Dari Limbah Jadi Solusi "Mahasiswa KKN-T UNDIP TIM 28 Kelompok 4 Kembangkan Teknologi Kesehatan Ternak Ramah Lingkungan bagi Warga Dusun Sidomulyo"

PEMALANG - Peternakan menjadi salah satu dari beberapa mata pencaharian di dusun sidomulyo, desa banjarmulya, Pemalang. Beberapa warga menjalankan usaha peternakan skala rumah tangga di halaman mereka, sehingga segala aktivitas peternakan berkaitan langsung dengan kehidupan  sehari-hari warga setempat. Dengan demikian, perlu adanya sistem yang meregulasi kebersihan di lingkungan peternakan untuk menjaga kestabilan dan Kesehatan masyarakat setempat.

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh tim KKN-T UNDIP tim 28 kelompok 4, melihat bagaimana konsep pencegahan dan pengobatan penyakit masih bersifat  konvensional. Apabila diteliti lebih lanjut, pencegahan dan pengobatan yang dilakukan masyarakat desa dapat menimbulkan masalah lanjutan. Adapun cara konvensional yang dimaksud yakni, pembakaran sampah di dekat kendang sebagai upaya mengusir nyamuk atau serangga dekat kandang. Pencegahan tersebut nantinya akan menimbulkan masalah lebih lanjut seperti gangguan pernafasan pada hewan ataupun warga sekitar, iritasi pada mata hewan ternak, serta polusi udara.
Dengan permasalahan yang ada, tim KKN-T UNDIP tim 28 kelompok 4 mengambil tema program Peningkatan Standar Kesehatan Ternak melalui Biosekuriti dan Manajemen Pencegahan Penyakit di Tingkat Peternak.

Program ini mengadopsi pendekatan multidisiplin yang holistik untuk meningkatkan standar kesehatan ternak melalui penerapan biosekuriti dan manajemen pencegahan penyakit yang berbasis sains, hukum, psikologi, dan teknologi tepat guna. Salah satu produk unggulan yang diinovasikan dalam program tersebut yakni Perancangan Smart Light Trap untuk perangkap nyamuk penyebab penyakit pada ternak kambing.

Smart light trap merupakan perancangan alat mekanikal untuk menangkap nyamuk menggunakan cahaya UV yang diperoleh dari panel surya. Dengan begitu, nyamuk yang menjadi salah satu penyebab penyakit dapat ditangkap dan dibunuh sehingga meminimalisir persebaran penyakit pada hewan ternak. Selain itu, terdapat produk unggulan lainnya yakni Pembuatan disinfektan dari chitosan yang berasal dari cangkang crustacea dengan indikator PH alami berupa ekstrak kol ungu. Disinfektan chitosan yang berasal dari cangkang crustacea bermanfaat dalam antibakteri sehingga dapat mencegah kambing terkena penyakit. Chitosan berasal dari limbah perikanan yang mana bersifat biodegradable, tidak iritatif, dan aman digunakan rutin tanpa merusak ternak atau lingkungan.

Masyarakat memberikan respon yang antusias terhadap inovasi yang diberikan.  Dilihat dari adanya pameran gelar hasil karya produk Tim KKN-T 28 yang diadakan pada 15 Agustus 2025 di balai desa banjarmulya, warga mendatangi dan melihat presentasi dari hasil karya mahasiswa. Setelahnya, para warga mendatangi masing-masing booth untuk melihat dan mengajukan beberapa pertanyaan dengan sangat antusias. Kesan tersebut memberikan pemahaman bagaimana masyarakat banjarmulya sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh para mahasiswa KKN di Banjarmulya. (Eko B Art).



Comments

Popular posts from this blog

Mahasiswa KKN Multidisiplin Dorong Kopi Jurangmangu Tembus Pasar Lewat Branding Berbasis Budaya Lokal

​HUT IGTKI ke-76 Kabupaten Pemalang Meneguhkan Komitmen Guru Sejahtera dan Pendidikan Berkualitas Menuju Wajib Belajar 13 Tahun

​Gagas Visi "Sinau Seduluran", Eko Budiarto Ajak Warga Losari Membangun Desa dengan Hati