​Eksistensi dan Kontribusi Sosial, Refleksi 38 Tahun SAPMA Pemalang Melalui Aksi Nyata Pendidikan Keagamaan

PEMALANG - ​Keberadaan sebuah organisasi tidak semata-mata diukur dari seberapa panjang usia perjalanannya, melainkan dari signifikansi kontribusi dan kemanfaatannya bagi masyarakat luas. Prinsip inilah yang mendasari Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa (SAPMA) Pemalang dalam memaknai eksistensinya, khususnya pada momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-38 yang jatuh pada Sabtu (31/10/2026).

Di usia yang matang ini, SAPMA Pemalang berupaya meneguhkan komitmennya untuk senantiasa solid, hadir di tengah masyarakat, serta memberikan dampak nyata bagi kemajuan sektor pendidikan, sosial, dan pengembangan generasi muda di Kabupaten Pemalang.

​Sebagai manifestasi dari komitmen tersebut, Eky selaku Penasihat SAPMA Pemalang, memberikan apresiasi mendalam terhadap langkah progresif yang diambil oleh para kader organisasi.

Menurutnya, inisiatif sosial ini merepresentasikan langkah strategis yang sangat konstruktif bagi perkembangan dunia pendidikan keagamaan di daerah.

​“Kegiatan ini merupakan suatu langkah yang baik untuk dunia pendidikan di Pemalang, terutama bagi para santri dan santriwati. Saya berharap kegiatan positif yang dilakukan SAPMA Pemalang ini bisa terus berlanjut di kemudian hari dan semakin banyak memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Eky.

​Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keberlanjutan program-program serupa agar dapat menginspirasi generasi muda lainnya untuk terus menumbuhkan empati, kepedulian sosial, serta berpartisipasi aktif dalam memajukan kualitas pendidikan lokal.

​Aksi nyata dari perwujudan semangat berbagi dan pengabdian tersebut direalisasikan melalui kegiatan bakti sosial di Pondok Pesantren Printis Komariyah, yang terletak di Desa Penggarit, Dusun Karang Suci, Kabupaten Pemalang.

Dalam kunjungan tersebut, jajaran pengurus SAPMA Pemalang menyalurkan bantuan berupa 100 eksemplar Al-Qur'an serta sejumlah paket kebutuhan pokok (sembako). Bantuan ini diproyeksikan untuk menunjang fasilitas belajar serta memenuhi kebutuhan sehari-hari bagi sekitar 110 santri dan santriwati yang menimba ilmu di pesantren tersebut.

Senada dengan hal tetsebut Ketua SAPMA Pemalang, Widiyana Aji Setiantoko, S.Pd., menjelaskan bahwa agenda ini dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan seremonial peringatan hari jadi organisasi, melainkan sebagai wadah edukatif untuk memupuk kepedulian kolektif terhadap lembaga pendidikan keagamaan.

​“Tujuan kegiatan ini adalah sebagai wujud kepedulian SAPMA Pemalang terhadap para santri dan santriwati. Kami memberikan 100 Al-Qur’an dan beberapa sembako agar bisa dipergunakan serta memberikan manfaat bagi santri dan santriwati di Pondok Pesantren Printis Komariyah,” ungkap Widiyana Aji.

​Respon positif dan rasa syukur turut diungkapkan oleh pimpinan serta jajaran pengurus pesantren. Pimpinan Pondok Pesantren Printis Komariyah, Kyai Timbul Purnomo, menyampaikan apresiasi yang tulus atas kepedulian yang ditunjukkan oleh kaum muda yang tergabung dalam SAPMA Pemalang.

​“Masyaallah, terima kasih banyak atas kepedulian SAPMA Pemalang. Mudah-mudahan selalu diberikan kesehatan dan keberkahan,” tutur Kyai Timbul Purnomo, yang didampingi oleh perwakilan pengurus pesantren, Nur Alif dan Sukma.

​Melalui sinergi antara organisasi kepemudaan dan lembaga pendidikan keagamaan ini, momentum HUT ke-38 SAPMA Pemalang diharapkan mampu meninggalkan jejak keberkahan yang berkelanjutan. Penyaluran sarana ibadah berupa Al-Qur’an dan logistik pendidikan ini sekaligus menandai babak baru bagi SAPMA Pemalang untuk terus konsisten merawat solidaritas sosial, memperkuat literasi keagamaan, dan mencetak generasi muda Kabupaten Pemalang yang unggul serta berkarakter mulia.

(Eko B Art).

​

Comments

Popular posts from this blog

Sebanyak Tujuh Perwakilan Sekolah Siap Bertanding Membawa Nama Baik Kecamatan Petarukan Dalam FTBI Tingkat Kabupaten Tahun 2026

​HUT IGTKI ke-76 Kabupaten Pemalang Meneguhkan Komitmen Guru Sejahtera dan Pendidikan Berkualitas Menuju Wajib Belajar 13 Tahun

​Gagas Visi "Sinau Seduluran", Eko Budiarto Ajak Warga Losari Membangun Desa dengan Hati