Mahasiswa UNDIP Pamerkan 95 Inovasi Kopi di Expo KKNT Desa Jurangmangu

PEMALANG – Pada hari Sabtu tanggal 9 Agustus 2025 , Sebanyak 45 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Tim 158 Universitas Diponegoro menggelar Expo Desa di Balai Desa Jurangmangu, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. Acara ini menjadi ajang pamer 95 produk inovasi berbasis potensi kopi, hasil program kerja selama KKN.


Rumpun Saintek – 74 produk turunan kopi dan olahan limbah kopi bernilai tambah.
Rumpun Soshum – 21 modul pengembangan SDM dan strategi pemasaran kopi.
Expo ini dihadiri seluruh mahasiswa KKNT Tim 158, perangkat desa, serta warga Jurangmangu dari RT 1 hingga RT 6. Antusiasme warga terlihat dari ramainya pengunjung yang memadati area pameran.

Acara dibuka oleh Sekretaris Desa Jurangmangu, Budi Kusnaeni, yang mengapresiasi kreativitas mahasiswa.

“Sebanyak 95 produk ini menjadi peluang besar bagi warga Jurangmangu. Inovasi ini bukan hanya memperkenalkan kopi sebagai potensi lokal, tetapi juga membuka kesempatan bagi UMKM desa untuk berkembang,” ujarnya.

Budi juga mengajak warga memberikan tepuk tangan bagi mahasiswa KKNT yang telah mengangkat nama desa di bidang perkopian. Produk yang dipamerkan meliputi olahan minuman dan makanan berbahan kopi, produk perawatan tubuh, kerajinan, pupuk dari limbah kopi, hingga modul strategi pemasaran.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Siti, mitra UMKM Kopi Jurangmangu, yang berterima kasih atas kerja keras mahasiswa. Ia mengajak warga yang berminat untuk mempelajari proses produksi langsung dari tim KKN.

Koordinator Desa, Razkhy, turut mengundang warga ke posko KKN untuk mempelajari detail produk mulai dari pembuatan, bahan, penjualan, harga, hingga target pasar.

Wakil Koordinator Desa, Dhafa, memaparkan 74 produk turunan kopi dan olahan limbah (bidang SAINTEK) serta 21 modul pengembangan SDM dan strategi pemasaran (bidang SOSHUM). Presentasi ini diperkuat dengan video proses pembuatan produk SAINTEK dan video branding D’J.A.V Coffee, kebanggaan Desa Jurangmangu.

 

Sejumlah mahasiswa menampilkan langsung proses pembuatan produk unggulan, di antaranya:

Diandra Putri Rahmadani – Boreh Kopi untuk Nyeri Sendi
Alvira Fellyzia Maharani – Pudding Agar-Agar Kopi Kaya Serat dengan Pemanis Alami
Ilma Ghifera Khairunnisa – Kamper Alami Berbasis Kopi Penekan Perkembangbiakan Nyamuk
Amira Tarisha Rhekaputri – Tepung dari Limbah Kulit Kopi (Cascara)
Khansa Praningdita Sulistyo – Briket Limbah Kopi dengan Eco Enzyme sebagai Perekat Ramah Lingkungan
Demonstrasi ini tak hanya menampilkan kreativitas mahasiswa, tetapi juga memberi gambaran nyata kepada warga tentang potensi pengolahan kopi di tingkat desa.

 

Setelah sasi demonstrasi, pengunjung diajak berkeliling melihat seluruh produk SAINTEK dan SOSHUM. Warga dapat mencoba sampel minuman kopi, mencium aroma produk aromaterapi, dan membaca informasi singkat tentang bahan baku, proses, serta manfaat produk. Interaksi aktif antara mahasiswa dan warga menciptakan suasana expo yang meriah dan edukatif.

Acara ditutup dengan foto bersama mahasiswa, perangkat desa, dan warga. Harapannya, inovasi ini tidak berhenti di masa KKN, tetapi menjadi langkah awal bagi Jurangmangu untuk mengembangkan produk kopi ke pasar yang lebih luas, sehingga mampu meningkatkan perekonomian desa secara berkelanjutan. (Eko B Art). 

Comments

Popular posts from this blog

Mahasiswa KKN Multidisiplin Dorong Kopi Jurangmangu Tembus Pasar Lewat Branding Berbasis Budaya Lokal

​HUT IGTKI ke-76 Kabupaten Pemalang Meneguhkan Komitmen Guru Sejahtera dan Pendidikan Berkualitas Menuju Wajib Belajar 13 Tahun

​Gagas Visi "Sinau Seduluran", Eko Budiarto Ajak Warga Losari Membangun Desa dengan Hati