Mahasiswa Teknologi Pangan Undip Olah Komoditas Kentang dan Kopi yang Melimpah menjadi Cemilan Sehat Keluarga Bebas Gluten “Chocopota”, Membuka Peluang UMKM Baru di Desa Jurangmangu

Pemalang – Dalam rangka menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berlangsung di Desa Jurangmangu, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Amaliya Putri, mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, melaksanakan kegiatan Sosial Kemasyarakatan (Sosmas) berupa sosialisasi pembuatan camilan stik "Chocopota", sebuah inovasi berbahan dasar tepung kentang, kopi lokal, dan coklat.

Program kerja ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Ir. Fahmi Arifan, S.T., M.Eng., M.M., IPM., ASEAN Eng. dan mengusung semangat pemanfaatan potensi lokal untuk peningkatan ekonomi masyarakat desa.

Desa Jurangmangu dikenal memiliki produksi kentang dan kopi yang melimpah. Melihat potensi tersebut, Amaliya menginisiasi pembuatan tepung kentang mandiri sebagai bahan dasar produk. Proses produksi tepung kentang dilakukan pada tanggal 25–31 Juli 2025, yang kemudian dikombinasikan dengan bahan-bahan umum seperti telur, terigu, serta penambahan kopi lokal sebagai ciri khas desa dan coklat sebagai penambah cita rasa.

Selanjutnya, proses pembuatan adonan camilan dilakukan pada 1 Agustus 2025, disusul dengan kegiatan transfer ilmu kepada mitra ibu-ibu desa melalui demonstrasi pembuatan langsung pada sore hari. Kegiatan ini bertujuan agar para ibu rumah tangga dapat mengadopsi resep ini sebagai peluang usaha rumahan yang mudah diterapkan.

Produk "Chocopota" juga diperkenalkan secara lebih luas pada kegiatan EXPO Desa Jurangmangu yang dilaksanakan pada Sabtu, 9 Agustus 2025, dan sebelumnya telah turut dibawa dalam EXPO Kecamatan Pulosari pada 6 Agustus 2025. Kegiatan expo dihadiri oleh perangkat desa dan masyarakat umum, termasuk Sekretaris Desa (Sekdes), Budhi Purwanto.

Tidak hanya sekadar menampilkan produk, Amaliya juga memaparkan manfaat, nilai gizi, serta proses pembuatan "Chocopota" kepada para pengunjung, termasuk kepada Mitra UMKM Desa, Bu Siti, istri Pak Budi dari D'JAV Coffee. Sinergi ini diharapkan mampu memperluas jejaring UMKM lokal serta memperkenalkan diversifikasi produk kopi yang bernilai jual lebih tinggi.

Dengan terlaksananya program kerja ini, diharapkan masyarakat Desa Jurangmangu, khususnya ibu-ibu rumah tangga dan pelaku UMKM, dapat memperoleh alternatif camilan sehat berbahan lokal yang tidak hanya lezat, namun juga memiliki potensi ekonomis. “Chocopota” hadir sebagai camilan inovatif khas desa yang diolah dari hasil bumi lokal dan bisa dikembangkan lebih lanjut sebagai produk unggulan desa. (Eko B Art)/(**4). 

Comments

Popular posts from this blog

Mahasiswa KKN Multidisiplin Dorong Kopi Jurangmangu Tembus Pasar Lewat Branding Berbasis Budaya Lokal

​HUT IGTKI ke-76 Kabupaten Pemalang Meneguhkan Komitmen Guru Sejahtera dan Pendidikan Berkualitas Menuju Wajib Belajar 13 Tahun

​Gagas Visi "Sinau Seduluran", Eko Budiarto Ajak Warga Losari Membangun Desa dengan Hati