Mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro Lakukan Pengembangan Produk Inovasi Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah dengan Penambahan Bubuk Kopi
Pemalang | - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro (Undip) mengadakan kegiatan inovatif dengan membantu UMKM Kopi D'Jav dalam pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah dengan aroma kopi.
"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk kopi lokal serta mendukung keberlanjutan lingkungan melalui daur ulang minyak bekas", hal tersebut disampaikan Septi Wahyuningsih, Mahasiswa Undip Fakultas Sekolah Vokasi dari jurusan Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Kamis (12/9/2024).
"Dalam proses pembuatannya, mahasiswa KKN-T Undip melakukan pelatihan kepada pengelola Kopi D'Jav tentang cara mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang ramah lingkungan", ucap Septi.
Proses dimulai dengan penyaringan minyak jelantah untuk membersihkan kotoran, dilanjutkan dengan pencampuran minyak tersebut dengan lilin kedelai dan bubuk kopi yang menjadi esens utama aromanya. Setelah lilin jadi, hasilnya adalah produk lilin aromaterapi dengan aroma kopi yang unik dan khas.
Dr. Heni Rizqiati, S.Pt., M.Si., salah satu dosen pembimbing KKN-T Undip, menyatakan bahwa program ini sangat bermanfaat dalam membekali mahasiswa dengan. keterampilan yang berguna serta membantu masyarakat desa. "Ini adalah sinergi antara ilmu pengetahuan, kreativitas, dan tanggung jawab sosial. Mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya dalam hal mengurangi limbah dan menciptakan produk bernilai tambah," ujarnya.
Senada dengan itu, Dr. Fahmi Arifan, S.T., M.Eng., IPM., dosen pembimbing lainnya, menambahkan bahwa kegiatan ini juga mendukung program desa dalam mengembangkan usaha kecil dan menengah (UKM) lokal. "Dengan adanya inovasi lilin aromaterapi dari minyak jelantah, diharapkan dapat membuka peluang pasar baru bagi Kopi D'Jav. Ini juga menjadi contoh bagaimana teknologi sederhana bisa diterapkan untuk meningkatkan ekonomi desa," jelasnya.
"Melalui kegiatan ini, para mahasiswa tidak hanya berkontribusi dalam pelestarian lingkungan melalui daur ulang, tetapi juga mendukung pengembangan produk lokal yang inovatif dan berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Jurangmangu", pungkas Fahmi Arifan. (Eko B Art).
Comments
Post a Comment