Mahasiswa KKN Tematik UNDIP Membuat Komik Digital Edukatif untuk Memahami Hak dan Perlindungan Hukum UKM Kopi
PEMALANG — Kreativitas menjadi kunci dalam menyampaikan edukasi, terlebih bagi generasi muda. Hal inilah yang dilakukan Muhammad Hamas, mahasiswa KKN Tematik 158 Universitas Diponegoro, melalui program kerja bertajuk “Pembuatan Komik Digital Edukatif untuk Memahami Hak dan Perlindungan Hukum UKM Kopi”. Program ini dilaksanakan di Desa Jurangmangu dengan bimbingan Dr. Ir. Fahmi Arifan S.T., M.Eng., M.M., IPM., ASEAN Eng selaku dosen pembimbing lapangan.
Uniknya, meski materi yang diangkat berisi pengetahuan hukum dan perlindungan usaha, sasaran utama dari program ini justru adalah anak-anak. Menurut Hamas, pemahaman dasar tentang hak dan perlindungan hukum dapat dikenalkan sejak dini, agar kelak mereka memiliki kesadaran hukum yang kuat dan mampu mendukung potensi usaha di lingkungannya.
Melalui media komik digital, materi hukum yang biasanya terasa kaku berhasil dikemas menjadi cerita bergambar yang interaktif, sehingga anak-anak lebih mudah memahami. Selain menyimak penjelasan, peserta juga diajak berdiskusi ringan dan mencoba membaca langsung komik yang telah dibuat. Suasana berlangsung hangat dan penuh antusiasme, karena anak-anak merasa tertarik dengan ilustrasi yang berwarna sekaligus kisah yang dekat dengan keseharian mereka.
Pemilihan media komik digital edukatif yang dilengkapi barcode bukan tanpa alasan. Observasi lapangan menunjukkan banyak anak-anak di sekitar posko KKN sudah menggunakan handphone, namun sebagian besar hanya untuk bermain game. “Daripada waktu mereka habis untuk hal yang kurang bermanfaat, kami mencoba mengalihkan minat tersebut dengan media edukasi yang tetap seru dan mudah diakses,” jelas Hamas.
Melalui barcode yang terintegrasi, anak-anak cukup memindai menggunakan ponsel mereka untuk langsung membaca komik digital yang berisi ilustrasi menarik, cerita ringan, serta penjelasan sederhana tentang hak konsumen, kewajiban pelaku usaha, dan pentingnya menjaga kejujuran dalam bisnis. Konten disusun dengan bahasa sehari-hari, tokoh yang menghibur, dan visual berwarna untuk menarik perhatian.
Materi yang disampaikan kali ini secara khusus menyoroti hak kekayaan intelektual berupa indikasi geografis, sebuah perlindungan hukum yang diberikan kepada produk yang memiliki ciri khas karena faktor lingkungan geografis asalnya. Dalam konteks kopi lokal, indikasi geografis menjadi penting untuk menjaga keaslian cita rasa, mutu, dan reputasi kopi yang dihasilkan suatu daerah.
Hamas menjelaskan bahwa perlindungan ini tidak hanya bermanfaat bagi pelaku usaha dalam menjaga nilai jual produk, tetapi juga menjadi identitas budaya yang patut dilestarikan. Untuk memudahkan pemahaman, konsep tersebut diilustrasikan dalam komik dengan tokoh-tokoh fiktif yang mewakili petani kopi dan pembeli, sehingga anak-anak dapat memahami manfaatnya secara sederhana.
Warga Desa Jurangmangu menyambut positif inisiatif ini. Selain menjadi sarana hiburan, komik digital tersebut diharapkan dapat menjadi media pembelajaran informal yang memupuk rasa ingin tahu anak-anak terhadap dunia usaha, khususnya UKM kopi yang menjadi potensi unggulan desa.
Dengan metode kreatif seperti ini, KKN Tematik 158 Undip membuktikan bahwa edukasi hukum tidak harus kaku dan membosankan. Sebaliknya, lewat pendekatan visual dan teknologi sederhana, pesan penting bisa sampai bahkan kepada generasi termuda di desa.
Sumber : Muhammad Hamas Rasendriya Ramadhan_Hukum_Pembuatan Komik Digital Edukatif untuk Memahami Hak dan Perlindungan Hukum UKM Kopi.
(Eko B Art) /(**8).
Comments
Post a Comment