Posts

Takdir Sang Pemimpin "Wahyu Makutharama"

Image
​Novel : di Adopsi dari lakon wayang "Wahyu Makutharama". PEMALANG - ​Sebuah petunjuk ghaib menggetarkan jagat Mayapada. Wahyu Makutharama—mahkota spiritual berisi ajaran kepemimpinan sejati Hastabrata milik Sang Hyang Ramawijaya—akan diturunkan ke bumi. Barang siapa yang berhasil menampung wahyu ini, dialah yang akan menurunkan raja-raja besar penguasa. Kurawa dan Pandawa berlomba melintasi marabahaya demi merengkuh takdir tersebut. ​Guncangan di Puncak Suwela. ​Angin malam berhembus dingin menembus hutan rimba di kaki Gunung Suwela. Di istana Astina, Patih Sangkuni berbisik risau kepada Prabu Duryudana. Kabar jatuhnya pusaka ghaib Wahyu Makutharama telah menjadi buah bibir di kalangan para dewa dan raja. ​"Duh Sang Prabu," kata Sangkuni dengan senyum liciknya, "jika wahyu itu sampai jatuh ke tangan para Pandawa, maka purnalah riwayat Kurawa di tanah Amarta dan Astina. Kita harus mendahului mereka!" ​Atas dorongan Sangkuni, Adipati Karna...

Wahyu Cakraningrat

Image
Novel : di-Adaptasi dari lakon Wayang Wahyu Cokro Ningrat. PEMALANG - Guncangan di Kahyangan Suralaya mendadak gempar. Suasana tenang para dewa terganggu oleh getaran hebat dan munculnya teja (cahaya) spiritual dari bumi. Batara Guru berkonsultasi dengan Batara Narada mengenai pertanda alam tersebut. Batara Narada menjelaskan bahwa guncangan itu bukan disebabkan oleh gangguan iblis ataupun kehancuran pertapaan, melainkan pertanda bahwa Wahyu Cakraningrat—pulung wahyu keturunan raja penguasa—siap diturunkan ke marcapada (dunia manusia). Wahyu tersebut akan menjadi lambang kepemimpinan, kejayaan, dan legitimasi bagi penerimanya. Sang Hyang Manikmaya menegaskan bahwa wahyu itu ditakdirkan jatuh kepada seorang kesatria dari trah Saptaarga yang jujur, berbudi luhur, mampu mengendalikan hawa nafsu, serta mengutamakan kepentingan rakyat. 1.Ambisi Tiga Kesatria. Kabar turunnya Wahyu Cakraningrat menyebar ke berbagai kerajaan. Tiga kesatria muda menjadi kandidat utama yang ber...

​Sirnanya Sang Rajamala, "Rojomolo Sirno"

Image
​              Jagal Abilawa Novel : (Di adopsi dari pagelaran Wayang Kulit). ​ PEMALANG - Ancaman Sang Raksasa ​Di Kerajaan Wirata, ketenangan warga mendadak terusik oleh kehadiran sosok raksasa menakutkan bernama Rajamala. Ia adalah manusia raksasa dengan kekuatan luar biasa, kesaktian tanpa tanding, serta watak yang licik dan arogan. Rajamala memanfaatkan kesaktiannya untuk menindas rakyat, menebar teror, dan membuat heboh seluruh negeri. Tak ada satu pun prajurit maupun satria Wirata yang sanggup menundukkannya. ​Sayembara Kerajaan, ​Melihat kondisi negaranya yang kian terancam, Prabu Matsyapati (Raja Wirata) menggelar sayembara terbuka. Barangsiapa yang mampu membinasakan Rajamala, ia akan diberikan hadiah berupa jabatan tinggi serta kehormatan di Kerajaan Wirata. Berita tentang sayembara ini menyebar ke seantero negeri, menarik perhatian para pahlawan dan pesatria, termasuk para Pandawa yang kala itu sedang menjalani masa penyamar...

