagai produk unggulan daerah.
Sabun batang berfungsional sebagai sabun cuci tangan maupun sabun mandi merupakan produk turunan dari ampas kopi sebagai bentuk optimasi limbah kopi. Produk ini dibuat dengan campuran charcoal dan biochar kulit buah nanas.
19. Nugrahayu Amajida Hapsari/Kesehatan Masyarakat - Kopi peeling untuk perawatan dan pencegahan penyakit kulit
Kopi Peeling untuk Perawatan Kulit merupakan inovasi pemanfaatan ampas kopi yang dikombinasikan dengan minyak cengkeh sebagai produk perawatan kulit alami. Produk ini diformulasikan untuk membantu mengangkat sel kulit mati, mengurangi risiko iritasi, serta menjaga kesehatan kulit, khususnya pada area lipatan tubuh. Penggunaan bahan alami menjadikan produk ini ramah lingkungan dan aman digunakan oleh masyarakat, sekaligus mendorong pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk fungsional bernilai jual.
20. Eva Yuniati/Ilmu Keperawatan - Inovasi Aromaterapi alami berbasis kulit kopi untuk meningkatkan kualitas tidur
Aromaterapi Alami Berbasis Kulit Kopi adalah inovasi produk yang memanfaatkan kulit kopi bagian limbah dari proses pengolahan biji kopi sebagai bahan utama untuk menciptakan aromaterapi alami yang berfungsi untuk membantu meningkatkan kualitas tidur secara alami dan aman. Kulit kopi diketahui masih mengandung senyawa aromatik alami seperti antioksidan, minyak esensial ringan, dan kafein dalam jumlah sangat rendah, yang jika diolah dengan tepat dapat menghasilkan aroma hangat, earthy, dan menenangkan. Dalam produk ini, kulit kopi dikeringkan dan dicampurkan dengan minyak zaitun lalu diformulasikan dalam dua bentuk, yaitu aromaterapi roll-on dan aromaterapi diffuser.
21. Muhammad ‘Amr Nashrullah/Kedokteran Gigi - Mouthwash herbal cascara mint.
Mouthwash Herbal Cascara Mint merupakan produk inovatif yang memanfaatkan limbah cascara kopi sebagai bahan dasar utama, dipadukan dengan serai, jeruk nipis, dan minyak esensial spearmint. Produk ini diformulasikan untuk membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut, mengurangi bau mulut, serta memberikan sensasi segar alami. Selain mendukung kesehatan masyarakat, produk ini juga menjadi solusi dalam pemanfaatan limbah kulit kopi cascara yang sebelumnya tidak termanfaatkan. Hasil uji patch test dan uji kumur menunjukkan bahwa produk ini aman digunakan sehingga layak menjadi alternatif alami dan ramah lingkungan.
22. Ibnu Sabil/Teknik Komputer - Smart storage kopi dengan monitoring suhu dan kelembaban secara real-time
Smart Storage Box merupakan kotak penyimpanan pascapanen untuk biji kopi yang dirancang guna memperpanjang masa simpan dengan menjaga suhu dan kelembapan tetap stabil. Stabilitas ini penting untuk mencegah pertumbuhan jamur serta kerusakan pada biji kopi selama masa penyimpanan.
Kotak ini dibuat dari papan triplek yang dilapisi dengan sterofoam dan aluminium foil untuk menjaga isolasi termal, serta dilengkapi dengan silica gel sebagai penyerap kelembapan. Selain itu, suhu di dalam kotak dimonitor secara real-time menggunakan perangkat berbasis Internet of Things (IoT), sehingga kondisi penyimpanan dapat dipantau dan dikendalikan dengan lebih efektif.
Inovasi ini dilengkapi dengan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sistematis dan edukasi menyeluruh mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kepada masyarakat. Tujuannya adalah agar setiap proses pengolahan limbah dilakukan dengan aman, efisien, dan dapat direplikasi secara mandiri oleh warga desa.
Edukasi Langsung dan Penerapan Lapangan
Tim KKN-T memberikan pelatihan langsung kepada masyarakat mengenai cara penggunaan alat pelindung diri (APD), prosedur pemilahan dan pengolahan limbah, serta cara menjaga sanitasi lingkungan selama proses produksi. Sosialisasi ini bertujuan menumbuhkan kesadaran dan keterampilan warga agar mampu menerapkan metode pengolahan limbah secara berkelanjutan.
Dampak dan Tanggapan Masyarakat
Program ini disambut dengan antusias oleh masyarakat, yang sebelumnya belum menyadari bahwa limbah kopi memiliki potensi untuk dimanfaatkan secara produktif. Kini, warga mulai menerapkan praktik ramah lingkungan dan menunjukkan ketertarikan untuk terus mengembangkan produk hasil olahan limbah tersebut.
“Kami sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Sekarang, ampas kopi yang dulu hanya dibuang bisa kami manfaatkan untuk hal yang lebih bermanfaat,” ujar salah satu warga pengusaha kopi setempat.
Dengan program ini, Mahasiswa KKN-T Tim 158 Undip tidak hanya memperkuat ketahanan lingkungan desa, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi sirkular berbasis komoditas lokal. (Eko B Art).
Comments
Post a Comment