Carula Tea "Kombinasi Sempurna Rumput Laut dan Limbah Kulit Kopi Menjadi Minuman Kaya Manfaat"
Pemalang | - Desa Jurangmangu kecamatan Pulosari kabupaten Pemalang, adalah desa penghasil kopi, namun demikian dengan hal tersebut juga memiliki tantangan tersendiri dalam mengelola limbah kulit kopi yang dihasilkan dalam jumlah besar setiap harinya.
Pemanfaatan limbah kulit kopi di Desa Jurangmangu masih belum optimal, sehingga berpotensi mencemari lingkungan sekitar jika tidak dikelola dengan baik. Limbah kulit kopi yang selama ini dianggap sebagai sampah, ternyata menyimpan potensi besar untuk diolah menjadi produk-produk bernilai tambah.
Pada dasarnya, berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi masalah limbah kulit kopi di Desa Jurangmangu, seperti pembuatan kompos. Kandungan nitrogen, fosfor, dan kalium yang tinggi dalam kulit kopi membuatnya menjadi bahan baku yang ideal untuk pembuatan kompos.
Dalam beberapa penelitian menunjukkan bahwa kompos dari kulit kopi dapat meningkatkan kesuburan tanah, mempercepat pertumbuhan tanaman, dan meningkatkan hasil panen.
Namun, belum banyak masyarakat Desa Jurangmangu yang dapat mengolah hasil samping kopi atau bagian lain dari tumbuhan kopi sebagai produk bernilai tinggi.
"Masyarakat Desa Jurangmangu memiliki sumber daya kopi yang sangat melimpah, namun selama ini pemanfaatannya hanya sebatas sebagai biji dan kulit ceri sebagai pupuk", hal tersebut disampaikan Dhea Erika Sarwati, Rabu (11/9/2024).
Dalam upaya pemberdayaan masyarakat, Dhea Erika Sarwati, mahasiswi KKN Tematik Universitas Diponegoro di Desa Jurangmangu tahun 2024, berhasil meracik Carula Tea. Minuman ini memanfaatkan limbah kulit kopi yang diolah bersama rumput laut Sargassum Sp., menghasilkan produk teh yang tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga memiliki potensi sebagai sumber antioksidan.
"Carula Tea" telah menciptakan peluang bisnis minuman baru, dengan memanfaatkan limbah kulit kopi yang diolah bersama rumput laut Sargassum Sp., menghasilkan produk teh yang tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga memiliki potensi sebagai sumber antioksidan.
"Carula Tea", juga telah menciptakan peluang bisnis baru bagi masyarakat setempat. Minuman teh berbahan dasar kulit kopi dan rumput laut sargassum ini tidak hanya memberikan nilai tambah pada produk lokal, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Ide Carula Tea lahir dari semangat untuk menciptakan produk yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga ramah lingkungan. Dengan mengolah rumput laut dan limbah kopi yang seringkali dianggap sebagai limbah, Carula Tea berhasil menghadirkan minuman fungsional yang kaya akan antioksidan dan memiliki cita rasa yang unik", ujar Dhea Erika Sarwati.
"Carula Tea bukan hanya sekedar minuman, melainkan diharapkan untuk menjadi motor penggerak perekonomian Desa Jurangmangu, membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat." Pungkas Dhea Erika Sarwati.
Carula Tea menjadi bukti bahwa potensi alam desa dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi, memberikan harapan baru bagi perekonomian warga Desa Jurang mangu. Carula Tea, tidak hanya memberikan alternatif minuman sehat, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Dengan memanfaatkan potensi lokal, Carula Tea telah membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan harapan bagi masa depan yang lebih cerah bagi warga Desa Jurangmangu.
(Eko B Art).
Comments
Post a Comment