Tim Pengembang Kurikulum Diimbau Untuk Menyusun Dokumen Yang Berorientasi Operasional, Aplikatif, Serta Mudah Diimplementasikan Oleh Setiap Satuan Pendidikan
PEMALANG - Keberhasilan transformasi pendidikan tidak lagi diukur dari tebalnya dokumen administratif, melainkan dari perubahan nyata pada kemampuan dan karakter peserta didik.
Penegasan tersebut menjadi fokus utama dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kurikulum yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga di Hotel The Winner Pemalang pada 6–7 Oktober 2026.
Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pemalang, Ismun Hadiyo, menyatakan bahwa Tim Pengembang Kurikulum diimbau untuk menyusun dokumen yang berorientasi operasional, aplikatif, serta mudah diimplementasikan oleh setiap satuan pendidikan.
"Langkah ini diambil untuk memastikan kurikulum berperan sebagai instrumen adaptif yang mampu merespons perbedaan kebutuhan dan potensi pembelajaran setiap anak", tegas Ismun.
Dalam penjelasannya, penguatan kurikulum dirancang untuk mengatasi berbagai tantangan substantif dalam dunia pendidikan. Hal ini mencakup ketimpangan mutu antarlembaga, disparitas kompetensi pendidik, isu perundungan, hingga mitigasi risiko bencana. Oleh karena itu, integrasi antara pemenuhan fasilitas akademik dan penciptaan lingkungan sekolah yang aman menjadi prioritas dalam mewujudkan ekosistem belajar yang kondusif.
Tentang Prinsip keberlanjutan pembelajaran antarjenjang juga menjadi perhatian mendasar, Fondasi pendidikan yang dibangun sejak jenjang PAUD harus selaras dengan jenjang SD hingga tingkat berikutnya.
"Keselarasan tersebut dicapai melalui sinkronisasi yang sistematis antara capaian pembelajaran, alur dan tujuan pembelajaran, metode instruksional, serta mekanisme asesmen", tambahnya.
Secara teknis, efektivitas kurikulum ditopang oleh tiga pilar utama ;
-Literasi, Penguasaan kemampuan bernalar untuk memahami, menganalisis, dan memanfaatkan informasi secara kritis.
-Numerasi, Penerapan logika matematika untuk memecahkan permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
-Karakter, Pembentukan nilai-nilai moral yang mencakup tanggung jawab, empati, kolaborasi, dan toleransi sosial.
Secara kelembagaan, Bimtek ini menghadirkan narasumber dari Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Nina Purnamasari, S.H. Pelaksanaan kegiatan turut dihadiri oleh para pemangku kepentingan pendidikan di Kabupaten Pemalang, antara lain Koordinator Wilayah Kecamatan (KWK), pengawas SD, Kepala TK Negeri Pembina, serta perwakilan organisasi profesi seperti IGTKI, HIMPAUDI, dan FK-SPNF.
Penyelenggaraan pelatihan selama dua hari ini difokuskan pada penguatan literasi, numerasi, dan karakter peserta didik untuk jenjang PAUD, SD, hingga Pendidikan Kesetaraan di wilayah Kabupaten Pemalang.
(Eko B Art).
Comments
Post a Comment