​Prof. Anhar Gonggong Soroti Darurat Pendidikan, Indonesia Emas 2045 Terancam Tanpa Pembenahan Literasi dan Guru

Image
​ PEMALANG — Sejarawan sekaligus akademisi Prof. Anhar Gonggong melontarkan kritik dan keprihatinan mendalam terhadap kondisi pendidikan nasional saat ini. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa ambisi mewujudkan Indonesia Emas 2045 tidak akan pernah tercapai jika pemerintah dan DPR mengabaikan pembenahan fundamental di sektor pendidikan. ​"Anda boleh mengatakan membuka tambang ini atau tambang itu untuk ekonomi, tetapi jika pendidikannya tidak berjalan dengan baik, maka hal lainnya tidak akan berarti apa-apa untuk menuju Indonesia Emas," tegas Prof. Anhar. ​Sorotan Utama: Krisis Literasi hingga Isu Anggaran Daerah ​Dalam paparannya, Prof. Anhar menggarisbawahi sejumlah persoalan krusial yang tengah melanda sistem pendidikan nasional: -​Rendahnya Tingkat Literasi Anak Sekolah Prof. Anhar menyoroti fenomena memprihatinkan di mana masih ditemukan siswa tingkat SMP bahkan SMA yang belum lancar membaca. Maraknya paparan media sosial disebut turut mengikis mina...

​Kresna Duta

Image
Novel di ​Adopsi Cerita Lakon Wayang Kresna Duta,oleh Ki Dalang Seno Nugroho. PEMALANG - ​Ketegangan di Paseban Agung Hastinapura, ​Di balai penghadapan Paseban Agung Kerajaan Hastinapura, suasana terasa begitu tegang dan berat. Raja Hastinapura, Prabu Duryudana, duduk di takhtanya didampingi para sesepuh dan penasihat kerajaan: Resi Durna, Patih Sengkuni, Prabu Salya dari Mandaraka, serta Narpati Basukarna dari Ngawangga. Rencana ​Pertemuan hari itu membahas satu isu krusial yang menentukan nasib bangsa Kurawa dan Pandawa tentang pengembalian hak wilayah Pandawa yang telah selesai menjalani hukuman buang selama 13 tahun. ​Resi Durna serta Prabu Salya mengingatkan agar hak-hak Pandawa diserahkan secara damai demi menghindari pertumpahan darah dan kehancuran. Namun, Patih Sengkuni dan Basukarna berpandangan lain. Adipati Karna menegaskan kejayaannya dan kesetiaannya pada Duryudana, menganggap tuduhan bahwa Kurawa bertindak curang sebagai penghinaan. Perdebatan sengit pun...

Pentingnya Sikap Bijak Memaknai Benar dan Salah: Pesan Penting untuk Ketenangan Hidup

Image
​ PEMALANG — Rasa berat dalam menjalani hidup sering kali bukan berasal dari kesalahan yang dibuat seseorang, melainkan dari cara mereka mendramatisasi konsep "benar" dan "salah". Sebuah pesan inspiratif mengingatkan masyarakat akan pentingnya bersikap bijak serta melepaskan ego dalam menghadapi dinamika kehidupan. ​Berikut adalah beberapa poin penting terkait pesan kehidupan tersebut: -​Sikap Saat Berada di Posisi Benar: Seseorang diimbau untuk tidak merasa sombong ketika berada di posisi yang benar, sebab kebenaran yang dipegang hari ini bisa saja berubah di kemudian hari. Benar atau salah hanyalah posisi sementara dan bukan identitas permanen seseorang. -​Menghadapi Kesalahan Tanpa Drama: Ketika melakukan kesalahan, seseorang diminta untuk tidak merasa hancur atau berlarut-larut dalam drama. Kesalahan merupakan bagian alami dari proses belajar. -​Menghindari Sikap Defensif: Masalah utama yang sering muncul adalah keinginan seseorang untuk selalu ...

​Harmoni Di Teras Rumah Dalam Alunan Keroncong

Image
CERPEN . PEMALANG - ​Malam semakin larut, namun kehangatan di teras rumah Mas Fiki disudut desa Losari Kecamatan Ampelgading tak kunjung memudar, cahaya lampu teras yang temaram menaungi sekelompok pria yang berkumpul mengelilingi meja kecil penuh cangkir kopi dan camilan. ​Suara petikan cuk dari pukulan nada tangan Eko, dan disambung nada cak yang bersahut-sahutan dengan riang, di sisi sudut meja, alunan seruling meniupkan nada-nada lembut, sementara dentaman selo dan gubahan gitar menjaga ritme lagu tetap stabil. Malam itu, group Keroncong Keroasia tengah melantunkan beberapa lagu keroncong, mereka tidak sedang tampil di panggung besar, melainkan sedang sinau—belajar dan meresapi setiap alunan musik keroncong bersama. ​Seorang bapak berdiri serius sambil memegang buku lirik di tangannya, dengan penuh penghayatan, ia menyanyikan bait demi bait lagu nostalgia, setiap kali ketukan berpindah, terdengar arahan singkat dari Mas Fiki pemusik Keroncong asli yang ...