Kreativitas Mahasiswa KKN Tematik Undip, Memanfaatkan Minyak Jelantah Diubah Menjadi Sabun Cuci Piring

Pemalang | - Dalam upaya mengurangi limbah rumah tangga dan menciptakan produk ramah lingkungan, mahasiswa KKN Tematik Undip menginisiasi program kerja pembuatan sabun cuci piring dari minyak jelantah dan ekstrak kulit kopi.

Program ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembuangan minyak jelantah sembarangan, tetapi juga memberikan nilai tambah pada limbah kulit kopi yang seringkali terbuang percuma, hal tersebut disampaikan Dr. Heni Rizqiati S.Pt., M.Si., selaku Dosen Pembimbing Lapangan, Sabtu (24/8/2024). 


Heni Rizqiati juga mengungkapkan bahwa, “Program ini merupakan bentuk nyata dari kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan. Dengan memanfaatkan limbah yang ada, kita tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menciptakan produk yang bernilai ekonomis", ucapnya. 



Disampaikan oleh Kyla Batrisya Salsabila F, bagaimana tentang Proses pembuatan sabun cuci piring ini melibatkan beberapa tahap, mulai dari pengolahan minyak jelantah, ekstraksi kulit kopi, hingga proses saponifikasi. Mahasiswa juga menambahkan berbagai bahan alami lainnya seperti gliserin untuk memberikan kelembaban pada kulit tangan.

“Saya memilih minyak jelantah dan ekstrak kulit kopi sebagai bahan utama karena keduanya mudah didapatkan dan memiliki potensi untuk menghasilkan sabun cuci piring yang berkualitas, selain itu, ekstrak kulit kopi juga memberikan aroma yang khas dan dipercaya memiliki sifat antibakteri", ujar Kyla Batrisya Salsabila F. 


"Selanjutnya hasil akhir dari program ini adalah sabun cuci piring berbahan dasar alami yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga efektif dalam membersihkan perabot dapur. Sabun ini telah diuji coba oleh sejumlah masyarakat sekitar dan mendapatkan respon positif", pungkas Kyla Batrisya Salsabila F. 


Dalam konfirmasinya yang disampaikan Dr. Ir. Fahmi Arifan, S. T., M. Eng., IPM. Selaku Dosen pembimbing mengatakan, “Saya berharap program ini dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih kreatif dalam mengolah limbah menjadi produk yang bermanfaat.”
"Dengan adanya inovasi ini, Desa Pulosari dapat memanfaatkan potensi kopi lebih luas lagi dan diharapkan dapat menjadi inovasi bagi UMKM Kopi Pulosari Cap Tugu Juang dalam memanfaatkan produk kopi mereka", pungkas Fahmi Arifan. 
(Eko B Art). 


Comments

Popular posts from this blog

Mahasiswa KKN Multidisiplin Dorong Kopi Jurangmangu Tembus Pasar Lewat Branding Berbasis Budaya Lokal

​HUT IGTKI ke-76 Kabupaten Pemalang Meneguhkan Komitmen Guru Sejahtera dan Pendidikan Berkualitas Menuju Wajib Belajar 13 Tahun

​Gagas Visi "Sinau Seduluran", Eko Budiarto Ajak Warga Losari Membangun Desa dengan Hati