Inovasi Baru Berupa Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi Untuk Pembuatan MOL (Mikro Organisme Lokal) Sebagai Salah Satu Jenis Pupuk Organik Cair

Pemalang | - Mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro, Ganendra Rifqi Jatmiko, dari Program Studi Akuakultur, berhasil mengubah limbah kulit kopi menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat.

Bersama UMKM D'JAV Coffee di Desa Jurangmangu, dirinya berhasil mengembangkan Mikro Organisme Lokal (MOL) dari kulit kopi yang selama ini menjadi limbah.

"Inovasi ini tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga meningkatkan nilai tambah produk lokal, dengan memanfaatkan kulit kopi yang biasanya terbuang, Kami membersamai UMKM D'JAV Coffee menciptakan pupuk organik cair yang dapat meningkatkan kesuburan tanah.

"Pupuk Organik ini tidak hanya digunakan untuk bidang pertanian, namun untuk bidang perikanan juga yang mampu memberikan banyak manfaat untuk bidang tersebut" ucap Ganendra Rifqi Jatmiko, usai dirinya menyelesaikan tugas KKN-T di Desa Jurangmangu, kecamatan Pulosari kabupaten Pemalang, Jumat (20/9/2024).



"Tentunya langkah ini kami lakukan untuk menunjukkan bahwa mahasiswa KKN-T tidak hanya berperan dalam pengabdian masyarakat, tetapi juga dalam mendorong inovasi dan pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan", ucap Ganendra.

"Inovasi MOL kulit kopi ini tidak hanya berfokus pada pengolahan limbah, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. Ganen berharap produk baru ini dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi UMKM D'JAV Coffee, membuka peluang pasar baru, dan meningkatkan daya saing produk mereka",  Ganendra.

"Dukungan penuh dari Bapak Budhi Purwanto, pemilik UMKM D'JAV Coffee sekaligus ketua kelompok tani setempat dan antusiasme mereka terhadap inovasi ini menjadikan motivasi yang kuat bagi kami untuk terus mengembangkan dan menyempurnakan produk MOL kulit kopi", pungkas Ganendra.

"Saya sangat bangga dengan inovasi pemanfaatan limbah kulit kopi ini," ujar Dr. Heni Rizqiati, S.Pt., M.Si., Dosen Pembimbing KKN-T, hal Ini merupakan contoh nyata bagaimana mahasiswa dapat berkontribusi dalam menyelesaikan masalah lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat."

Dr. Fahmi Arifan, S.T., M.Eng., IPM., Dosen Pembimbing KKN-T lainnya, menambahkan, "Kami sangat mendukung program kerja mahasiswa KKN-T dalam memanfaatkan limbah kulit kopi. Ini adalah langkah yang tepat untuk membantu UMKM D'JAV Coffee dalam mengelola limbah produksinya."

Meskipun inovatif, perjalanan Ganen dalam mengembangkan MOL. kulit kopi tidak selalu mulus. Keterbatasan wadah menjadi kendala utama. Galon bekas yang ideal untuk proses fermentasi sulit ditemukan, sehingga Ganen terpaksa membeli galon sekali pakai untuk praktisnya. Lama waktu fermentasi juga menjadi faktor penting. MOL berkualitas membutuhkan waktu minimal 10 hari untuk proses fermentasi yang sempurna. Tantangan ini mendorong Ganen untuk terus mencari solusi dan meningkatkan efisiensi proses produksi.

Untuk menyebarkan pengetahuan dan memberdayakan masyarakat, dengan membuat booklet panduan lengkap tentang pembuatan MOL kulit kopi. Booklet ini diberikan kepada Bapak Budhi Purwanto, pemilik UMKM D'JAV Coffee, sebagai upaya transfer pengetahuan dan mendorong pemanfaatan inovasi ini.

"Harapannya, inovasi ini dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan limbah dan mengembangkan produk-produk lokal yang bernilai tambah. Inisiatif Ganen ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam membangun ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan", pungkas Fahmi Arifan. (Eko B Art).

Comments

Popular posts from this blog

Mahasiswa KKN Multidisiplin Dorong Kopi Jurangmangu Tembus Pasar Lewat Branding Berbasis Budaya Lokal

​HUT IGTKI ke-76 Kabupaten Pemalang Meneguhkan Komitmen Guru Sejahtera dan Pendidikan Berkualitas Menuju Wajib Belajar 13 Tahun

​Gagas Visi "Sinau Seduluran", Eko Budiarto Ajak Warga Losari Membangun Desa dengan Hati